korea by dewanti

Tuesday, March 25, 2014

Woori Korindo: IHSG Menguat Terbatas

Jakarta -IHSG berhasil melakukan rebound terbatas pada hari Senin (24/3) dengan gain sebesar 0.43% di 4,720.420. Kinerja positif saham big cap yang menjadi index mover antara lain: TLKM, BMRI, BBRI, INTP, LPPF didukung oleh transaksi asing net buy yang mengalami kenaikan menjadi Rp 260 miliar. Tiga sektor berhasil menjadi top gainers antara lain: Basic Industry (1.66%), Infrastructure (1.03%), dan Trade (0.88%). Sebanyak 163 saham ditutup menguat, 127 saham melemah, dan 105 tidak berubah. Pergerakan hari Senin minim sentimen sehingga volume transaksi cukup tipis yakni 4.10 miliar lembar saham.
Pada hari Selasa (25/3), IHSG diprediksi akan kembali bergerak dalam range 4,677 dan resistance di 4,808 dan berpeluang untuk menguat terbatas terkait potensi teknikal rebound atas setelah penurunan harga sebelumnya. Secara umum diperkirakan para pelaku pasar (terutama asing) masih akan melakukan aksi wait and see terkait jadwal perilisan data-data makro ekonomi penting di minggu ini utamanya dari AS. IHSG kemarin bergerak disekitar middle bolinger di 4,690 dan berpeluang bertahan diatas posisi tersebut. MACD masih berpeluang bearish dengan histogram negatif yang memanjang, RSI netral, MFI masih down reversal.
 
Cermati saham berikut:
BUY: BBRI, BEST, CPIN, TLKM, INTP
TRADE: BSDE, KLBF, MPPA
 
US Market:
Bursa saham AS kembali melanjutkan pergerakan menurun pada hari Senin (24/3) yang utamanya terjadi pada sesi kedua. Dow Jones turun -0.16% ke 16,276.69, S&P 500 turun -0.49%, dan NASDAQ mengalami koreksi terdalam -1.18%. Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh jatuhnya harga saham sejumlah perusahaan besar seperti Facebook, Google, Tesla Motors, dan Netflix setelah valuasi tinggi sebelumnya. Data PMI manufakstur AS mengalami penurunan ke 55.5 dari konsensus 56.6.
 
European Market:
Indeks saham utama Eropa ditutup di zona merah pada akhir perdagangan Senin (24/2). DAX menjadi top loser -1.65% di 9,188.77, CAC 40 -136% di 4,276.34, dan FTSE 100 -0.56% di 6,520.39. Sentimen eksternal masih mempengaruhi jalannya perdagangan dan terutama berasal dari penurunan data PMI manufaktur China ke 48.1 dari 48.5 sebelumnya, serta ketegangan di Ukraina. (detik.com)

Mandiri Sekuritas: IHSG Masih Ada Potensi Rebound

Jakarta -Pasar saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan pelemahan seiring koreksi yang dialami saham-saham teknologi. Dini hari tadi, indeks saham Dow Jones Industrial Avg terkoreksi -0,16% dan S&P500 turun -0,49%.
Dari pasar Asia, indeks di beberapa negara terkemuka dibuka melemah. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh Nikkei 225 di Jepang yang turun -1,06%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan dibuka melemah -0,40%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas ditutup mixed. Harga minyak mentah WTI terapresiasi +0,14% ke US$99,60 per barel. Sementara harga emas Comex turun -1,89% ke posisi US$1311,20 per troy ounce.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mulai menyiapkan strategi dalam mengatasi efek akan dinaikkannya suku bunga acuan AS. Di sisi lain, kalangan investor juga menanti rilis data ekonomi Indonesia, yang sedianya akan diumumkan pekan depan.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, IHSG diperdagangkan diatas EMA 200 hari. Indeks koreksi beberapa hari dan ditutup tertahan di support area level 4.700. Potensi rebound masih ada jika indeks tidak break down di level ini.
Indicator stochastic berpotensi membentuk goldencross. Indeks masih berpotensi bergerak mixed to up hari ini untuk menguji resistance di 4.733 dan support di 4.701. Sedangkan rekomendasi teknikal saham untuk hari ini adalah:
 
