korea by dewanti

Thursday, January 30, 2014

Trust Securities: Waspadai Pembalikan Arah IHSG

Jakarta -IHSG kembali masih meneruskan laju positifnya. Pelaku pasar memanfaatkan positifnya laju bursa saham AS dan Eropa serta sentimen positif dari penguatan sejumlah mata uang emerging market setelah bank sentral India menaikkan RBI rate dan kenaikan suku bunga Turki. Harapan kami agar IHSG tidak melemah dalam setelah utang gap 4270-4293 belum tertutup sempurna pun kembali terlampaui. Saham-saham konsumer, infrastruktur, dan perkebunan menjadi incaran pelaku pasar seiring persepsi peningkatan curah hujan saat ini dapat memberikan tambahan manfaat, baik langsung maupun tidak langsung terhadap sektor-sektor tersebut. Positifnya penilaian Morgan Stanley dan laju Rupiah yang terapresiasi memberi obat kuat bagi IHSG untuk bertahan menghijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4432,35 (level tertingginya) jelang preclosing dan menyentuh level 4355,93 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4417,35. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Kamis (30/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4349-4389 dan resistance 4428-4448. Berpola menyerupai three inside up di atas middle bollinger bands (MBB). MACD downtrend terbatas dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic downreversal terbatas. IHSG berhasil melampaui kisaran target resisten (4349-4368) dan hampir menutupi sempurna utang gap 4360-4437. Diharapkan IHSG masih diberi kesempatan untuk menutup sempurna utang gap tersebut sehingga memiliki peluang untuk menuju utang gap berikutnya di level 4480-4483. Tetapi, waspadai potensi pembalikan arah jika hal tersebut tidak terjadi. (detik.com)

Semesta Indovest: IHSG Terimbas Pelemahan Wall Street

Jakarta -Bursa AS kembali ditutup melemah pada perdagangan Rabu dengan indeks Dow Jones turun 189,77 poin atau 1,19%, S&P 500 turun 1,02%, dan Nasdaq turun 1,14%. Pelemahan indeks didorong oleh kebijakan the Fed yang tetap melanjutkan tapering menjadi US$ 65 milyar per bulan ditengah masih bergejolaknya emerging market. Saham-saham sector consumer memimpin pelemahan indeks.
Bursa eropa ditutup melemah akibat masih wait and see jelang keputusan the Fed yang akhirnya tetap melanjutkan tapering US$ 10 milyar yang kedua. Indeks FTSE turun 0,43%, CAC turun 0,68%, DAX turun 0,75%.
Bursa Indonesia hari ini diperkirakan akan kembali bergerak melemah terimbas pelemahan bursa Wallstreet dan regional. Disamping itu indeks EIDO juga turun 0,53%. Namun pelemahan harga dapat dimanfaat investor untuk kembali masuk mengingat masih kuatnya minat beli pelaku pasar ketika sentiment positif datang. Investor dapat melakukan Buy on Weakness pada saham-saham antara lain BBRI, SMGR, WSKT, ASRI, SMRA.
 
Indonesia News Highlight
• Pan Brothers Raih Rp1 T Hasil PUT 3
• SMGR Buka Pabrik di Myanmar
• DEWA Jamin Utang Anak Usaha US$92,8 Juta
• MNC Kapital Resmi Masuk Bank ICB Bumiputera
 
Trading Counter – Technical Analysis
• BBRI - Buy on Weakness (S1= 8.175, R1= 8.400)
• SMGR – Buy on Weakness (S1= 14.100, R1= 14.500)
• WSKT – Buy on Weakness (S1= 520, R1= 550)
• ASRI – Buy on Weakness (S1= 510, R1= 530)
• SMRA – Buy on Weakness (S1=905, R1= 930)
 
sumber: detik.com

The Fed Pangkas Stimulus Lagi, Wall Street Langsung Jatuh

New York - Saham-saham di Wall Street berakhir anjlok dan menyentuh titik terendahnya tahun ini setelah The Federal Reserve berencana kembali mengurangi stimulus meski di tengah gejolak ekonomi negara-negara berkembang.
Dengan koreksi yang tajam itu, Indeks S&P 500 sudah jatuh 4% bulan ini, koreksi paling tajam sejak Mei 2012. Investor sudah mengantisipasi hal ini karena S&P 500 sudah naik 30% di 2013.
Perdagangan langsung bergerak fluktuatif setelah bank sentral AS mengumumkan rencana pengurangan stimulus sebesar US$ 10 miliar tiap bulan. Sembilan dari 10 sektor di S&P 500 berakhir di zona merah.
The Fed menilai perkembangan ekonomi AS yang terus membaik membuat bank sentral sepakat untuk mulai mengurangi stimulusnya. Namun beberapa investor menilai langkah The Fed ini berisiko tinggi karena saat ini sedang ada gejolak di negara-negara berkembang.
"Investor berharap The Fed bisa merespons gejolak yang terjadi baru-baru ini dan mendukung mereka," kata Jack Ablin, kepala investasi dari BMO Private Bank di Chicago, dikutip Reuters, Kamis (30/1/2014).
The Fed masih akan melakukan stimulus pembelian obligasi namun jumlahnya hanya menjadi US$ 65 juta per bulan mulai Februari, turun dari sebelumnya US$ 75 miliar. Ini merupakan kebijakan terakhir Gubernur The Fed Ben Bernanke sebelum menyerahkan jabatan ke Janet
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones anjlok 189,77 poin (1,19%) ke level 15.738,79. Indeks S&P 500 kehilangan 18,30 poin (1,02%) ke level 1.774,20. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 46,53 poin (1,14%) ke level 4.051,43. (detik.com)