korea by dewanti

Thursday, December 19, 2013

Bursa Eropa Naik Seiring Keputusan Fed

INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa mengalami reli pada perdagangan Kamis (19/12/2013). Investor mencerna keputusan Fed mengurangi stimulus pada Januari 2014 sesuai perkembangan ekonomi.
Indeks Stoxx Europe 600 naik 1,2% ke 317,7 sebagi posisi tertinggi sejak awal Desember 2013 lalu. Demikian mengutip cnbc.com. The Fed mulai Januari hanya mengucurkan stimulus sebesar US$75 miliar per bulan. Setelah dalam rapat FOMC mengurangi stimulus sebesar US$10 miliar dari saat ini US$85 miliar per bulan.
Sedangkan indeks FTSE di London naik 0,9% ke 6.552,16, indeks CAC di Paris menguat 1,1 persen menjdi 4.155,64. Untuk indeks DAX di Jerman meraih 1 persen menjadi 9.276,75. Penguatan terjadi pada saham AstraZeneca 2,1 persen, saham Barclays Plc naik 2,5% dan saham Commerzbank naik 2,4%.
Fed menilai langkah stimulus selama ini berhasil menurunkan tingkat pengangguran di bawah 6,5% dari angka 7% November lalu. Sementara itu, mulai Januari nanti akan menurunkan pembelian obligasi menjadi US$ 75 miliar per bulan dari pembelian kini sebesar US$ 85 miliar sebulan.

Dolar Sentuh Rp 12.000, Utang RI Makin Menggunung

Jakarta -Dengan pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang mencapai Rp 12.000/US$, anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali melonjak Rp 50 triliun menjadi Rp 250 triliun. Secara tidak langsung hal ini akan menambah utang negara.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menuturkan penambahan utang itu terpaksa dilakukan. Apalagi mengingat penerimaan negara dari sektor pajak juga tidak mencapai target.
"Ya bagaimana lagi, kita terpaksa menambah utang terus. Karena mau dapat dari mana uangnya?," ujar Sofjan di Gedung Permata, Kuningan, Jakarta, Kamis (19/12/2013)
November 2013, utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 2.354,54 triliun. Jumlah utang ini naik naik Rp 77,6 triliun dibandingkan dengan posisi Oktober 2013 yang sebesar Rp 2,276,98 triliun.
Dalam jangka panjang, menurut Sofjan beberapa pihak juga akan sulit untuk meminjamkan dananya ke Indonesia. Karena pinjamannya akan hanya habis untuk pembayaran subsidi BBM.
"Kalau begini terus ceritanya nggak ada lagi orang mau pinjamin kita uang. Karena habisnya itu buat bayar subsidi. Mana mau orang," sebutnya.
Padahal seharusnya utang itu ditujukan untuk hal-hal yang bersifat produktif. Seperti pembangunan infrstruktur listrik, jalan, jembatan dan yang lainnya.
"Harusnya itu uang dipakai untuk bangun jembatan, jalan, bandara. Itu lebih bagus," ujar Sofjan.
Sebelumnya Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan akibat pelemahan rupiah, defisit anggaran tahun 2013 melebihi asumsi. Pada APBN Perubahan 2013, defisit dipatok sebesar 2,38%. Sementara pada realisasinya diperkirakan mencapai 2,41%.
"Setiap pelemahan Rp 1000, netnya akan ada defisit sebesar Rp 5 triliun," kata Chatib. (detik.com)

Asing Banyak Belanja Saham, IHSG Menguat 35 Poin

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 35 poin setelah minat beli asing muncul kembali. Saham-saham lapis dua sempat kena aksi ambil untung tapi tak membuat indeks jatuh ke zona merah.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.200 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.170 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menanjak 57,761 poin (1,36%) ke level 4.253,558 dalam reli yang terjadi di bursa-bursa Asia. Sentimen positif datang dari Wall Street yang semalam cetak rekor setelah rencananya The Fed mulai kurangi stimulus.
Indeks langsung naik hingga posisi tertingginya hari ini di 4.257,168 tak lama setelah pembukaan perdagangan. Laju IHSG sedikit melambat jelang penutupan perdagangan.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melaju 41,696 poin (0,99%) ke level 4.237,978 atas maraknya aksi borong saham. Tak satu pun sektor industri di lantai bursa yang melemah.
Laju penguatan indeks mulai terhambat oleh beberapa aksi jual saham-saham yang sudah naik cukup tinggi. Untungnya indeks masih bisa bertahan positif.
Menutup perdagangan, Kamis (19/12/2013), IHSG menguat 35,689 poin (0,85%) ke level 4.231,980. Sementara Indeks LQ45 naik 8,428 poin (1,21%) ke level 705,443.
Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bisa menguat dengan penguatan rata-rata lebih dari satu persen. Hanya sektor tambang dan konstruksi yang jatuh ke zona merah.
Aksi beli ini didominasi investor asing. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 346,32 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 125.141 kali pada volume 4,483 miliar lembar saham senilai Rp 4,522 triliun. Sebanyak 126 saham naik, sisanya 100 saham turun, dan 188 saham stagnan.
Bursa saham Jepang memimpin penguatan hari ini dengan lonjakan lebih dari satu persen. Kecepatan bursa Asia lainnya hanya moderat, kecuali China dan Hong Kong yang melemah.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun 20,49 poin (0,95%) ke level 2.127,79. 
  • Indeks Hang Seng anjlok 255,07 poin (1,10%) ke level 22.888,75. 
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 271,42 poin (1,74%) ke level 15.859,22. 
  • Indeks Straits Times naik tipis 3,18 poin (0,10%) ke level 3.064,96. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.250 ke Rp 61.250, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 ke Rp 41.700, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 500 ke Rp 3.400, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 18.600.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 25.900, Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 200 ke Rp 5.650, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 11.100, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 150 ke Rp 4.800. (detik.com)