korea by dewanti

Monday, November 4, 2013

BEI Kumpulkan Para Emiten dan Lembaga Keuangan di Bali

Nusa Dua -Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) lainnya seperti PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) serta Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menggelar acara CEO Networking 2013.
Program tahunan ini digelar dalam rangka pertemuan para emiten dan lembaga jasa keuangan. Acara ini digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).
Acara kali ini mengusung tema Improving Governance to Embrace Globalization and Integration. Mantan Wakil Presiden Yusuf Kalla akan haadir dalam acara yang juga dihadiri para direksi bursa lainnya.
Turut hadir Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad, Direktur Utama BEI Ito Warsito dan direksi bursa lainnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida, Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI)Darmin Nasution, Ketua AEI Airlangga Hartarto, Mantan Presiden RI Jusuf Kalla, Pemilik Lippo Group Mochtar Riady, dan lain-lain. (detik.com)

Friday, November 1, 2013

Indocement Raih Laba Bersih Rp3,6 T

INILAH.COM, Jakarta - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat kenaikan laba bersih hingga kuartal ketiga 2013 sebesar Rp3,61 triliun dari Rp3,37 triliun pada periode yang sama tahun 2012.
Pendapatan perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 7,32% menjadi Rp13,35 triliun dari Rp12,37 triliun pada akhir September 2013. Demikian mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (1/11/2013).
Beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp7,08 triliun dari sebelumnya Rp6,52 triliun. Laba usaha naik menjadi Rp4,43 triliun dari sebelumnya Rp4,15 triliun.
Sementara itu, total aset PT Indocement melabung 7,49% menjadi Rp24,60 triliun dari sebelumnya Rp22,76 triliun.

Bursa Asia Turun Kecewa dengan Data China

INILAH.COM, Singapura - Bursa saham AS mayoritas melemah pada perdagangan Jumat (1/11/2013). Investor merespon data aktivitas manufaktur yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
Indeks manufacturing Purchasing Manager China bulan Oktober hanya naik menjadi 51,4 dari 51,1 di bulan September. Ekspansi ini menunjukkan laju yang kurang agresif di bawah harapan ekonom.
Data tersebut menunjukkan kesenjangan yang cukup besar antara produsen besar dan kecil. Meskipun PMI naik di bulan Oktober melanjutkan tiga bulan sebelumnya, tetapi monentum kenaikan tersebut tidak seimbang," ata Zhao Qinghe dari Biro Statistik Nasional China seperti mengutip marketwatch.com.
Saham di indeks Hang seng lebih tinggi 0,1% dan indeks Shanghai menguat 0,3%. Sedangkan bursa di Syney melemah 0,3%. Sedangkan bursa saham di Kospi menguat menjelang data ekspor bulan Oktober yang berpotensi naik 7,5%. Sedangkan ekonom memperkirakan ekspor naik 4,5% dengan perkiraan impor naik 5,1 persen. Indeks Kospi naik 0,3%.
Untuk indeks Nikei di Jepang melemah 0,8% dengan penguatan yen terhadap dolar. Yen menguat 0,3% menjadi 97,95 yen per dolar. Indeks Nikkei tertekan saham Sony yang melemah 12 persen.