korea by dewanti

Wednesday, February 12, 2014

Kiwoom Securities: Sentimen AS Beri IHSG Dukungan

Jakarta -Cukup positifnya Dow Jones dan bursa dunia setelah dilanjutkannya kebijakan utang dan pengurangan stimulus dapat memberikan dukungan. IHSG bergerak naik di tengah berlanjutnya minat beli asing kemarin. Adanya level psikologis 4,500 dapat menghambat kenaikan atau sebaliknya. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di area yang positif hari ini.
 
BBKP – Pinjaman Bilateral
PT Bank Bukopin (BBKP) menerima pinjaman bertenor 10 tahun senilai US$ 50 Juta dari Agence Francaise dr Development (AFD) yang akan digunakan untuk menyalurkan pinjaman untuk proyek renewable energy di Indonesia. AFD adalah suatu institusi keuangan dari Prancis dengan tujuan untuk mengurangi kemiskinan dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Negara-negara berkembang.
 
DSSA – Mendirikan PT DSSP Power Mas Utama
PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mendirikan unit usaha baru, PT DSSP Power mas Utama (DSSP-PMU) yang bergerak di bidang perdagangan, pembangunan, industri dan jasa pada 7 Februari 2014. Manajemen DSSA mengungkapkan DSSP-PMU akan berada dibawah anak usaha DSSA, PT DSSE Energi Mas Utama. Modal dasar DSSP-PMU sebesar Rp 1 Triliun terbagi atas 1 juta lembar saham sedangkan modal ditempatkan dan disetor DSSP-PMU sebesar Rp 370.7 Miliar yang terdiri atas 370.700 lembar saham. Adapun komposisi pemegang saham DSSP-PMU terdiri dari DSSA sebagai pemilik dari 10 lembar saham dan PT DSSE Energi Mas Utama sebagai pemilik dari 370.690 lembar saham.
 
GIAA – Mengembangkan bandara internasional di Bintan
PT Garuda Indonesia (GIAA) membentuk bisnis dengan Gallant Venture Ltd, unit usaha Grup Salim. Kedua pihak akan mengembangkan hub turis dan penerbangan di Pulau Bintan, Riau. Tahap awal, Gallant akan mengeluarkan dana sekitar Rp 2.87 Triliun dan GIAA akan mempromosikan pulau Bintan sebagai tujuan turis internasional. GIAA dan Gallant akan mengembangkan bandara internasional dengan lahan yang cukup untuk pengembangan bandara dengan multiterminal dan dua landasan pacu. Terminal di bandara akan dihubungkan dengan terminal kapal feri yang melayani penumpang Singapura dan Batam dari atau ke Bandara Bintan. Selain itu, kedua pihak berencana membangun pusat perawatan pesawat di Bintan mulai 2Q 2014.
 
KLBF – Persiapan MEA
PT Kalbe Farma (KLBF) berencana meningkatkan kapasitas produksi sekitar 10% hingga 15% atas produk-produk farmasi yang diperkirakan mampu bersaing dengan beberapa Negara tetangga untuk mengantisipasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015. Tahun lalu KLBF membukukan kenaikan pendapatan sekitar 17%Yoy menjadi Rp 16 Triliun Vs Rp 13.63 Triliun pada 2012 lalu.Jakarta -Cukup positifnya Dow Jones dan bursa dunia setelah dilanjutkannya kebijakan utang dan pengurangan stimulus dapat memberikan dukungan. IHSG bergerak naik di tengah berlanjutnya minat beli asing kemarin. Adanya level psikologis 4,500 dapat menghambat kenaikan atau sebaliknya. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di area yang positif hari ini.
 
BBKP – Pinjaman Bilateral
PT Bank Bukopin (BBKP) menerima pinjaman bertenor 10 tahun senilai US$ 50 Juta dari Agence Francaise dr Development (AFD) yang akan digunakan untuk menyalurkan pinjaman untuk proyek renewable energy di Indonesia. AFD adalah suatu institusi keuangan dari Prancis dengan tujuan untuk mengurangi kemiskinan dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Negara-negara berkembang.
 
DSSA – Mendirikan PT DSSP Power Mas Utama
PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mendirikan unit usaha baru, PT DSSP Power mas Utama (DSSP-PMU) yang bergerak di bidang perdagangan, pembangunan, industri dan jasa pada 7 Februari 2014. Manajemen DSSA mengungkapkan DSSP-PMU akan berada dibawah anak usaha DSSA, PT DSSE Energi Mas Utama. Modal dasar DSSP-PMU sebesar Rp 1 Triliun terbagi atas 1 juta lembar saham sedangkan modal ditempatkan dan disetor DSSP-PMU sebesar Rp 370.7 Miliar yang terdiri atas 370.700 lembar saham. Adapun komposisi pemegang saham DSSP-PMU terdiri dari DSSA sebagai pemilik dari 10 lembar saham dan PT DSSE Energi Mas Utama sebagai pemilik dari 370.690 lembar saham.
 
