korea by dewanti

Thursday, May 22, 2014

Sejak Jokowi Maju Jadi Capres, Dana Asing Sudah Masuk Rp 29 Triliun

Jakarta -Arus dana asing yang masuk lantai bursa cukup besar dalam beberapa pekan terakhir ini. Secara total, dari awal tahun sampai kemarin total dana asing yang masuk mencapai Rp 41,146 triliun.
Jika melihat data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) per 21 Mei kemarin, sejak Jokowi mendeklarasikan dirinya maju sebagai calon presiden (capres) pada Jumat 14 Maret 2014 lalu dana asing sudah masuk sebesar Rp 29 triliun.
Investor asing sepertinya berharap banyak kepada capres Joko Widodo (Jokowi). Pada waktu Jokowi menyatakan siap jadi presiden saja dana asing sebesar Rp Rp 1,45 triliun di pasar reguler dan negosiasi.
Kala itu IHSG ditutup melompat 152,476 poin (3,23%) ke level 4.878,643. Padahal pagi harinya indeks bergerak lesu di zona merah. Sentimen Jokowi Effect itu bahkan membuat dolar manyentuh titik terendahnya di Rp 11.255 per dolar AS.
Sejak saat itu pasar terus menanti calon pendamping Jokowi. Sampai muncul nama Jusuf Kalla dan keduanya menyatakan siap jadi capres dan cawapres pada Senin 20 Mei 2012 lalu, pasar pun menyambut positif di pagi hari, namun terpaksa ditutup negatif di sore harinya setelah ada pengumuman dan pasangan capres lain. (detik.com)

BI: Utang Pemerintah Masih Terkendali

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai utang pemerintah Indonesia masih terkendali, sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Namun untuk sektor swasta, BI akan melakukan pemantauan dengan seksama.
"Kita terus sikapi masalah utang. Tetapi kita harus tahu kalau utang pemerintah itu terus dalam kondisi terkendali. Untuk itu kita tidak perlu kemudian menjadi terlalu khawatir tentang utang luar negeri itu," kata Agus usai Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR, di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Rabu (21/5/2014).
Menurutnya, posisi utang pemerintah saat ini masih dalam batas wajar. Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih di kisaran 24%.
"Utang pemerintah yang sekarang ini cukup terkendali. Sedangkan kalau seandainya dilihat rasio Surat Utang Negara yang dimiliki asing 33-34% itu sudah cukup tinggi, walaupun kita pernah di 2011 sampai 35%," terang dia.
Sedangkan untuk utang swasta, Agus menyebutkan BI juga akan terus memberi perhatian. "BI akan perhatikan masalah utang itu dan akan terus membicarakan dengan para peminjam di dalam negeri baik itu bank, BUMN, maupun swasta," katanya.
Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri Indonesia pada Maret 2014 sebesar US$ 276,5 miliar, tumbuh 8,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Utang ini terdiri dari US$ 130,5 miliar utang publik dan US$ 146 miliar utang swasta.
Laju pertumbuhan utang luar negeri meningkat dibandingkan posisi Februari, yang secara tahunan tumbuh 7,5%. Menurut BI, pertumbuhan utang luar negeri mengalami peningkatan sejak akhir tahun lalu, terutama didorong oleh sektor swasta.
Pada Maret 2014, utang luar negeri swasta tumbuh 12,2% secara tahunan. Lebih tinggi dibandingkan sektor publik yang tumbuh 5,1%. Jika dibandingkan secara bulanan (Februari ke Maret), maka pertumbuhan utang luar negeri swasta adalah 1,9% sementara utang luar negeri publik tumbuh 1,1%.
Sementara menurut data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, total utang pemerintah per April 2014 mencapai Rp 2.440,41 triliun. Turun dibandingkan posisi bulan sebelumnya yaitu Rp 2.422,87 triliun.
Dibandingkan dengan PDB, rasio utang pemerintah adalah 24,6%. Turun dibandingkan 2013 yang sebesar 26,1% berdasarkan perhitungan sementara. (detik.com)

Dana Asing Masuk Bursa Rp 41 Triliun Sejak Awal Tahun

Jakarta -Investor asing menempatkan dananya di pasar modal sebanyak Rp 41 triliun sejak awal tahun sampai penutupan perdagangan kemarin. Salah satu faktor pendorongnya adalah optimisme Pemilu yang berjalan lancar.
Seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) per 21 Mei kemarin, total pembelian bersih alias net buy investor asing mencapai Rp 41,146 triliun.
Investor asing juga termasuk yang paling aktif bertransaksi di lantai bursa ketimbang investor domestik. Total nilai transaksi yang sudah dilakukan investor asing sejak awal tahun mencapai Rp 352,1 triliun setara 61% dari total transaksi BEI.
Sementara sisanya yang sebesar 39% adalah investor domestik, dengan nilai Rp 225 triliun. Tapi kemarin asing memilih wait and see sementara domestik getol jual saham.
Menurut Pengamat Pasar Uang Farial Anwar, selain didukung data-data ekonomi seperti turunnya defisit neraca perdagangan dan inflasi yang terkendali, masuknya asing juga ditarik oleh mulai jelasnya peta politik jelang pemilihan umum presiden.
"Asing kembali tertarik masuk ke pasar keuangan kita. Asing tidak hanya masuk lewat IHSG tapi juga obligasi," ujarnya baru-baru ini.
Selain sempat membuat IHSG naik hingga menembus level 5.000, dana asing ini juga bisa menekan dolar hingga ke kisaran Rp 11.300-an.
Sementara jumlah aset asing yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) perbulan April lalu mencapai Rp 1.697,721 triliun, masih lebih tinggi dari aset investor domestik yang mencapai Rp 1.214,21 triliun. (detik.com)