korea by dewanti

Friday, October 11, 2013

Rupiah dan IHSG Kompak Menguat Jelang Libur Panjang

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 25 poin menutup perdagangan terakhir sebelum libur panjang Idul Adha. Investor makin pede berburu saham dibantu laju positif bursa regional.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 10.940 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.480 per dolar AS.
Membuka perdagangan akhir pekan, IHSG melaju 54,941 poin (1,17%) ke level 4.539,057 membuntuti penguatan bursa global dan regional. Investor mencermati perkembangan di AS yang sedang berusaha menghindari gagal bayar utang.
Investor semangat berburu saham berkat maraknya sentimen positif yang beredar. Indeks pun sempat meleset hingga posisi tertingginya 4.543,734 di awal perdagangan.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG bertambah 25,444 poin (0,57%) ke level 4.512,122 menyusul maraknya aksi beli di saham unggulan dan lapis dua. Investor dapat katalis positif dari bursa global dan regional.
Saham-saham tambang memimpin penguatan, dibuntuti oleh saham berbasis industri dasar. Sektor finansial jatuh ke zona merah gara-gara aksi ambil untung di saham-saham bank.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (11/10/2013), IHSG menanjak 33,234 poin (0,74%) ke level 4.519,912. Sementara Indeks LQ45 menguat 8,116 poin (1,07%) ke level 763,314.
Aksi beli didominasi investor domestik. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 20,74 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 145.884 kali pada volume 5,433 miliar lembar saham senilai Rp 6,273 triliun. Sebanyak 134 saham naik, sisanya 103 saham turun, dan 114 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia berhasil bertahan di zona hijau sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan hari ini. Rata-rata penguatannya lebih dari satu persen.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional di sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 37,22 poin (1,70%) ke level 2.228,15. 
  • Indeks Hang Seng menguat 267,02 poin (1,16%) ke level 23.218,32. 
  • Indeks Nikkei 225 melompat 210,03 poin (1,48%) ke level 14.404,74. 
  • Indeks Straits Times naik 14,93 poin (0,47%) ke level 3.184,84. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.550 ke Rp 32.550, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.550 ke Rp 66.000, Mayora (MYOR) naik Rp 900 ke Rp 31.900, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 18.700.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 20.000 ke Rp 340.000, Nipress (NIPS) turun Rp 650 ke Rp 18.150, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 12.000, dan Surya Essa (ESSA) turun Rp 350 ke Rp 2.500. (detik.com)

MNC Pede TPI Tak Bakal Direbut Tutut

Jakarta - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) selaku induk dari PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) pede TPI tidak akan diambil lagi oleh Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut. Pasalnya, dalam kasasi Mahkamah Agung (MA) yang jadi tergugat adalah PT Berkah Karya Bersama.
Dulu memang Berkah Karya yang memegang 75% saham TPI yang jadi masalah dalam kasus ini. Saham tersebut sudah dibeli oleh MNC pada 2006 lalu.
"Kita enggak pernah berpikir MNC akan diambil. Ini kan Berkah, enggak ada kaitannya dengan MNC," kata Direktur Global Mediacom David Fernando Audy ketika ditemui di Jakarta, Jumat (11/10/2013).
Ia juga menegaskan MNC tidak punya hubungan lagi dengan Berkah Karya, kecuali pada waktu pembelian saham tujuh tahun silam. Sehingga, kata dia, MNC terlindungi secara hukum.
"Enggak ada hubungannya. Enggak ada, enggak ada. Kita MNC beli dari Berkah. Berkah bukan punya kita. Jadi MNC sudah beli sudah bayar, itu jadi investor yang dilindungi oleh hukum," katanya.
Seperti diketahui, Tutut yang sebelumnya telah memenangkan gugatan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat masih harap-harap cemas karena di Pengadilan Tinggi kalah. Namun di tingkat Kasasi di MA ternyata dikabulkan.
"Mengabulkan permohonan kasasi Nyonya Siti Hardiyanti Rukmana dengan termohon PT Berkah Karya Bersama dkk," demikian dilansir website resmi Mahkamah Agung (MA).
Perkara nomor 862 K/PDT/2013 diputus pada 2 Oktober 2013 lalu. Duduk sebagai ketua majelis hakim I Made Tara dengan anggota Prof Dr Takdir Rahmadi dan Sofyan Sitompul. (detik.com)

Bursa Eropa Naik Seiring Wall Street

INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (11/10/2013). Kemajuan untuk membahas anggaran AS membantu mengangkat pasar saham.
Indeks FTSE di London naik 0,2% ke 6.444,86, indeks CAC di Paris lebih rendah 0,1% ke 4.213,72 dan indeks DAX di Jerman naik 0,2% ke 8.706,46. Penguatan juga terjadi pada saham Royal Mail Pln yang naik 36 persen menandai hari pertama melantai di FTSE.
Politisi Partai Republik di DPR mengusulkan untuk memperpanjang sementara batas akhir plafon utang AS. "Kesepakatan anggota perlemen memberikan waktu untuk menegosiasikan kebijakan utang," kata Alain Skrainka, Kepala Investasi di Cornerstone Wealth Management LLC seperi mengutip marketwatch.com.
Hal ini seiring dengan harapan Gedung Putih terhadap Partai Republik untuk mendukung rencana menaikkan plafon utang. Sebab selama enam pekan tanpa kesepakatan. Departeman Keuangan AS kesepakatan kenaikan plafon utang harus terjadi sebelum 17 Oktober 2013. Dengan demikian dapat memiliki ruang untuk membayar utang.
Indeks Dow Jones naik 2,1 persen ke 15.126,07 dengan dukungan saham Boeing Co yang naik 3,8%. Indeks Dow berhasil menembus level 15.000 lagi setelah selama empat hari lalu berada di bawah level tersebut.
Untuk indeks S&P naik 2,2 persen ke 1.692,56 dengan dukungan semua sektor industri utama termasuk sektor keuangan. Sementara indeks Nasdaq lebih tinggi 2,3 persen ke 3.760,75. Kenaikan ini menjadi terbesar sejak 2 Januari 2013 lalu.