korea by dewanti

Thursday, November 28, 2013

IHSG Positif, Rupiah Masih Loyo

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 12 poin setelah dapat sentimen positif dari bursa global dan regional. Aksi beli investor menyasar saham-saham yang sudah murah.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 11.885 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.880 per dolar AS.
Dolar sempat naik hingga posisi tertingginya pagi ini di level Rp 11.920 per dolar AS. Indeks harus waspada karena bisa tertekan oleh penguatan dolar yang mendekati Rp 12.000 ini.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik 12,712 poin (0,30%) ke level 4.264,201. Sedangkan Indeks LQ45 menguat 3,247 poin (0,46%) ke level 707,744.
Mengawali perdagangan, Kamis (28/11/2013), IHSG dibuka bertambah 18,399 poin (0,43%) ke level 4.269,888. Indeks LQ45 dibuka tumbuh 4,538 poin (0,64%) ke level 705,035.
Aksi beli langsung ramai terjadi sejak pembukaan perdagangan. Namun tidak semua indeks sektoral bisa positif, masih ada sektor yang jadi merah gara-gara aksi jual.
Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG menguat 18,604 poin (0,47%) ke level 4.270,091. Sementara Indeks LQ45 naik 4,140 poin (0,59%) ke level 708,610.
Kemarin IHSG berhasil rebound tipis 16 poin meski banyak aksi jual di saham-saham unggulan. Sayangnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak bernasib sama.
Semalam indeks Dow Jones dan S&P 500 di pasar saham Wall Street kembali menembus rekor tertingginya sepanjang masa. Saham-saham teknologi juga mendorong Nasdaq naik ke posisi tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Bursa-bursa di Asia kompak menguat pagi hari ini didorong sentimen rekor Wall Street semalam. Bursa saham Jepang memimpin penguatan pagi ini.
 
Berikut situasi di bursa-bursa regional di pagi hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 18,00 poin (0,82%) ke level 2.201,07. 
  • Indeks Hang Seng menguat 193,79 poin (0,81%) ke level 24.000,14. 
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 173,37 poin (1,12%) ke level 15.623,00. 
  • Indeks Straits Times bertambah 25,93 poin (0,82%) ke level 3.197,99.
sumber: detik.com

Bursa Global dan Regional Beri Sentimen Positif

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil rebound tipis 16 poin meski banyak aksi jual di saham-saham unggulan. Sayangnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak bernasib sama.
Menutup perdagangan, Rabu (27/11/2013), IHSG naik 16,228 poin (0,38%) ke level 4.251,489. Sementara Indeks LQ45 menguat 4,284 poin (0,61%) ke level 704,497.
Indeks Dow Jones dan S&P 500 di pasar saham Wall Street kembali menembus rekor tertingginya sepanjang masa. Saham-saham teknologi juga mendorong Nasdaq naik ke posisi tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 24,53 poin (0,15%) ke level 16.097,33. Indeks S&P 500 bertambah 4,48 poin (0,25%) ke level 1.807,23. Indeks Komposit Nasdaq melaju 27,001 poin (0,67%) ke level 4.044,75.
Hari ini menguatnya bursa global dan regional diperkirakan bisa memberikan sentimen positif bagi IHSG. Meski demikian tetap waspada adanya pembalikan arah atas tekanan jual dari investor asing.
 