Ticker Action Target Stoploss
  • JPFA Buy 1.670 1.490
  • CPIN Spec Buy 4.500 4.045
  • TLKM Buy 2.340 2.195
  • UNVR Buy 31.350 28.100
  • BBTN Buy 1.355 1.195
sumber: detik.com

Kiwoom Securities: Pasar Mixed Negatif

Jakarta -Pasar Mixed Negatif. Relatif melemahnya bursa dunia dapat memberikan tekanan. IHSG bergerak naik dan ditutup tepat pada garis diagonal support jangka pendek kemarin. Kemungkinan terjadinya rebound atau koreksi lanjutan memiliki peluang yang sama. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak mixed di kisaran yang negatif hari ini.
 
Coal Sector – Penambang wajib mengolah batubara
Kementerian ESDM telah menyelesaikan pembahasan revisi PP No 23/2010, terutama tentang spesifikasi pengolahan batubara. Targetnya aturan ini mulai berlaku April 2014. Kegiatan penggerusan dan pencucian batubara sebagai bagian dari proses pengolahan batubara akan dihilangkan dan produsen batubara harus mengolah batubara dengan lebih spesifik. Mis: batubara mentah menjadi briket, batubara cair, atau gas. Kementerian ESDM juga akan mengatur insentif bagi pengusaha tambang yang membangun pabrik pencairan batubara atau gasifikasi batubara. ESDM juga akan menerapkan sanksi bagi penambang yang tidak mengolah batubara mulai sanksi administratif, peringatan tertulis, penghentian operasi, hingga pencabutan izin.
 
Property Sector – Penutupan pengembangan lahan industri
Pemerintah daerah Karawang menutup sementara pengembangan lahan untuk kawasan industri di daerah tersebut untuk mempertahankan predikat sebagai lumbung padi nasional dengan mempertahankan lahan pertanian yang ditetapkan seluas 9,700 Ha. Analis Coldwell Banker memperkirakan pengembangan lahan kawasan industri akan bergeser kearah timur, sekitar Subang (Purwakarta) hingga Jawa Tengah. Pengembangan lahan di kawasan industri Cikarang juga terbatas akibat ketersediaan lahan, selain tingginya UMR di Cikarang dan Karawang. Wancana pembangunan pelabuhan baru di Cilamaya juga berpotensi meningkatkan minat pengembang di kawasan Purwakarta. Sementara itu, Kementerian ESDM berencana mewajibkan pelaku industri besar dan kawasan indsustri untuk membangun pembangkit listrik mandiri. Rencananya peraturan pemerintah ini ditargetkan keluar tahun 2014 dan berlaku awal tahun 2015. Aturan tersebut sejalan dengan rencana pemerintah untuk menurunkan subsidi listrik bagi industri besar dan menengah.
 
GIAA – Rights issue
PT Garuda Indonesia (GIAA) berencana menerbitkan 3.22 miliar saham baru (12.48% saham) melalui proses rights issue. Dengan harga penawaran saham baru Rp 460 per saham dan GIAA akan meraih dana Rp 1.48 Triliun. Rasio rights issue 701,409:100,000. Manajemen GIAA mengungkapkan akan menggunakan dana hasil rights issue untuk membeli armada pesawat baru. Selain untuk membeli pesawat, dana hasil rights issue akan digunakan GIAA untuk membayar pre delivery payment (PDP) pesawat dan kebutuhan belanja modal.
 
TPIA – Kinerja 2013
PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) membukukan laba bersih US$ 9.68 Juta Vs rugi bersih US$ 87.39 Juta pada 2012 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 9.7%Yoy menjadi US$ 2.51 Miliar tahun lalu Vs US$ 2.28 Miliar pada 2012. TPIA membukukan kenaikan laba kotor sebesar 330.2%Yoy menjadi US$ 98.04 Juta tahun lalu Vs US$ 22.79 Juta pada 2012 karena beban pokok produksi hanya naik sebesar 6.4%Yoy tahun lalu menjadi US$ 2.41 Miliar. (detik.com)