korea by dewanti

Friday, March 21, 2014

Sudah Jatuh Dalam, IHSG Berpotensi Menguat

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlabuh di zona merah dan meninggalkan level 4.800. Aksi jual membuat IHSG jatuh cukup dalam. nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang dibuka di posisi Rp 11.390 per dolar AS jatuh hingga Rp 11.440.
Pada perdagangan Kamis (20/3/2014), IHSG ditutup di level 4.698,97 atau berkurang 122 poin (2,54%).
Saham-saham di bursa Wall Street AS berhasil rebound atau kembali bangkit, setelah sehati sebelumnya jatuh akibat rencana moneter yang diumumkan bank sentral AS The Fed. Pelaku pasar kembali bergairah dengan positifnya perkembangan data ekonomi.
Pada perdagangan Kamis waktu setempat, indeks Dow Jones berhasil naik 108,88 poin (0,67%) ke level 16.331,05. Indeks S&P500 naik 11,24 poin (0,6%) ke level 1.872,01. Sementara indeks Nasdaq naik 11,68 poin (0,27%) ke level 4.319,29.
Hari ini IHSG bisa naik setelah terpuruk cukup dalam kemarin. Investor berpotensi kembali masuk pasar dan menyasar saham-saham yang secara valuasi sudah murah.
 
Berikut sejumlah analisis soal pergerakan saham hari ini:
 
Mandiri Sekuritas
Pasar saham AS berbalik arah menguat, setelah rilis data ekonomi Paman Sam dirilis membaik. Dini hari tadi, indeks saham Dow Jones Industrial Avg menguat sebesar +0,67% dan S&P500 naik sebesar +0,60%.
Dari pasar Asia, indeks di beberapa negara terkemuka dibuka mixed. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh Nikkei 225 di Jepang yang turun -1,65%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan dibuka menguat +0,55%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas ditutup melemah. Harga minyak mentah WTI terkoreksi -0,95% ke US$99,43 per barel. Sementara harga emas Comex turun -0,82% ke posisi US$1330,50 per troy ounce.
Dari dalam negeri, indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin dilanda aksi ambil untung (profit taking), dan keluarnya dana asing. Hal itu menyebabkan IHSG dan nilai tukar rupiah jatuh cukup dalam. Pada perdagangan hari ini, investor berpotensi kembali masuk ke pasar dan menyasar saham-saham yang secara valuasi sudah murah.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, IHSG diperdagangkan diatas EMA 200 hari. IHSG cenderung membukukan penguatan, setelah kemarin terjadi penurunan signifikan. Support IHSG berada di level 4.660 dan resistance di angka 4.800.
 
Trust Securities
Pada perdagangan Jumat (21/3) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.670-4.685 dan resisten 4.712-4.728. Three inside down dekati middle bollinger band (UBB). MACD cenderung turun dengan histogram positif yang turun. RSI, Stochastic, dan William's %R melanjut downtrend.
Laju IHSG gagal bertahan di kisaran support (4.800-4.810) sehingga membuka peluang pelemahan lanjutan. Tetapi, di sisi lain, laju IHSG kembali pada pergerakan normalnya seperti sebelum Jumat (14/3) karena Jokowi Effect. Jika volume beli mulai meningkat dapat dimanfaatkan untuk buy on weakness. (detik.com)

Rupiah Paling Terpuruk di 2013, Tapi Terkuat di 2014

Jakarta - Sepanjang 2013 lalu, Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah menjadi mata uang paling terpuruk di kawasan Asia. Pelemahan atau depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar mencapai 26,27%.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, ada sejumlah hal yang membuat rupiah tertekan tahun lalu. Salah satunya adalah tingginya defisit transaksi berjalan (current account deficit), akibat neraca perdagangan perdagangan defisit. Tingginya kebutuhan impor, khususnya BBM, membuat kebutuhan dolar dalam negeri naik.
Belum lagi dari luar negeri, ada sentimen negatif akibat rencana bank sentral AS yaitu Federal Reserves atau The Fed mengurangi paket stimulusnya. Ini membuat dana-dana asing dari negara berkembang ditarik, termasuk di Indonesia. Bahkan pada pertengahan 2013 lalu, tepatnya di Juni, dana asing dari surat berharga negara (SBN), sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan saham keluar Rp 40,01 triliun.
"Keriting saya dan teman-teman dewan gubernur, namun setelah kami mendalami dan melakukan antisipasi, surat utang kita kembali dibeli meski dengan bunga tinggi. Sepanjang tahun 2013 penuh tantangan," kata Agus saat pertemuan dengan sejumlah pimpinan media di kantornya, Jakarta, Kamis (20/3/2014).
 
Pada 2013 lalu, nilai tukar rupiah menjadi yang terbesar persentase pelemahannya terhadap dolar AS. Berikut daftar pergerakan nilai tukar di Asia terhadap dolar AS tahun lalu:
  • Rupiah: melemah 26,27%
  • Yen: melemah 21,4%
  • Ringgit: melemah 7,2%
  • Baht: melemah 7,17%
  • Peso Filipina: melemah 8,19%
  • Dolar Singapura: melemah 3,44%
  • Won: menguat 1,29%
  • Yuan: menguat 2,83%
  • Rupee: melemah 13,06%
"Namun di awal 2014, capital inflows (aliran dana asing masuk) terjadi dan ada pelepasan devisa oleh eksportir yang mendorong rupiah menguat paling tajam," jelas Agus.
 
Berikut daftar pergerakan nilai tukar di Asia terhadap dolar AS pada Januari-14 Maret 2014:
  • Rupiah: menguat 6,99%
  • Yen: menguat 3,68%
  • Ringgit: menguat 0,09%
  • Baht: menguat 1,89%
  • Peso Filipina: melemah 0,63%
  • Dolar Singapura: menguat 0,01%
  • Won: melemah 1,86%
  • Yuan: melemah 2,28%
  • Rupee: menguat 1,17%
sumber: detik.com

Wall Street Bangkit dari Zona Merah

New York -Saham-saham di bursa Wall Street AS berhasil rebound atau kembali bangkit, setelah sehati sebelumnya jatuh akibat rencana moneter yang diumumkan bank sentral AS The Fed. Pelaku pasar kembali bergairah dengan positifnya perkembangan data ekonomi.
Pada perdagangan Kamis (20/3/2014), indeks Dow Jones berhasil naik 108,88 poin (0,67%) ke level 16.331,05. Indeks S&P500 naik 11,24 poin (0,6%) ke level 1.872,01. Sementara indeks Nasdaq naik 11,68 poin (0,27%) ke level 4.319,29.
Sejumlah pelaku pasar memang sempat ragu-ragu untuk mengambil posisi karena sinyal yang belum jelas dari Gubernur The Fed Janet Yellen terkait rencananya menaikkan suku bunga.
Dikutip dari AFP, Jumat (21/3/2014), ada sejumlah data ekonomi yang menggairahkan pasar, seperti data pengangguran dan indeks manufaktur. Data ekonomi terakhir di AS memang menunjukkan pelambatan, namun tetap emmiliki tren positif ke depannya. (detik.com)