korea by dewanti

Wednesday, December 11, 2013

Seharian Melemah, IHSG Menipis 3 Poin

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 3 poin setelah seharian anjlok di zona merah. Koreksi indeks bisa sedikit berkurang berkat aksi beli menjelang penutupan perdagangan.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.000 per dolar AS dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin Rp 11.880 per dolar AS.
Membuka perdagangan, IHSG turun tipis 2,746 poin (0,06%) ke level 4.272,932 bergerak datar karena minim katalis positif yang bisa jadi penggerak. Sentimen negatif dari Wall Street semalam menyeret indeks ke zona merah.
Saham-saham di sektor infrastruktur masih bertahan di zona hijau. Namun kebanyakan saham-saham lainnya terkena koreksi akibat aksi jual sehingga indeks sempat jatuh ke level terendahnya di 4.235,417.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terpangkas 19,574 poin (0,46%) ke level 4.256,104 kena aksi ambil untung. Saham-saham unggulan jadi sasaran untuk lepas saham.
Tujuh indeks sektoral pun terkena koreksi, dipimpin oleh sektor aneka industri. Aksi jual ini dilakukan oleh hampir di seluruh lapisan saham.
Menutup perdagangan, Rabu (11/12/2013), IHSG menipis 3,935 poin (0,09%) ke level 4.271,743. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,254 poin (0,04%) ke level 714,026.
Saham-saham bank jadi sasaran aksi beli jelang penutupan. Namun sayang aksi beli ini gagal membawa indeks balik arah ke zona hijau.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 113.693 kali pada volume 4,603 miliar lembar saham senilai Rp 4,33 triliun. Sebanyak 94 saham naik, sisanya 156 saham turun, dan 94 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menghabiskan perdagangan di zona merah sejak pembukaan pagi tadi sampai penutupan sore ini. Koreksi yang terjadi di Wall Street jadi sentimen negatif.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 33,33 poin (1,49%) ke level 2.204,17. 
  • Indeks Hang Seng jatuh 405,95 poin (1,71%) ke level 23.338,24. 
  • Indeks Nikkei 225 turun 96,25 poin (0,62%) ke level 15.515,06. 
  • Indeks Straits Times melemah 18,24 poin (0,59%) ke level 3.063,48. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.250 ke Rp 41.400, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke Rp 61.750, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 250 ke Rp 1.700, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 200 ke Rp 19.400.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 600 ke Rp 12.400, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 28.600, Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 26.800, dan Indocement (INTP) turun Rp 250 ke Rp 19.400. (detik.com)

Energi Mega Persada (ENRG) Raih Pinjaman US$203 Juta

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), anak usaha Grup Bakrie, mengantongi pinjaman sindikasi US$203 juta untuk melunasi utang sebelumnya (refinancing).
Pinjaman sindikasi itu didapat dari Bank of America Merrill Lynck, Bank of India, dan Intesa Sanpaolo SpA. Utang anyar itu berjangka waktu 5 tahun dengan suku bunga Libor + 6% per tahun.
ENRG akan menggunakan pinjaman itu untuk melunasi pinjkaman sebelumnya. Dengan begitu, perseroan dapat menghemat beban biaya bunga secara signifikan.
Dengan melunasi pinjaman sebelumnya melalui fasilitas pinjaman dari Bank of America Merrill Lynch, perseroan dapat menghemat beban bunga tahun depan hingga US$26 juta per tahun. Penghematan itu akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan ENRG di masa mendatang.
"Setiap pinjaman yang didapat perseroan digunakan untuk mengembangkan perseroan secara organik dan nonorganik," tutur Presiden Direktur ENRG Imam P. Agustino dalam jumpa pers Rabu, (11/12/2013).

Bursa Asia Melemah Jelang Pertemuan Fed

INILAH.COM, Singapura - Bursa saham Asia bergerak lebih rendah pada perdagangan Rabu (11/12/2013) karena investor menahan diri menjelang pertemuan The Fed pada pekan depan.
Hal ini seiring dengan bursa saham AS pada perdagangan Selasa (10/12/2013) berakhir negatif. Investor mencermati rencana pertemuan The Fed pada bulan Desember 2013 ini.
Indeks S&P akhirnya turun 0,3% menjadi 1.802,62. Indeks Dow Jones terpangkas 0,3% menjadi 15.973,13. Sementara indeks Nasdaq lebih rendah 0,2%, menjadi 4.060,49.
Bursa saham di China melemah seperti indeks Hang Seng kehilangan 0,6% dan indeks Shanghai turu 0,6%. Investor menunggu kesimpulan pertemuan pejabat senior sejak Selasa kemarin. Mereka mengevaluasi kemajuan ekonomi di Tahu ini dan rencana di tahun 2014.
Saham HSBC bergerak terbatas hanya naik 0,1% setelah setuju menjual 8% sahamnya di Bank of Shanghai ke bank Spanyol, Banco Santander . HSBC tanpa penjelasan banyaknya penjualan, tetapi total kepemilikannya mencapai US$468 juta per 30 September.
Bursa Korsel, Indeks Kospi naik 0,3%. Indeks ASX di Australia turun 0,1%. Indeks ASX telah mengalami penurunan dalam lima hari perdagangan.