korea by dewanti

Wednesday, May 21, 2014

Wall Street Terseret Saham-saham Peritel ke Zona Merah

New York -Pasar saham Wall Street berakhir negatif terseret koreksi saham-saham peritel. Perusahaan-perusahaan ritel ini sudah melaporkan kinerja yang di bawah ekspektasi pasar.
Koreksi yang dalam dialami oleh saham Dick's Sporting Goods (-18%) dan Urban Outfitters (-8,8%). Pelaku pasar juga dikejutkan oleh rencana The Federal Reserve yang berencana menaikkan tingkat suku bunga.
Kepala strategi pasar dari Wunderlich Securities, Art Hogan, mengatakan kondisi bisnis saat ini memerlukan pengetatan suku bunga, dan ini bisa dilakukan kapan saja oleh The Fed.
"Tapi rencana oleh The Fed ini malah menyeret saham-saham hingga jatuh," katanya seperti dikutip AFP, Rabu (21/5/2014).
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones anjlok 137,55 poin (0,83%) ke level 16.374,55. Indeks S&P 500 berkurang 12,25 poin (0,65%) ke level 1.872,83, sementara Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 28,92 poin (0,70%) ke level 4.096,89. (detik.com)

Trust Securities: IHSG Ada Peluang Rebound

Jakarta -Meski terdapat pemberitaan masih baiknya prospek perbankan di tanah air menurut prediksi BI namun, tidak menghalangi aksi jual pelaku pasar sehingga membuat saham-saham perbankan melorot. Tampaknya sesuai dengan perkiraan kami sebelumnya dimana laju IHSG masih menyimpan pelemahan lanjutan setelah eforia ekspektasi deklarasi Capres-Cawapres telah berkurang. Akibatnya menghijaunya bursa saham AS yang berimbas pada laju bursa saham Asia dan masih adanya nett buy asing tidak banyak berpengaruh pada laju IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5010,20 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4865,32 (level terendahnya) di mid sesi 2 dan berakhir di level 4895,96. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Rabu (21/5) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4850-4887 dan resisten 4935-4974. Three outside down dekati middle bollinger band (MBB ). MACD cenderung bergerak turun cenderung death cross dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William's %R menurun. IHSG terpelanting jauh di bawah kisaran target support (4973-4994) sehingga dapat membuka peluang pelemahan lanjutan jika aksi jual masih berlangsung. Tetapi, pola yang pernah terjadi di mana setelah pelemahan tajam biasanya akan dimanfaatkan untuk akumulasi sehingga diharapkan peluang rebound juga dapat terjadi.(detik.com)

Waterfront Securities: IHSG Bergerak Pada Kisaran 4865-4929

Jakarta -IHSG pada perdagangan Selasa 20 Mei 2014 ditutup melemah 2,37% pada level 4895. Pengumuman dari koalisi para partai politik peserta pemilu serta pencanangan capres dan cawapres, tampaknya menimbulkan kekecewaan dan kekhawatiran bagi investor dan sebagai alasan untuk melakukan profit taking disaat valuasi IHSG dianggap sudah mahal. Semua sektor mengalami koreksi dengan pelemahan terbesar pada sektor perkebunan. Namun investor asing masih melakukan net buy senilai Rp508,7 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah yang dipicu oleh laporan keuangan beberapa emiten yang lebih buruk dari estimasi, serta kembali koreksinya saham berkapitalisasi kecil. Investor cenderung mengalihkan investasinya pada aset berpendapatan tetap, karena kekhawatiran akan valuasi saham yang sudah mahal. Tidak adanya data ekonomi signifikan yang akan dirilis membuat tidak adanya katalis yang dapat mendorong indeks mengalami kenaikan signifikan. Sementara itu Presiden Fed New York menyatakan prose s kenaikan suku bunga diperkirakan akan berjalan lambat, tergantung dari perkembangan perekonomian dan bagaimana reaksi pasar keuangan. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan bergerak mixed to up. Untuk hari ini IHSG bergerak pada kisaran level 4865-4929. Rekomendasi: ADHI, KLBF, INCO, ADRO, BBRI, PGAS, WIKA.(detik.com)