korea by dewanti

Friday, November 15, 2013

Penjualan Mobil Astra International (ASII) Naik 17,05%

Bisnis.com, JAKARTA – PT Astra Internasional Tbk. (ASII) membukukan kenaikan penjualan mobil sebesar 17,05% pada bulan lalu menjadi 62.842 unit dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebanyak  53.687 unit.
Berdasarkan data yang dirilis perseroan, total penjualan mobil Astra pada 10 bulan pertama tahun ini mencapai 541.481 unit atau naik 8,98% dibandingkan dengan periode sama 2012 yakni sebanyak 501.460 unit.
Dengan demikian, perseroan mengklaim menguasai 53% pangsa pasar mobil nasional yang selama Januari-Oktober tercatat mencapai 1,02 juta unit, atau mendekati total penjualan domestik tahun lalu sebanyak 1,1 juta unit dengan pangsa pasar Astra sebesar 54%.
Sementara itu, penjualan sepeda motor perseroan pada bulan lalu mencapai  439.641 unit, naik 27% dari Oktober 2012 sebanyak 344.335 unit, sedangkan penjualan untuk periode Januari-Oktober mencapai 3,9 juta unit, naik 14% dari periode sama 2012 sebanyak 3,4 juta unit.
"Astra melanjutkan usahanya mengamankan dominasi pasar baik itu roda empat maupun roda dua," ungkap Teddy Oetomo, analis PT Credit Suisse Securities Indonesia, dalam risetnya, Jumat (15/11).
Daihatsu, lanjutnya, mampu meningkatkan pangsa pasar dari 15,6% pada September menjadi 18,2% pada Oktober, yang didorong oleh penjuala model low cost and green car Astra Daihatsu Ayla yang diluncurkan pada 13 September dengan harga relatif murah.
"Kami masih memberikan rating OUTPERFORM bagi Astra dengan target harga tak berubah di Rp8.370, yang mengindikasikan 15,1x FY14E P/E," paparnya.
Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto menargetkan belanja modal pada 2014 sebesar Rp17 triliun, atau lebih besar dari belanja modal 2013 sebesar Rp14-15 triliun.
Hingga September, belanja modal yang sudah terserap mencapai  Rp9,4 triliun. Menurut Prijono, belanja modal tahun ini tidak sebesar tahun sebelumnya yakni senilai Rp17,8 triliun karena ada penundaan pembelian barang modal.
"Ada beberapa yang harus dinegosiasikan ulang. Kalau tahun ini Rp14-15 triliun, jika terjadi spill over, bisa saja tahun depan Rp17 triliun lagi," katanya beberapa waktu lalu.
Perseroan memproyeksikan pasar otomotif pada 2014 dapat mencapai 2,1 juta unit. Prijono menargetkan dapat bertahan sebagai penguasa mayoritas pangsa pasar otomotif Indonesia sebesar 50%-55%.
Selain itu, Astra juga berencana mengembangkan beberapa bisnis lain di luar otomotif pada 2014. Perseroan akan masuki bisnis asuransi jiwa, infrastruktur, dan properti mengingat besarnya jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia.
Di sektor infrastruktur, perseroan akan mengoperasikan pelabuhan Eastkal Supply Base di Penajam, Kalimantan Timur, melalui anak usahanya PT Astratel Nusantara. Pelabuhan yang diakuisisi awal 2013 tersebut akan menjadi lokasi integrasi bisnis anak-anak usaha perseroan.
Adapun, di sektor properti, dalam waktu dekat Astra akan melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan menara Astra yang berlokasi di Jalan Sudirman, Jakarta, dan bakal menjadi kantor bagi perseroan, termasuk bagi anak usaha PT Toyota Astra Motor.
Di belakang menara yang dibangun di atas tanah seluas 2,4 hektare tersebut juga akan dibangun residensial tiga tower dengan total 500 unit dengan nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp7 triliun.
"Kami sudah bentuk satu tim untuk menjajaki bisnis properti. Ini nampaknya cukup menarik seiring kenaikan kelas menengah di Indonesia. Pembangunan gedung 50 lantai ini bisa 4 tahun," tutur Prijono.

Bursa Eropa Lesu Terkena Profit Taking

INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa bergerak terbatas pada awal perdagangan Jumat (15/11/2013). Investor cenderung merealisasikan keuntungan setelah naik kemarin.
Indeks Stoxx Europea 600 turun 0,1% ke 322.49 yang berpotensi mencatat pekan terendah dalam enam pekan terakhir. Indeks FTSE di London naik 0,2% ke 6.677,29, indeks CAC di Paris melemah 0,1% ke 4.278,69 dan indeks DAX Jerman turun 0,1% ke 9.143,14. Demikian mengutip marketwatch.com.
Penguatan bursa Eropa pada perdagangan Kamis (14/11/2013) kemarin setelah merespon materi pidato calon Gubernur The Fed, Janet Yellen untuk sidang nominasi menggantikan Bernanke pada Januari 2014 mendatang.
Janet Yellen mengatakan bank sentral AS harus tetap mendukung ekonomi AS dengan stimulus. Dengan tingkat pengangguran sebesar 7,3 persen di bulan Oktober masih terlalu tinggi. Kondisi ini mencerminkan ekonomi AS belum mampu menyerap para pencari pekerjaan.

IHSG Berlabuh di Zona Merah, Merosot 31 Poin

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan 31 poin ke level 4.334,448 (0,73%) hari ini.
IHSG meninggalkan zona tertingginya di 4.406 akibat aksi jual yang dilakukan investor.
IHSG dibuka di zona hijau di level 4.388.908. Namun jelang penutupan sesi I ini, Jumat (15/11/2013), IHSG melorot akibat aksi jual para investor.
Sentimen negatif dari dalam negeri seperti masih tingginya defisit neraca pembayaran menjadi salah satu faktor penghambat laju IHSG.
Akhirnya IHSG harus rela kehilangan 31 poin. Tercatat hanya 73 saham emiten yang bergerak positif sedangkan 171 saham emiten berguguran.
Perdagangan kali ini cukup sepi dengan total frekuensi 115.296 dengan volume 4,42 miliar. Total nilai transaksi Rp 4,23 triliun.
Indeks LQ45 juga menipis 6,82 poin ke 722,074. Adapun seluruh sektor terlihat ambruk, hanya pertanian saja yang menghijau.
Bursa Asia lainnya bergerak anomali terhadap IHSG. Indeks Shanghai menguat 35 poin, Hang Seng menguat 383 poin, Nikkei 225 menguat 289 poin dan Strait Times menguat 38 poin. (detik.com)