Jakarta -IHSG pada perdagangan Jumat 6 Juni 2014 ditutup menguat 0,03% pada level 4937, setelah sebelumnya sempat menguat hingga menyentuh level 4958. Penguatan terbesar pada sektor industri dasar. Investor asing melakukan net sell Rp258 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat kembali menguat dan mencapai rekor tertinggi baru yang dipicu oleh data nonfarm payrolls yang mencapai level sebelum terjadinya krisis untuk pertama kalinya pada bulan Mei lalu. Data nonfarm payrolls bulan Mei menunjukkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 217 ribu, setelah bulan sebelumnya sebesar 282 ribu, sehingga selama empat bulan berturut-turut terjadi penyerapan tenaga kerja di atas 200 ribu. Tingkat pengangguran secara tak terduga terjaga pada level terendah selama enam tahun terakhir yaitu sebesar 6,3%. Membaiknya data tenaga kerja tersebut menimbulkan optimisme akan membaiknya perekonomian AS dan menimbulkan harapan bahwa indeks akan berlanjut mengalami reli pada pekan ini. Suku bunga yang masih relatif rendah juga mendorong optimisme tersebut. Sedangkan data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya wholesale inventories, retail sales, business inventories, PPI dan Mich Sentiment. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG bergerak pada kisaran level 4880 - 4985. Rekomendasi: UNVR, TLKM, PTBA, SMGR, HRUM, ASII, UNTR, BBCA.(detik.com)
korea by dewanti
Monday, June 9, 2014
Trust Securities: Indeks Bergerak Variatif
Jakarta -Sentimen positif dari meningkatnya cadangan devisa Indonesia dan dibarengi dengan imbas sempat menguatnya bursa saham Asia setelah merespon pertemuan ECB memberikan sentimen positif bagi IHSG.
Begitu pun dengan asing yang sempat kembali mencatatkan nett buy (meski akhirnya nett sell) juga turut membantu naiknya IHSG. Tetapi, imbas positif tersebut tidak membuat IHSG melonjak tajam (sempat melemah) karena juga diselingi dengan aksi jual seiring masih adanya aksi menahan diri sebagian pelaku pasar terhadap, baik sentimen politik maupun jelang piala dunia. Beruntungnya laju pembukaan pasar saham Eropa masih melanjutkan kenaikannya dan Rupiah yang berbalik naik sehingga berimbas positif pada IHSG di akhir sesi. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4958,43 (level tertingginya) di akhir sesi 1 dan menyentuh level 4928,90 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4937,18. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Senin (9/6) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4900-4930 dan resisten 4955-4967. Shooting star masih bertahan di middle bollinger band (MBB ). MACD masih melandai dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William's %R masih tertahan kenaikannya di sekitar area oversold. IHSG sempat bergerak melewati target resisten (4945-4957) namun, ditutup di bawah level tersebut. Sikap menahan diri cenderung mengurangi posisi para pelaku pasar membuat IHSG masih sulit untuk naik signifikan. IHSG pun diperkirakan kurang lebih tidak jauh beda dengan sebelumnya di mana hanya akan variatif cenderung mencoba kembali naik tipis. Tentunya dengan harapan aksi jual dapat berkurang.(detik.com)
Mandiri Sekuritas: IHSG Bisa Naik Terbatas
Jakarta -Pasar saham AS ditutup menguat akhir pekan lalu, seiring positifnya data tenaga kerja Paman Sam. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,30% dan S&P500 sebesar +0,46%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh data tenaga kerja Tiongkok yang akan dirilis dalam waktu dekat. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar +0,76%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif. Harga minyak mentah WTI naik +0,30% ke level US$102,66 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,07% ke posisi US$1.252,50 per troy ounce.
Dari dalam negeri, investor menanti rilis tingkat suku bunga acuan (BI Rate) yang akan diputuskan Bank Indonesia (BI), kamis mendatang. Di sisi lain, pekan ini pemerintah akan kembali melakukan lelang surat utang negara (SUN) demi memenuhi pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, IHSG pekan lalu diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks fase konsolidasi dan bergerak mixed to up. Hari ini indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat menguji resistance terdekat di 4.988. Indeks akan bergerak di kisaran support 4.893 dan resistance 4.990.(detik.com)
Subscribe to:
Posts (Atom)