korea by dewanti

Thursday, December 5, 2013

BEI Awasi Saham Bank Windu

INILAH.COM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melihat saham PT Bank Windu Kentjana International Tbk (MCOR) telah terjadi penurunan dan peningkatan di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
Pihak bursa telah meminta konfirmasi kepada Bank Windu pada 16 November 2013. Demikian mengutip keterbukaan informasi BEI, Kamis (5/12/2013).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy mengatakan, informasi terakhir yang dipublikasikan oleh bursa adalah informasi pada 2 Desember 2013 mengenai pencatatan efek bersifat ekuitas dan pra pencatatan saham.
Atas kejadian ini, Irvan menyarankan para investor untuk memperhatikan jawaban Bank Windu di keterbukaan bursa, mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan, dan memcermati kinerja perusahaan.

BTPN Bayar Kupon Obligasi Rp424,8 M

INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) melakukan pembayaran kupon bunga obligasi BTPN III tahun 2010 ke-12 dan pelunasan pokok seri A.
Total jumlah keseluruhan sebesar Rp424,8 miliar. Dengan rincian, pembayaran bunga seri A sebesar Rp8,75 miliar dan bunga seri B sebesar Rp16,1 miliar. Demikian mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/12/2013).
Sedangkan pelunasan pokok seri A obligasi BTPN III tahun 2010 sebesar Rp400 miliar. Sedangkan untuk jumlah pokok obligasi BTPN seri A sebesar Rp400 miliar dengan bunga 8,75% dan obligasi seri B sebesar Rp700 miliar dengan suku bunga 9,2% per tahun.

IHSG Kompak Melemah Bersama Bursa Asia

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu lepas dari jeratan jaring negatif dan melemah 24 poin. Seluruh bursa di Asia pun kompak melemah.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.930 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.955 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 4,468 poin (0,11%) ke level 4.268,834 menyusul aksi jual yang tak kunjung mereda. Sentimen negatif datang dari AS dengan rencana pengurangan stimulusnya.
Saham-saham komoditas dan perdagangan mencoba menahan indeks tetap positif dengan penguatannya. Upaya ini gagal karena tujuh sektor lainnya terkena koreksi.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG jatuh 41,429 poin (0,98%) ke level 4.199,873 terkena tekanan jual yang intens sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Indeks terpaksa lengser dari level 4.200.
Indeks sempat masuk zona hijau di awal perdagangan, tapi itu pun hanya naik satu poin ke level 4.242,105 sebelum akhirnya terkena koreksi sampai meluncur tajam di teritori negatif.
Menutup perdagangan, Kamis (4/12/2013), IHSG melemah 24,408 poin (0,59%) ke level 4.216,894. Sementara Indeks LQ45 turun 4,829 poin (0,69%) ke level 698,947.
Indeks sempat meluncur hingga ke posisi terendahnya hari ini di 4.186,944. Aksi jual ini dilakukan oleh hampir seluruh investor, baik lokal maupun asing.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 114.345 kali pada volume 3,393 miliar lembar saham senilai Rp 3,882 triliun. Sebanyak 73 saham naik, sisanya 160 saham turun, dan 111 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih tak berdaya di zona merah sampai penutupan perdagangan sore ini. Tak satu pun bursa yang bisa menguat padahal pagi tadi masih ada yang sempat menguat.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 4,70 poin (0,21%) ke level 2.247,06. 
  • Indeks Hang Seng menipis 16,13 poin (0,07%) ke level 23.712,57. 
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 230,45 poin (1,50%) ke level 15.177,49. 
  • Indeks Straits Times jatuh 34,61 poin (1,10%) ke level 3.126,09. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 ke Rp 39.600, Astra Agro (AALI) naik Rp 1.000 ke Rp 24.050, Asahimas (AMFG) naik Rp 400 ke Rp 7.000, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 300 ke Rp 18.900.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoena (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 63.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 29.650, Inti Agri (IIKP) turun Rp 450 ke Rp 1.360, dan Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 27.500. (detik.com)