korea by dewanti

Wednesday, May 7, 2014

Waterfront Securities: IHSG Konsolidasi

Jakarta -IHSG pada perdagangan Selasa 6 Mei 2014 ditutup melemah 0,166% pada level 4834. Sektor perkebunan mengalami pelemahan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp102,4 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah yang terutama dikontribusikan oleh saham sektor internet dan perbankan, akibat tekanan jual pada saham Twitter dan AIG. Sementara itu data defisit neraca perdagangan AS pada bulan Maret menyempit, seiring dengan ekspor yang mengalami kenaikan terbesar dalam sembilan bulan terakhir. Neraca perdagangan AS mengalami defisit USD40,4 miliar, membaik dibandingkan bulan sebelumnya defisit USD41,9 miliar. OECD menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,4% tahun ini dari prediksi sebelumnya yang sebesar 3,6%. Penurunan proyeksi itu seiring dengan perlambatan ekonomi China dan negara-negara berkembang lainnya. Pasar juga mencermati perkembangan politik di Ukraina.adanya kecemasan akan ketidakstabilan kondisi di Ukraina mendorong investor untuk mela kukan aksi profit taking. Rusia mengumumkan rencana untuk memperkuat armada kapal perangnya di Laut Hitam, menyusul tewasnya lebih dari 30 pemberontak pro Rusia. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan bergerak mixed. Untuk hari ini IHSG bergerak pada kisaran level 4815 - 4880. Rekomendasi: TLKM, BBRI, ADRO, KLBF, BMRI, BWPT.(detik.com)

Mandiri Sekuritas: Indeks Menguat Terbatas

Jakarta -Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah setelah rilis kinerja yang mengecewakan dari beberapa perusahaan tercatat (emiten) besar. Indeks saham Dow Jones Industrial Avg ditutup turun -0,78% dan S&P 500 terkoreksi -0,90%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas ditutup bervariasi. Harga minyak mentah WTI menguat +0,30% ke US$99,80 per barel. Sementara harga emas Comex melemah -0,02% ke posisi US$1308,30 per troy ounce.
Dari dalam negeri, investor menanti pengumuman tingkat suku bunga acuan (BI Rate), yang sedianya akan diumumkan Bank Indonesia (BI) pada 8 Mei 2014. Di sisi lain, pasar juga menantikan rilis hasil rekapitulasi pemilihan legislatif yang akan ditetapkan pada 9 Mei 2014.
Sedangkan Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengatakan, IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks berpotensi mixed to up namun masih dalam kisaran terbatas. Hari ini indeks akan menguji resistance terdekat di level 4.860 dan support di 4.814.(detik.com)

Trust Securities: Posisi IHSG Masih Rawan Pelemahan

Jakarta -Seperti yang kami tuliskan sebelumnya dimana dengan posisi IHSG saat ini masih rawan untuk terjadinya pelemahan jika sentimen yang ada terutama dari laju bursa saham global tidak mampu bergerak positif. Nyatanya meski laju bursa saham AS masih dapat menghijau, tidak membuat IHSG mampu bertahan di zona hijaunya. Padahal pasca melemah tajam pada (28/4), laju IHSG belum dapat kembali menyentuh level tertinggi saat tanggal tersebut. Tampaknya pelaku pasar benar-benar menahan diri dan mengurangi aktivitas transaksinya memasuki pekan awal di bulan Mei sehingga volume dan nilai transaksi kian menurun.
Stagnannya laju Rupiah dan liburnya beberapa bursa saham Asia kurang memberi stimulan bagi IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4855,09 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4828,64 (level terendahnya) pada mid sesi 2 dan berakhir di level 4834,47. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Rabu (7/5) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4800-4815 dan resisten 4858-4862. Inverted hammer di bawah middle bollinger band (MBB ). MACD masih bergerak landai dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William's %R kembali cenderung mendatar. Laju IHSG sempat masuk ke dalam kisaran target support (4827-4831) dan juga sempat berada di kisaran target resisten (4852-4874) meski akhirnya tidak mampu bertahan. Posisi IHSG pun masih rawan pelemahan dengan minimnya sentimen yang ada namun, diharapkan pelemahan yang terjadi bersifat terbatas.(detik.com)