korea by dewanti

Tuesday, October 29, 2013

AKRA Catat Laba Bersih Rp500,9 M

INILAH.COM, Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) meraih penjualan dan pendapatan sebesar Rp16,1 triliun pada kuartal ketiga 2013 dari Rp16,3 triliun pada periode yang sama 2012.
Namun untuk laba bersih mengalami kenaikan menjadi Rp500,9 triliun dari Rp459,5 miliar. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Selasa (29/10/2013).
Untuk beban pokok penjualan dan pendapatan turun menjadi Rp15,2 triliun dari Rp15,3 triliun. Tetapi laba bruto meningkat menjadi Rp967,5 miliar dari Rp908,5 miliar.
Sedangkan laba usaha mengalami penurunan menjadi Rp585,4 miliar dari Rp608,1 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak sebesar Rp595,5 miliar dari Rp588,6 miliar.
Dengan beban pajak Rp94,5 miliar maka laba bersih mencapai Rp500,9 miliar. Atau naik dari 459,5 miliar. Namun bila ditambah dengan pendapatan komprehensif lain seperti selisih kurs sebesar Rp646,8 miliar maka laba komprehensif mencapai Rp1 triliun.
Jumlah aset perseroan naik menjadi Rp14,02 triliun dari Rp11,7 triliun per 31 Desember 2012. Untuk liabilitas perseroan juga naik menjadi Rp8,6 triliun dari Rp7,5 triliun.

Gudang Garam Bungkus Laba Capai Rp3,2 T

INILAH.COM, Jakarta - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) meraih kenaikan laba bersih menjadi Rp3,2 triliun pada kuartal ketiga 2013 dari Rp3,04 triliun pada periode yang sama 2012.
Pada periode tersebut, perseroan mengumpulkan pendapatan Rp40,01 triliun dari Rp35,5 triliun. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Selasa (29/10/2013).
Namun kenaikan juga terjadi pada beban pokok penjualan menjadi Rp32,08 triliun dari Rp28,8 triliun. Dengan demikian laba bruto menjadi Rp7,9 triliun dari Rp6,7 triliun.
Untuk laba usaha naik menjadi Rp4,8 triliun dari Rp4,3 triliun. Sedangkan laba sebelum pajak juga naik menjadi Rp4,3 triliun dari Rp4,05 triliun. Dengan beban pajak sebesar Rp1,09 triliun maka laba besih mencapai Rp3,2 triliun. Sedangkan pada periode yang sama 2012 laba bersh sebesar Rp3,04 triliun.
Perseroan mencatatkan laba persaham menjadi Rp1.682 dari Rp1.562 per saham. Untuk aset perseroan meningkat menjadi Rp47,7 triliun dari Rp41,5 triliun per 31 Desember 2012.
Sementara total liabilias menjadi Rp19,4 triliun dari Rp14,9 triliun. Untuk liabilitas jangka pendek mencapai Rp18,2 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp1,1 triliun.

Bursa Asia Bergerak Negatif Jelang Rapat Fed

INILAH.COM, Singapura - Bursa saham Asia bergerak lebih rendah pada perdagangan Selasa (29/10/2013). Investor menahan aksinya menjelang pertemuan The Fed selama dua hari pada pekan ini.
Indeks Nikei melemah 0,8% dengan menguatnya yen terhadap dolar 0,14% berada di level 97,53 yen per dolar. Sedangkan indeks Shanghai di China melanjutkan pelemahan setelah suku bunga PUAB meningkat.
indeks Shanghai turun 1,1 persen. Indeks Hang Seng kehilangan 0,1%, indeks ASX di Australia terpangkas 0,6% dan indeks Kospi turun 0,3%, demikian mengutip marketwatch.com.
Pelemhana data penjualan rumah di AS pada bulan September menjadi 5,6 persen merupakan level terendah sejak Desember 2012. Pasar kekurangan pendorong menjelang pertemuan The Fed. Investor berharap Fed tetap melanjutkan pembelian obligasi senilai US$85 miliar per bulan.
Sementara bursa saham AS bergerak terbatas pada Senin (28/10/2013). Rekor indeks S&P gagal menahan sentimen negatif dari data ekonomi. Indeks S&P naik 0,1% ke 1.762,11. Untuk indeks Dow Jones tergelincir 0,01 persen ke 15.569,93. Sedangkan indeks Nasdaq lebih rendah 0,08 persen ke 3.940,13.