korea by dewanti

Thursday, October 24, 2013

Pasar Berekspektasi Mundurnya Tapering The Fed

INILAH.COM, Jakarta – IHSG dan rupiah kompak menguat. Pasar berekspektasi tapering the Fed diundur seiring melambatnya data tenaga kerja AS selama kuartal III-2013 dan deadline debt ceiling awal 2014.
Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, penguatan rupiah Rabu ini masih dipicu oleh kejutan dari negatifnya data nonfarm payrolls AS. Data tersebut menunjukkan pertumbuhan upah yang negatif.
Kondisi ini, kata dia, menjadi katalis negatif untuk mata uang dolar AS sehingga rupiah terangkat. "Karena itu, sepanjang perdangan, rupiah mencapai level terkuatnya 11.235 dengan level terlemah 11.270 dari posisi pembukaan 11.265 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (23/10/2013).
Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (23/10/2013) ditutup menguat 23 poin (0,20%) ke posisi 11.265/11.273 dari posisi kemarin 11.288/11.298.
Lebih jauh dia menjelaskan, laporan tenaga kerja AS bulan September 2013 itu menunjukkan bahwa momentum pasar tenaja kerja AS sepanjang kuartal III-2013 telah melambat. "Sebab, data ini dihimpun sebelum terjadinya shutdown pemerintahan AS sehingga bisa disimpulkan menunjukkan fakta pelambatan," tandas dia.
Padahal, kata Christian, sebelumnya pasar mengantisipasi kenaikan data tersebut secara moderat. "Selanjutnya, pada November maupun Desember, kemungkinan, pertumbuhan tenaga kerja juga masih cenderung tertekan akibat adanya hambatan fiskal dan juga penurunan permintaan dari sektor korporasi untuk melakukan ekspansi," kata dia.
Kondisi ini, dia menegaskan, secara keseluruhan menguatkan pandangan atau ekspektasi atas penundaan tapering The Fed. "Saat ini, ada tiga kemungkinan yang sedang diantisipasi pasar yakni, pertama, tapering akan dilakukan pada Desember 2013, kedua, tapering pada awal 2014, dan opsi ketiga, tapering pada Maret 2014," papar dia.
Sebab, menurut dia, pada pada awal 2014 akan ada deadline debt ceiling baru bagi AS. Jika negosiasi antara Partai Demokrat dan Partai Republik di Kongres AS masih alot, mereka kemungkinan The Fed akan menangguhkan tapering hingga Maret 2014.
"Akibatnya, ekspektasi tapering pada Desember 2013 semakin menyusut seiring data nonfarm payrolls AS yang mengindikasikan perlambatan," ungkap dia.
Alhasil, rupiah menguat meski dolar AS juga menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat ke 79,30 dari sebelumnya 79,26. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke US$1,3757 dari sebelumnya US$1,3777 per euro," imbuh Christian.
Dari bursa saham, Satrio Utomo, kepala riset PT Universal Broker Indonesia mengatakan, pemodal asing benar-benar pusing. "Mungkin mereka sudah bosan mengantisipasi Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun. Mereka kemarin jualan untuk mengantisipasi koreksi tapi ternyata DJIA malah naik. Pagi ini, mereka maunya beli, ternyata bursa regional malah turun," kata dia.
Pada perdagangan Rabu (23/10/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 33,76 poin (0,75%) ke posisi 4.546,499. Intraday terendah 4.530,136 dan tertinggi 4.609,109.
Satrio mengaku tidak tahu apa yang diinginkan investor asing. Tapi, menurut dia, bisa saja mereka sebenarnya ingin akumulasi. "Karena mereka pingin volume besar, cara mereka akumulasi memang seperti ini, ketika market bearish mereka beli, ketika market bullish mereka jualan," papar dia.
Sementara itu, di pasar tersiar kabar delisting PT Unilever Indonesia (UNVR). "Delisting? Apa salahnya bursa kita? Apakah Self-Regulating Organization (SRO) kita memang tidak bisa berunding baik-baik dengan mereka tentang alternatif penambahan freefloat? Apakah tidak bisa yang namanya ada insentif pajak untuk perusahaan yang mau menambah free float?" kata Satrio mempertanyakan.
Yang jelas, kata dia, perusahaan yang bagus, seperti misalnya AQUA, delisting dengan Price to Earnings Ratio (PER) di atas 50 kali. "Kalau menurut saya, kalau Anda beli UNVR di atas Rp36.000, itu Anda yang tidak rasional. Tapi kalau di harga di bawah itu, ya terserah Anda," ucapnya.
Hari ini, Satrio mengaku posisinya hanya kurang dari 5%. "Itupun hanya UNVR tadi dapat di Rp31.500. Ide delisting UNVR ini sebenarnya absurd. Tapi, namanya cuan, siapa yang mau nolak? Paling jelek, kalau besok ternyata rumor tersebut enggak bener, kerugian saya hanya kecil," timpal dia.
Posisi sahamnya yang lain memang sengaja dia bersihkan. "Saya hanya mau belanja besok-besok, kalau IHSG terkoreksi," imbuhnya.

UNVR: Unilever Body Care akan Go Private

INILAH.COM, Jakarta - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menerangkan perusahaan yang akan melakukan go private adalah PT Unilever Body Care Indonesia Tbk (PROD).
PROD sebelumnya dikenal dengan nama PT Sara Loee Body Care Indonesia Tbk. PROD adalah sister company dari UNVR. PROD telah didelisting dari bursa sejak 2009. Rencana go priovate PROD telah diumumkan ke publik pada 23 Oktober. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (23/10/2013).
Hari ini beredar kabar PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang akan melakukan go private. Bahkan dengan berita tersebut sempat memicu aksi beli saham UNVR sehingga naik Rp900 menjadi Rp31.700. Selain itu, saham UNVR juga menjadi salah satu top foreign buy 196 juta saham.
Sementara menurut pelaku pasar modal, Sem Susilo saham UNVR termasuk kelompok 5 besar saham berkapitalisasi terbesar di IHSG dengan bobot 5,4%. "Manuver UNVR karena berita hoax tadi telah menyumbang volatilitas market sebesar 1,01%," katanya.

Bursa AS Berpotensi Lesu Tunggu Laba Boeing

INILAH.COM, New York - Bursa saham AS berpotensi bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (23/10/2013). Investor mencermati beberapa data emiten termasuk Boeing Co dan Caterpillar Inc.
Indeks Dow Jones futures berpotensi turun 0,5%, indeks S&P cenderung turun 0,6% dan indeks Nasdaq futures bisa turun 0,6%. Pada perdagangan Selasa (22/10/2013) kemarin, investor mengharapkan the Fed tetap melanjutkan stimulus moneternya. Sebab data tenaga kerja nonfarm payrolls di bawah perkiraan.
Pada pekan ini sudah masuk musim untuk laporan kinerja kuartal ketiga. Kali ini, investor menunggu rilis laba dari Boeing dan Caterpillar. Sedangkan AT&T akan meliris setelah bel penutupan.
Bursa saham AS berakhir menguat pada perdagangan Selasa (22/10/2013). Investor mengharapkan The Fed melanjutkan stimulus moneter setela data tenaga kerja bulan September.
Indeks Dow Jones naik 0,4% ke 15.467,66, indeks S&P naik 0,5% ke 1.754,67 dan indeks Nasdaq naik 0,2% ke 3.929,57. Indeks Dow mendapat dukungan dari saham Disney dan P&G. Bulan ini, Dow berpotensi menguat 1,5 persen.