korea by dewanti

Wednesday, March 19, 2014

Saham IPO Produsen Layar iPad dan iPhone Langsung Anjlok 15%

Jakarta -Saham perdana Japan Display, raksasa produsen layar smartphones dan komputer tablet, anjlok 15% mengawali perdagangan di Bursa Tokyo. Sahamnya jatuh ke kisaran 769 yen (Rp 76.900) per lembar.
Padahal harga saat penawaran adalah sebesar 900 yen (Rp 90.000). Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (19/3/2014), sahamnya menyentuh titik terendah itu sekitar setengah jam setelah pembukaan perdagangan.
Supplier utama Apple Inc. ini meraup dana hingga US$ 3,2 miliar (Rp 32 triliun) dalam aksi korporasi ini. Ini merupakan IPO terbesar kedua di Jepang setelah tahun lalu produsen makanan dan minuman Suntory dengan nilai US$ 3,9 miliar di 2013.
Sebanyak 213,9 juta lembar saham akan dilepas saat IPO. Japan Display dibentuk pada 2012 melalui merger beberapa perusahaan, yaitu Hitachi, Toshiba dan unit LCD Sony yang selalu merugi.
Merger ini dilakukan demi melawan kompetisi di industri layar ponsel dan tablet dengan pesaing dari Korea Selatan dan Taiwan.
Innovation Network Corp. of Japan, yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemerintah Jepang, menguasai 70% saham perusahaan hasil merger tersebut. Sedangkan tiga raksasa elektronik itu masing-masing 10%.
Sepertiga dari omzet Japan Display berasal dari kerjasama dengan Apple, sementara sisanya dari hasil memasok layar ke Samsung dan Microsoft. (detik.com)

Wall Street Bisa Positif Meski Ukraina Masih Memanas

New York -Pasar saham Wall Street mampu naik cukup tinggi meski diterpa sentimen negatif Rusia yang berencana mengklaim Crimea lepas dari Ukraina. Investor fokus ke pertemuan dua hari The Fed.
Presiden Rusia Vladimir Putin sudah mengklaim Crimea menjadi bagian dari Russia. Hal ini memicu ketegangan dengan negara-negara Barat yang menuduh Rusia melakukan tindakan ilegal.
Tapi Putin menegaskan ia tidak berniat untuk membuat perpecahan lebih besar di Rusia. Kepala Ekonomi Rockwell Global Capital, Peter Cardillo, mengatakan berita-berita dari Ukraina ini sudah bisa ditebak.
"Jadi pasar tidak lagi khawatir akan hal ini," katanya seperti dikutip AFP, Rabu (19/3/2014).
Investor justru fokus ke pertemuan dua hari The Federal Reserve yang akan digelar mulai Rabu ini. Kebijakan bank sentral AS itu akan punya peran penting dalam menentukan arah bursa saham Paman Sam.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones menguat 88,97 poin (0,55%) ke level 16.336,19. Indeks S&P 500 naik 13,42 poin (0,72%) ke level 1.872,25. Sedangkan Indeks Komposit Nasdaq melonjak 53,36 poin (1,25%) ke level 4.333,31. (detik.com)

Produsen Layar iPad dan iPhone Jual Saham Rp 32 Triliun di Bursa Tokyo

Jakarta -Japan Display, raksasa produsen layar smartphones dan komputer tablet, hari ini menggelar penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) di Bursa Tokyo. Supplier utama Apple Inc. ini meraup dana hingga US$ 3,2 miliar (Rp 32 triliun).
Seperti dikutip dari AFP, Rabu (19/3/2014), ini merupakan IPO terbesar kedua di Jepang setelah tahun lalu produsen makanan dan minuman Suntory dengan nilai US$ 3,9 miliar di 2013.
Pekan lalu, Japan Display menawarkan harga saham perdana di harga 900 yen (Rp 90.000) per lembar. Ini merupakan titik terbawah dari rentang harga yang ditawarkan, yaitu 900-1.100 yen per lembar.
Sebanyak 213,9 juta lembar saham akan dilepas saat IPO. Japan Display dibentuk pada 2012 melalui merger beberapa perusahaan, yaitu Hitachi, Toshiba dan unit LCD Sony yang selalu merugi.
Merger ini dilakukan demi melawan kompetisi di industri layar ponsel dan tablet dengan pesaing dari Korea Selatan dan Taiwan.
Innovation Network Corp. of Japan, yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemerintah Jepang, menguasai 70% saham perusahaan hasil merger tersebut. Sedangkan tiga raksasa elektronik itu masing-masing pegang 10%.
Sepertiga dari omzet Japan Display berasal dari kerjasama dengan Apple, sementara sisanya dari hasil memasok layar ke Samsung dan Microsoft. (detik.com)