korea by dewanti

Thursday, January 16, 2014

Jasa Marga (JSMR) Habiskan Semua Dana Hasil Penerbitan Obligasi Rp2,1 Triliun

Bisnis.com, JAKARTA - Operator jalan tol pelat merah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) telah menghabiskan seluruh dana hasil penerbitan obligasi seri S senilai Rp2,1 triliun.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansjah menuturkan setelah dikurangi biaya penawaran umum Rp7,3 miliar, obligasi yang efektif mulai dirilis 20 September 2013 lalu itu tersisa Rp2,092 triliun.
Dari raupan tersebut, perseroan telah menggunakannya untuk membayar utang jatuh tempo (refinancing) senilai Rp1,77 triliun.
Selain itu, dana lainnya digunakan untuk ekspansi sebesar Rp156 miliar dan modal kerja sebesar Rp164,1 miliar.

Pisah dari Bumi Plc, Grup Bakrie Minta Tambahan Waktu

Bisnis.com, JAKARTA - Pemisahan Grup Bakrie dengan Bumi Plc lagi-lagi harus molor. Grup Bakrie meminta tambahan waktu karena tidak mampu menyelesaikan transaksi pemisahan sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati sebelumnya, yakni pada 15 Januari 2014.
Seperti dikutip dari pengumuman resmi Asia Resource Minerals Plc (nama baru Bumi Plc) yang dirilis Rabu malam (15/1/2014) waktu Indonesia, Grup Bakrie telah resmi meminta tambahan waktu untuk memperpanjang penyelesaian transaksi pemisahan. 
"Kami dan Grup Bakrie telah sepakat untuk memperpanjang waktu dari 15 Januari menjadi 17 Januari 2014," tulis pengumuman itu seperti dikutip, Kamis (16/1/2014).
Selama perpanjangan waktu dua hari ini, akan dilihat kondisi tertentu yang mana yang harus diyakinkan, untuk menyelesaikan transaksi pemisahan. Pasalnya, tanpa perpanjangan waktu seperti ini, transaksi pemisahan akan dianggap berakhir pada 15 Januari 2014.
Perpanjangan waktu dua hari ini adalah untuk menyediakan waktu yang cukup bagi Asia Resource Minerals Plc untuk memahami dan mempertimbangkan alasan Grup Bakrie yang menunda transaksi pemisahan ini.
"Apakah perpanjangan waktu ini sesuai? Jika memang demikian, sampai tanggal berapa?," tulis pengumuman itu. 
Perseroan kini sedang berdiskusi dengan Grup Bakrie untuk memahami alasan penundaan pemisahan dan sampai kapan perpanjangan waktu tersebut diperlukan.
Setelah mendengar alasan-alasan yang diungkapkan Grup Bakrie, baru perseroan akan memutuskan permohonan perpanjangan waktu ini sebagai perpanjangan transaksi pemisahan.

Tiga Hari Menguat, IHSG Akhirnya Turun 29 Poin

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri reli tiga hari dengan koreksi 29 poin. Aksi ambil untung terjadi mengingat posisi indeks yang sudah naik cukup tinggi.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.115 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.080 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 9,187 poin (0,21%) ke level 4.450,781 lanjutkan penguatan yang sudah terjadi tiga hari berturut-turut. Maraknya sentimen positif membuat investor makin pede berburu saham.
Penguatan IHSG tidak terlalu tinggi karena ditahan oleh aksi ambil untung. Beberapa saham yang sudah naik tinggi jadi sasaran aksi jual investor.
Sampai akhirnya indeks jatuh ke zona merah gara-gara tekanan jual yang tak kunjung berhenti. Indeks hanya mampu naik hingga ke level tertingginya di 4.457,764.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 3,754 poin (0,08%) ke level 4.437,840 setelah muncul aksi ambil untung saat indeks naik cukup tinggi pagi tadi. Indeks tak mampu bertahan lama di zona hijau.
Saham-saham berbasis komoditas masih bertahan menguat. Sedangkan saham-saham bank dan lapis dua kebanyakan jatuh ke zona merah.
Mengakhiri perdagangan, Kamis (16/1/2014), IHSG ditutup turun 29,105 poin (0,66%) ke level 4.412,489. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 6,076 poin (0,81%) ke level 746,385.
Aksi ambil untung didominasi oleh investor lokal. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 255,06 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 188.571 kali pada volume 5,659 miliar lembar saham senilai Rp 5,092 triliun. Sebanyak 124 saham naik, sisanya 151 saham turun, dan 88 saham stagnan.
Bursa-bursa regional bergerak mixed menutup perdagangan sore hari ini. Posisinya yang sudah tinggi dimanfaatkan untuk aksi ambil untung investor.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 0,35 poin (0,02%) ke level 2.023,70. 
  • Indeks Hang Seng menguat 84,41 poin (0,37%) ke level 22.986,41. 
  • Indeks Nikkei 225 turun 61,53 poin (0,39%) ke level 15.747,20. 
  • Indeks Straits Times menipis 0,60 poin (0,02%) ke level 3.142,65. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 775 ke Rp 44.800, Bank of India (BSWD) naik Rp 240 ke Rp 1.300, United Tractor (UNTR) naik Rp 175 ke Rp 19.000, dan SMART (SMAR) naik Rp 175 ke Rp 7.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Century Textile (CNTX) turun Rp 1.550 ke Rp 6.250, Tembaga Mulia (TMBS) turun Rp 500 ke Rp 7.500, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 475 ke Rp 15.200, dan BRI (BBRI) turun Rp 375 ke Rp 8.100. (detik.com)