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 176,65 poin (1,12%) ke level 15.626,28. 
  • Indeks KOSPI naik 12,09 poin (0,60%) ke level 2.040,90. 
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
 
Trust Securities
Pasca terjadinya aksi jual besar-besaran karena menanggapi negatif makin melemahnya nilai tukar Rupiah, kali ini laju IHSG dapat berbalik kembali menguat. Pelaku pasar memanfaatkan menghijaunya bursa saham AS setelah dirilis kenaikan building permits dan home prices index. Akan tetapi, kami melihat menghijaunya laju IHSG tersebut belumlah mengkonfirmasi penguatan yang kuat karena bila dilihat secara intraday perdagangan, laju IHSG masih cenderung mengalami pelemahan. Selain itu, yang lebih menarik ialah penguatan tersebut terjadi ketika laju Rupiah menjauhi level support yang seharusnya dapat terjaga. Laju bursa saham China dan sekitar; adanya nett buy asing; serta pembukaan pasar saham Eropa yang positif turut memberikan sentimen positif pada IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4272,43 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4220,05 (level terendahnya) di mid sesi 2 dan berakhir di level 4251,49. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Kamis (28/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4219-4238 dan resistance 4284-4296. Berpola menyerupai homing pigeon mendekati lower bollinger bands (LBB). MACD kembali menurun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mencoba bertahan dari downreversal. Laju IHSG meskipun masih dalam tren pelemahannya namun, dapat bertahan di kisaran target support (4215-4225). Diharapkan level 4219-4220 dapat menjaga ketahanan support agar IHSG tidak kembali mengalami pelemahan. Tetapi, tetap perlu mewaspadai adanya potensi pembalikan arah.
 
KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup naik +16.23 poin (+0.38%) ke 4,251.49 dengan jumlah transaksi sebanyak 10.1 juta lot atau setara dengan Rp4.8 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.05%), sektor basic-industries (+0.25%), sektor construction and property (+1.11%), sektor consumer goods (+0.83%), sektor finance (-0.45%), sektor infrastructure (+2.58%), sektor mining (-1.03%), sektor misc-industries (-0.03%), dan sektor trade (-0.12%).
Tercatat sebanyak 117 saham mengalami penguatan, 115 saham mengalami penurunan, 106 saham tidak mengalami perubahan dan 147 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. TLKM (+4.94%), PGAS (+6.18%), UNVR (+2.69%), SMGR (+2.38%), dan TSPC (+9.40%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BMRI (-1.95%), BBRI (-1.35%), EXCL (-5.39%), KLBF (-2.38%), dan ICBP (-2.44%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp129 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBCA, AALI, BMRI, SMGR, dan TLKM. Mata uang Rupiah terdepresiasi 11,886 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin sangat terbatas, di mana volume semakin menurun, sedangkan stochastic berpeluang goldencross, namun MACD semakin terbatas, sehingga untuk hari ini kami perkirakan masih naik terbatas. Dengan support 4,191 dan resistance 4,498. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: ASRI, MAIN, MNCN. (detik.com)

Lagi, Dow Jones dan S&P Cetak Rekor Tertinggi

New York -Indeks Dow Jones dan S&P 500 di pasar saham Wall Street kembali menembus rekor tertingginya sepanjang masa. Saham-saham teknologi juga mendorong Nasdaq naik ke posisi tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Penguatan saham teknologi dipimpin oleh Apple Inc yang tumbuh 2,4% ke level US$ 545,96, posisi tertingginya sejak Januari tahun ini. Indeks sektor teknologi sudah naik hampir 21% sejak awal tahun.
"Kita melihat adanya rotasi di sektor teknologi, mengejar ketinggalan atas penguatan pasar secara keseluruhan," ujar Frank Davis, direktur penjualan dan perdagangan dari LEK Securities di New York, seperti dikutip Reuters, Kamis (28/11/2013).
Secara keseluruhan volume perdagangan cukup tipis dengan hanya 4,37 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Banyak pialang yang meliburkan diri menyambut hari raya Thanksgiving holiday. Kamis ini pasar saham AS akan tutup, sedangkan Jumat besok tutup lebih awal pada jam 13.00 waktu setempat.
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 24,53 poin (0,15%) ke level 16.097,33. Indeks S&P 500 bertambah 4,48 poin (0,25%) ke level 1.807,23. Indeks Komposit Nasdaq melaju 27,001 poin (0,67%) ke level 4.044,75. (detik.com)