korea by dewanti

Wednesday, January 15, 2014

Lompat 50 Poin, IHSG Pede di Level 4.441

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap berada di teritori positif hari ini. IHSG mampu lompat 50 poin.
IHSG pagi tadi dibuka naik 11 poin setelah kemarin libur. Indeks langsung menembus level 4.400.
Menutup sesi I, IHSG berada di 4.445,467 (1,25%) atau naik 54,69 poin.
Akhirnya, Rabu (15/1/2014), IHSG ditutup di level 4.441,59 naik 50,823 poin (1,16%).
IHSG berada di level tertingginya sampai sore ini di 4.459 dan level terendahnya di 4.398.
Indeks LQ45 tercatat naik 10 poin menembus level 752.
IHSG mendapat dorongan positif, terutama datang dari luar negeri. Pertama, Bank Dunia meningkatkan perkiraan pertumbuhan global tahun ini menjadi 3,2 %, dan diprediksi terus meningkat cepat di 2015 dan 2016.
Kedua, IHSG ditopang penguatan rupiah terhadap dolar AS beberapa hari ini. Dolar AS kembali ke level Rp 11.000-an di posisi terendah yang mencapai Rp 11.800. Penguatan rupiah ini mencerminkan membaiknya perekonomian Indonesia.
Total frekuensi perdagangan saham sampai sore ini tercatat 285.617 kali dengan total volume 5,56 miliar. Adapun total nilainya mencapai Rp 7,1 triliun.
Seluruh sektor terlihat menghijau kecuali konstruksi dan pertanian. Sebanyak 162 saham bergerak naik dan 108 saham emiten bergerak turun. Sedangkan 93 saham emiten tak bergerak.
 
Berikut daftar saham yang menjadi top gainers sore ini:
  • HMSP: Naik Rp 2.500 ke level Rp 64.000
  • GGRM: Naik Rp 1.425 ke level Rp 44.025
  • UNVR: Naik Rp 1.000 ke level Rp 28.025
  • LPPF: Naik Rp 800 ke level Rp 12.000
Sedangkan ini daftar saham yang menjadi top losers:
  • ITMG: Turun Rp 550 ke level Rp 25.100
  • AALI: Turun Rp 350 ke level Rp 20.825
  • MAPI: Turun Rp 275 ke level Rp 6.000
  • MYOR: Turun Rp 200 ke level Rp 24.950
Pergerakan bursa Asia hampir seluruhnya positif hanya bursa China saja yang jatuh.
Berikut pergerakan bursa Asia sampai siang ini:
  • Shanghai Composite: Turun 12,74 poin ke 2.014
  • Hang Seng Index: Naik 71,38 poin ke 22.862
  • Nikkei 225: Naik 343 poin ke 15.766
  • Strait Times Index: Naik 17 poin ke 3.141
sumber: detik.com

Ironi Grup Bakrie: Investasi Rp 304 M di Path dan Utang Bakrie Life

Jakarta -Grup Bakrie baru saja berinvestasi di jejaring sosial Path senilai US$ 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar. Hal ini justru membuat sakit hati para nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life).
Pasalnya, sejak Oktober 2008, Asuransi yang dimiliki Grup Bakrie ini menderita gagal bayar. Alhasil dana nasabah senilai Rp 360 miliar pun tak jelas penggantiannya.
Salah satu perwakilan Nasabah Bakrie Life asal Jakarta menceritakan kisahnya.
"Dana kami tak kunjung kembali. Kami sudah dirugikan sejak Oktober 2008. Sabar? Bagaimana bisa bersabar jika melihat aksi Grup Bakrie yang mengejutkan," kata nasabah tersebut saat berbincang dengan detikFinance, Rabu (15/1/2014).
"Tiba-tiba mereka investasi di Path Rp 300 miliar. Apakah ini tidak membuat kami sakit hati?" imbuh pria ini.
Menurutnya, nasabah Diamond Investa Asuransi Bakrie Life sudah berkali-kali dijanjikan penggantian dana oleh Grup Bakrie dan manajemen. Utang yang kini berkisar hanya Rp 130 miliar tak juga jelas kapan dibayarnya.
"Awalnya Rp 360 miliar uang kami. Kemudian dibayar jadi tinggal Rp 270 miliar utang mereka dan kini tinggal Rp 130 miliar. Itu pun karena mereka minta keringanan bahwa tidak 100% dana kita dikembalikan tidak apa-apa, tapi tetap saja masih tak jelas kapan dikembalikannya," ungkapnya.
Menurutnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator perusahaan asuransi pun tak bisa berbuat banyak. Bahkan, menurutnya OJK terkesan takut.
"OJK bisa apa? Memanggil mereka saja, tapi toh alhasil juga tidak jelas. Bagaimana ini?" tegas nasabah ini.
Path mendapat US$ 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar dari Grup Bakrie Global. Jumlah ini setara dengan 38,5% dari total investasi US$ 65 juta yang telah masuk ke jejaring sosial itu sejak 2011.
Suntikan dana ini telah membuat Bakrie menjadi salah satu investor terbesar di Path di antara para investor lainnya seperti Greylock Partners, Kleiner Perkins, Index Ventures, Insight Venture Partners, Redpoint Venture Partners, dan First Round Capital.
Path sendiri berturut-turut mulai mendapat suntikan dana dari para pemodal sejak 2011 lalu dengan dana US$ 10 juta. Kemudian di tahun berikutnya kembali mendapatkan dana segar US$ 30 juta.
Sementara, Bakrie Life mengalami gagal bayar pada tahun 2008 sebesar Rp 360 miliar kepada nasabah Diamond Investa. Infomasi terakhir, utang Bakrie Life ke nasabah tinggal Rp 270 miliar dan menyusut jadi Rp 130 miliar. Namun karena kesulitan likuiditas Bakrie Life belum juga bisa melunasi. (detik.com)

Jelang Penutupan, Rupiah Kembali Melemah Dekati 12.100/US$

Bisnis.com, JAKARTA — Menjelang penutupan perdagangan Rabu (15/1/2014) nilai tukar rupiah kembali melemah bahkan mendekati Rp12.100 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index, rupiah melemah 0,37% ke Rp12.095 per dolar AS pada pukul 14.13 WIB. Rupiah melemah setelah menguat selama 4 hari berturut-turut kemarin.
Pada awal perdagangan, rupiah dibuka melemah 0,11% ke level Rp12.063 WIB. Selanjutnya, rupiah sempat menguat tajam menguat 0,68% ke level Rp11.968 per dolar AS pada pukul 09.01 WIB.
Namun, pada pukul 09.03 WIB, rupiah kembali berbalik arah dan melemah 0,19% ke Rp12.073 per dolar AS. Sepanjang hari ini rupiah bergerak pada kisaran Rp11.968-Rp12.095 per dolar AS.
Sore ini, nilai tukar dolar AS terpantau cenderung menguat terhadap sebagian besar mata uang di Asia-Pasifik.