korea by dewanti

Thursday, November 21, 2013

Radiant akan Bagi Dividen Rp4,8 M Besok

INILAH.COM, Jakarta - PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) akan membagikan dividen kepada pemegang saham dari perolehan laba bersih tahun buku 2012 senilai Rp4,8 miliar.
Corporate Secretary PT Radiant Utama Interinsco Tbk, Misyal A. Bahwal mengatakan keputusan pembagian dividen sebesar Rp7,5 per saham sesuai dengan persetujuan Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 28 Mei 2013 lalu.
"Pembagian dividen tunai akan dilaksanakan pada 22 November 2013 dengan total dana senilai 4,8 Miliar," katanya Misyal dalam keterangan resminya, Kamis (21/11/2013).
Pada 2012 PT Radiant Utama Interinsco Tbk membukukan pendapatan Rp1,6 triliun atau tumbuh 37% dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,1 triliun. Sedangkan laba bersih perseroan mengalami peningkatan sebesar delapan kali lipat menjadi Rp28,9 miliar yang sebelumnya sebesar Rp3,2 miliar.

Rupiah Loyo, Siap-siap Subsidi BBM Bengkak Melebihi Rp 200 Triliun

Jakarta -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin loyo saja. Hal ini berimbas kepada banyak hal, salah satunya subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang makin bengkak di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013.
Dalam APBN-P 2013 total anggaran BBM subsidi itu sebesar Rp 200 triliun dengan asumsi dolar AS di kisaran Rp 9.600. Sementara hari ini dolar AS melonjak hingga tembus Rp 11.715 per dolar AS.
Dengan demikian ada selisih sekitar Rp 2.000 setiap satu dolar yang dipakai pemerintah untuk membeli (impor) minyak mentah dari luar negeri. Tahun ini pemerintah memprediksi kuota BBM subsisi mencapai 48 juta kilo liter.
"Naiknya harga BBM (subsidi) di pertengahan tahun kemarin itu tidak berpengaruh. Tidak ada gunanya. Soalnya harga beli impornya juga naik gara-gara dolar (AS) menguat," kata Pengamat Pasar Uang Farial Anwar kepada detikFinance, Kamis (21/11/2013).
Tak hanya subsidi BBM saja yang bengkak, kata Farial, tapi keseluruhan postur APBN Indonesia yang sebesar Rp 1.726 triliun juga bisa makin gemuk. Ujung-ujungnya defisit negara perdagangan RI juga makin besar.
Defisit ini yang sudah jadi alasan investor asing hengkang dari dalam negeri, kata Farial. Apabila defisit makin besar, maka semakin banyak lagi dana asing yang 'kabur'.
"Ini yang jadi masalah, maka dari itu terjadi outflow (arus dana keluar). Neraca belum membaik ini jadi problem. Eksportir juga tidak masukkan dolar ke dalam negeri. Kita ini kekeringan, tidak banyak dolar beredar di Indonesia," katanya.
Seperti diketahui, pagi tadi dolar dibuka di posisi Rp 11.700. Setelah itu dolar terus menguat sampai ke posisi tertingginya hari ini di Rp 11.715. (detik.com)

Bursa Eropa Tertekan Notulen Fed dan Data China

INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa berada di area negatif pada awal perdagangan Kamis (21/111/2013). Pelemahan seiring notulen Fed dan data manufaktur China.
Indeks Stoxx Europea melemah 0,6% ke 321,04 seiring pelemahan saham peruahaan bank dan resourves. Saham Societe Generale melemah 1,4% di Paris dan saham Mediobanca SpA kehilangan 1 persen di Milan. Sedangkan saham Rio Tingo PLC merosor 0,9%.
Untuk indeks FTSE di London melemah 0,4% ke 6.652,99. Indeks DAX Jerman terhapus 0,7% dan indeks CAC di Paris keilangan 0,9% ke 4.229,08.
Data China bulan November tentang sektor manufaktur mengelami perlambatan pertumbuhan menjadi 50,4 dari 50,9 di bulan Oktober versi survei HSBC. Data ini, jauh di bawah data resmi pemerintah yang mencapai 51,4 pada bulan Oktober. Beberapa sub indeks mempengaruhi seperti menurunnya pesanan ekspor di bawah 50 sehingga memicu kontraksi.
Sentimen negatif lain adalah tentang isi noluten rapat bulan Oktober menyebutkan para pejabat bank sentral tengah mencari cara mengurangi program pembelian obligasi lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Sentimen ini juga yang memicu bursa Asia mayoritas berada di area negatif. Indeks Shanghai lebih rendah 0,04%, indeks Kospi melemah 1,1 persen, indkes ASX tergerus 0,3%, indeks Hang Seng kehilangan 0,5%, indeks Nikkei mampu naik 1,9%.