korea by dewanti

Thursday, June 19, 2014

Mandiri Sekuritas: Indeks Bisa Menguat Terbatas

Jakarta -Pasar saham AS membukukan rally kenaikan, seiring keyakinan The Fed akan pemulihan ekonomi Paman Sam. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,58% dan indeks S&P500 sebesar +0,77%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham Asia dibuka menguat. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar +0,21% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan +0,25%. Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terapresiasi.
Harga minyak mentah WTI naik +0,29% ke posisi US$105,90 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,43% ke level US$1.278,20 per troy ounce.
Dari dalam negeri, besarnya kebutuhan dolar AS untuk pembayaran dividen dan utang jatuh tempo membuat nilai tukar rupiah terus melemah. Bahkan, rupiah sempat menyentuh level terendahnya di angka 12.000 per dolar AS. Imbasnya, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) juga turut tertekan, di tengah minimnya sentimen positif lanjutan.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, IHSG diperdagangkan diatas EMA 200 hari. Indeks masih memasuki fase konsolidasi dan bergerak di area fibo 100%. Koreksi lanjutan semakin terbatas jika gagal breakout support fibo 100% di level 4.875.
Hari ini indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dengan kenaikan terbatas. Indeks akan bergerak di kisaran support 4.877 dan resistance 4.902.(detik.com)

SGRO Bagi Dividen Rp15 per Saham, Ini Berita Aksi Korporasi Sorotan Investor (18/6)

Bisnis.com, JAKARTA – Tim riset Henan Putihrai Analytics menyatakan berita aksi korporasi sejumlah emiten menjadi sorotan utama investor pada hari ini, Kamis (19/6/2014).
 
Untuk informasi lengkapnya, berikut kumpulan berita bursa yang banyak dibaca investor hari ini:
 
TRST Menganggarkan Capex Rp33 Miliar
TRST menganggarkan dana belanja modal (capex) tahun ini sebesar Rp33 miliar. Dana tersebut dipergunakan untuk pembangunan pabrik lini VI dan juga untuk pembelian mesin produksi. (IQPlus)
 
SGRO Bagi Dividen Rp15 per Saham
SGRO telah mendapat persetujuan untuk membagikan dividen dengan total Rp28 miliar atau setara Rp15 per saham. (IQPlus)
 
WINS Beli Saham Fast Offshore Senilai US$2,29 Juta
WINS telah membeli saham PT Fast Offshore sebesar US$2,29 juta, dimana transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi karena saham perusahaan itu dibeli dari Sugiman Layanto yang juga direktur utama perseroan. (IQPlus)
 
LPCK Menggarap Superblok Rp150 Triliun
LPCK akan menggarap proyek skala kota Orange County pada November 2014. Orange County seluas total 320 hektar tersebut merupakan superblok dengan estimasi nilai proyek sekitar Rp 150 triliun. (Kontan.co.id)
 
SMGR Resmi Miliki Anak Usaha Bidang IT
SMGR telah meresmikan anak usaha baru di bidang IT dengan nama PT Sinergi Informatika Semen Indonesia. (IQPlus)
 
CLPI Akan Bagi Dividen US$0,0018 per Lembar
CLPI akan membagikan dividen tahun 2013 sebesar US$573,450 atau US$0,0018 per lembar.Cum dividen untuk perdagangan pada pasar tunia tanggal 22 Juni 2014,dan pelaksanaan pembayaran dividen pada 12 Agustus 2014. (Inilah.com)
 
DILD Akan Akuisisi Lahan 500 ha untuk Industri
DILD akan mengaukisisi lahan baru seluas 500 ha di Jawa Timur, yang bertujuan untuk memperluas kawasan industry milik perseroan. Adapun belanja modal perusahaan tahun ini yang dialokasikan sebesar Rp1,8 triliun. (Kontan.co.id)

The Fed Mungkin Naikkan Suku Bunga Lebih Cepat

INILAHCOM, Washington -Federal Reserve Rabu (19/6 WIB) menyatakan kenaikan suku bunga jangka pendek mungkin bisa terjadi sedikit lebih cepat pada tahun 2015 dan 2016. Fed juga kembali mengurangi program pembelianobligasi.
Dalam pernyataannya, The Fed memperkirakan tingkat suku bunga akan menyentuh 1,25% pada akhir 2015. Angka ini naik daripada proyeksi sebelumnya yang sebesar 1%. Proyeksi itu tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi AS yang diprediksi masih akan berkembang cepat dalam 2 tahun ke depan.
Perekonomian diprediksi akan tumbuh pada kisaran 3%-3.2% pada tahun 2015 dan 2,5%-3% pada tahun 2016. Sedangkan untuk tahun 2014, The Fed menurunkan proyeksi pertumbuhan ke kisaran 2,1%-2,3% dari sebelumnya 2,8%-3%. Penurunan proyeksi itu karena mereka mulai mempertimbangkan dampak dari musim dingin yang buruk pada kuartal pertama.
Bank Sentral Amerika itu juga meramalkan tingkatpengangguran akan turun sedikit lebih cepat ke level 6% pada akhir 2014.