korea by dewanti

Monday, April 21, 2014

Anak Usaha Tambang Grup Bakrie Teken Kerjasama dengan Perusahaan Tiongkok

Jakarta -PT Dairi Prima Mineral, anak perusahaan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) telah menandatangani kontrak Engineering, Procurement & Construction (EPC) dengan China Nonferrous Metal Industry's Foreign Engineering & Construction Co, Ltd (NFC) untuk membangun cadangan seng & timah hitam yang dioperasikan oleh Dairi di Sumatera Utara.
Kontrak EPC tersebut merupakan kelanjutan dari perjanjian kerjasama yang ditandatangani oleh kedua belah pihak di bulan Oktober tahun lalu.
Direktur Utama BRMS Suseno Kramadibrata mengatakan, kerjasama tersebut dilakukan karena NFC berencana untuk membangun infrastruktur dan fasilitas yang dapat memproses 1 juta ton bijih per tahunnya di lokasi tambang yang dioperasikan Dairi. Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat diselesaikan dalam 42 bulan, diakhir tahun 2017.
Seperti yang telah disampaikan di bulan Oktober tahun lalu, NFC akan membantu untuk mendapatkan 85% dari pendanaan yang diperlukan untuk membangun lokasi tambang seng dan timah hitam yang dioperasikan Dairi tersebut. Jumlah pendanaan yang diperlukan akan disampaikan dalam waktu dekat ini.
"Ini merupakan pencapaian yang berarti oleh BRMS. Kami berharap untuk dapat memproduksikan cadangan seng dan timah hitam yang dioperasikan oleh Dairi pada akhir 2017 sehingga dapat menambah nilai bagi para pemegang saham. Kami juga berterimakasih atas dukungan dari perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia yang turut hadir dalam acara penandatanganan kontrak EPC tersebut," kata Suseno dalam keterangan pers yang diterima detikFinance di Jakarta, Senin (21/4/2014).
Acara penandatanganan kontrak EPC tersebut dihadiri Komisaris Utama BRMS Ari Hudaya dan beberapa perusahaan konstruksi lokal di Indonesia. Beberapa perwakilan dari Bank of China, ICBC (Industrial & Commercial Bank of China), dan SINOSURE (China Export & Credit Insurance Corporation) juga hadir dalam acara tersebut.
Sebagai informasi, saham Dairi dimiliki 80% oleh BRMS dan 20% oleh PT Aneka Tambang Tbk. Saat ini, Dairi mengoperasikan tambang seng dan timah hitam di Sumatera Utara dengan jumlah cadangan sebesar 11 juta ton bijih dan jumlah sumberdaya sebesar 25 juta ton bijih. Cadangan mineral tersebut juga memiliki kadar yang cukup tinggi, yaitu 11,5% (seng) dan 6,8% (timah hitam). (detik.com)

Mandiri Sekuritas: Minat Beli Investor Mulai Turun

Jakarta -Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak mixed pada akhir pekan lalu, merespons kinerja emiten di kuartal pertama. Indeks saham Dow Jones Industrial Avg ditutup turun -0,10% dan S&P 500 terapresiasi +0,14%.
Dari pasar Asia, indeks di beberapa negara terkemuka juga dibuka variatif. Kenaikan pasar saham Asia ditunjukkan oleh Nikkei 225 di Jepang yang menguat +0,54%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan dibuka terkoreksi -0,12%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas ditutup bervariasi. Harga minyak mentah WTI naik +0,80% ke US$104,30 per barel. Sementara harga emas Comex melemah -0,61% ke posisi US$1294 per troy ounce.
Dari dalam negeri, fokus investor kini tertuju pada rilis kinerja kuartal pertama perusahaan tercatat (emiten). Di sisi lain, aliran dana asing dan pergerakan nilai tukar rupiah juga akan mempengaruhi kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, IHSG diperdagangkan diatas EMA 200 hari. Indeks konsolidasi dengan kecenderungan menguat dan berhasil menutup gap di 4.906. Indikator RSI di zona overbought kecenderungan minat beli investor semakin menurun. Hari ini indeks berpotensi mixed to down. Indeks akan bergerak dikisaran support 4.885 dan resistance 4.908.(detik.com)

Waterfront Securities: IHSG Konsolidasi

Jakarta -IHSG pada perdagangan Kamis 17 April 2014 ditutup menguat 0,49% pada level 4897. Sektor perkebunan menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp672,83 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Kamis ditutup mix, dipicu oleh laporan keuangan emiten yang lebih baik dari estimasi seperti GE dan Morgan Stanley, berkurangnya kecemasan akan krisis di Ukraina serta laporan kinerja Google dan IBM yang di bawah estimasi. Data initial claims pekan lalu sedikit mengalami kenaikan. Indeks Philadelphia Fed bulan April naik pada level 16,6 dari 9. Wall Street libur pada hari Jumat. Pada pekan ini pasar kembali akan mencermati laporan kinerja emiten Q1 2014 yang akan dirilis pada pekan ini yang diharapkan akan menjadi katalis positif untuk membeli saham. Beberapa emiten yang dijadwalkan akan merilis laporan keuangannya pada pekan ini diantaranya Apple, Microsoft, Netflix, Facebook, McDonaldâАЩs dan AT&T. Pasar juga akan mencermati seberap a besar dampak perlambatan ekonomi China terhadap laporan kinerja emiten AS. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya leading indicators, FHFA housing price index, existing home sales, new home sales, initial claims, durable orders dan Mich Sentiment. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan bergerak mixed. Untuk hari ini IHSG bergerak pada kisaran level 4853-4950. Rekomendasi: BBRI, BBCA, TLKM, LSIP, KLBF, ASII, SSMS.(detik.com)