GIAA – Mengembangkan bandara internasional di Bintan
PT Garuda Indonesia (GIAA) membentuk bisnis dengan Gallant Venture Ltd, unit usaha Grup Salim. Kedua pihak akan mengembangkan hub turis dan penerbangan di Pulau Bintan, Riau. Tahap awal, Gallant akan mengeluarkan dana sekitar Rp 2.87 Triliun dan GIAA akan mempromosikan pulau Bintan sebagai tujuan turis internasional. GIAA dan Gallant akan mengembangkan bandara internasional dengan lahan yang cukup untuk pengembangan bandara dengan multiterminal dan dua landasan pacu. Terminal di bandara akan dihubungkan dengan terminal kapal feri yang melayani penumpang Singapura dan Batam dari atau ke Bandara Bintan. Selain itu, kedua pihak berencana membangun pusat perawatan pesawat di Bintan mulai 2Q 2014.
 
KLBF – Persiapan MEA
PT Kalbe Farma (KLBF) berencana meningkatkan kapasitas produksi sekitar 10% hingga 15% atas produk-produk farmasi yang diperkirakan mampu bersaing dengan beberapa Negara tetangga untuk mengantisipasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015. Tahun lalu KLBF membukukan kenaikan pendapatan sekitar 17%Yoy menjadi Rp 16 Triliun Vs Rp 13.63 Triliun pada 2012 lalu.(detik.com)

Trust Securities: Bursa Global Beri Sentimen Positif

Jakarta -IHSG mampu keluar dari perkiraan pelemahan meski berjalan sideways sepanjang sesi setelah terimbas positifnya laju bursa saham Asia yang terpengaruh dari masih hijaunya laju bursa saham AS seiring masih adanya rilis beberapa kinerja dan berita dari para emiten. Di sisi lain, menguatnya sejumlah harga komoditas global dan rilis penilaian positif JP Morgan terhadap emiten perbankan dan pasar saham China memberi imbas positif pada laju bursa saham Asia dan IHSG pun memanfaatkannya dengan berbalik menghijau dari perdagangan sebelumnya. Saham-saham komoditas dan keuangan pun berterbangan meski dibatasi oleh pelemahan pada sektor perdagangan, konsumer, dan infrastruktur. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4475,15 (level tertingginya) di pertengahan sesi 1 dan menyentuh level 4452,34 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4470,19. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Rabu (12/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4450-4460 dan resistance 4480-4495. Berpola menyerupai bullish harami dekati upper bollinger bands (UBB). MACD naik terbatas dengan histogram positif yang sedikit memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba untuk kembali upreversal. IHSG hampir mendekati kisaran target resisten (4478-4521) sehingga kembali memunculkan aura positif. Diharapkan laju bursa saham global masih dapat memberikan sentimen positif sehingga IHSG pun diharapkan dapat bertahan di zona hijaunya.(detik.com)

Semesta Indovest: IHSG Dapat Kembali Menguat

Jakarta -Bursa Wallstreet kembali rally dengan indeks Dow Jones ditutup naik 192,98 poin atau 1,22%, S&P 500 naik 1,11%, dan Nasdaq naik 1,03%. Penguatan indeks didorong oleh pidato Janet Yellen yang mengatakan the Fed akan melanjutkan kebijakan stimulus yang akomodatif untuk mendorong perekonomian, menurutnya, pemulihan sector tenaga kerja masih jauh dari selesai. Saham United Technologies memimpin penguatan indeks.
Bursa eropa ditutup menguat terimbas pidato Janet Yellen yang akan meneruskan kebijakan stimulis. Indeks FTSE naik 1,23%. DAX naik 2,03%, CAC naik 1,09%.
Bursa Indonesia diperkirakan dapat kembali bergerak menguat ditopang oleh masih kuatnya minat beli investor, baiknya laporan kinerja emiten FY2013 dapat menjadi katalis kenaikan indeks. Indeks EIDO naik 3,67%. Saham-saham yang dapat diperhatikan hari ini antara lain BKSL, CTRA, ADRO, ANTM, LSIP.
 
Indonesia News Highlight
• BSD Resmi Kuasai Episentrum Walk
• Laba OCBC NISP Tumbuh 25%
• PGAS siapkan bangun kilang minyak di Indonesia Timur
• Laba Mandiri Rp18,2 T naik 17,4%
 
Trading Counter – Technical Analysis
• BKSL - Trading Buy (S1= 162, R1 = 169)
• CTRA – Trading Buy (S1= 930, R1 = 1.020)
• ADRO – Trading Buy (S1= 920, R1 = 960)
• ANTM – Trading Buy (S1= 1.020, R1 = 1.050)
• LSIP – Trading Buy (S1= 1.760, R1 = 1.800)
sumber:detik.com