korea by dewanti

Thursday, January 23, 2014

Bursa Regional Merah, IHSG Melaju 18 Poin

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 18 poin di tengah koreksi bursa-bursa Asia. Positifnya kinerjnya emiten jadi faktor pendorong aksi jual yang terjadi di bursa.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 12.165 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.135 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 22,631 poin (0,50%) ke level 4.5000,120 berkat aksi beli selektif investor. Kinerja emiten yang sudah dirilis rata-rata positif sehingga mendorong aksi beli investor.
Saham-saham bank melesat cukup tinggi, setelah kemarin BRI melaporkan laba Rp 21 triliun di 2013. Sentimen ini disambut baik dengan harapan perbankan lainnya akan melaporkan kinerja yang positif juga.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 6,777 poin (0,15%) ke level 4.484,266 mampu bertahan positif dengan poin yang tidak terlalu besar di tengah koreksi bursa-bursa regional. Aksi beli asing menopang indeks di zona hijau.
Setelah sempat naik hingga ke posisi tertingginya hari ini di 4.510,216 indeks mulai melambat. Investor domestik memanfaatkan posisi indeks tersebut untuk mengambil untung.
Mengakhiri perdagangan, Kamis (23/1/2014), IHSG ditutup menguat 18,553 poin (0,41%) ke level 4.496,042. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 3,259 poin (0,43%) ke level 760,633.
Saham-saham bank memimpin penguatan didorong kinerjanya yang positif, dibuntuti oleh saham-saham agrikultur. Saham tambang dan konsumer yang kemarin naik tinggi harus lengser akibat aksi ambil untung.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 195.694 kali pada volume 3,55 miliar lembar saham senilai Rp 5,558 triliun. Sebanyak 169 saham naik, sisanya 117 saham turun, dan 80 saham stagnan.
Sentimen melemahnya Wall Street semalam membuat bursa-bursa Asia bergerak negatif. Semuanya kompak jatuh di zona merah dipimpin oleh Bursa Hong Kong yang jatuh paling dalam.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia si sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun 9,57 poin (0,47%) ke level 2.042,18. 
  • Indeks Hang Seng anjlok 348,35 poin (1,51%) ke level 22.733,90. 
  • Indeks Nikkei 225 melemah 125,07 poin (0,79%) ke level 15.695,89. 
  • Indeks Straits Times amblas 31,70 poin (1,01%) ke level 3.102,04. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Astra Agro (AALI) naik Rp 900 ke Rp 22.950, Century Textile (CNTX) naik Rp 750 ke Rp 7.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 700 ke Rp 27.550, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 475 ke Rp 64.975.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.300 ke Rp 43.525, Matahari (LPPF) turun Rp 750 ke Rp 12.325, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 350 ke Rp 5.500, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 300 ke Rp 11.300. (detik.com)

Gading Development Siapkan Rp1,7 T Garap Solo Baru

INILAH.COM, Jakarta - PT Gading Development Tbk (GAMA) akan mengembangkan lahan seluas 80 hektar di Solo, Jawa Tengah.
Perseroan akan menggarap proyek Botanical City dengan anggaran mencapaio Rp1,7 triliun. Dana tersebut berasal dari operasional perseroan dan pinjaman dari pihak ketiga. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Kamis (23/1/2014).
Dala, time table perseroan merencanakan pembangunan Solo Baru berakhir pada tahun 2025. Dengan perkiraan waktu pengajuan penjualan pada kuartal ketiga 2014. Untuk tahap awal, lahan yang akan digarap mencapai 17 hektar.

Target Pertumbuhan Kredit PermataBank 15%

INILAH.COM, Jakarta - PT PermataBank memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2014, sebesar 15%.
Direktur Ritel Banking PermataBank, Bianto Surodjo mengatakan pertumbuhan tersebut akan menyesuaikan dengan kebijakan Bank Indonesia (BI).
"Market secara umum bicara ekpektasi 15% tahun ini sesuai arahan BI," ujar Bianto usai MoU dengan Visa di Jakarta, Kamis (23/1/2014).
Bianto mengatakan tekanan BI untuk mempersempit ruang gerak pengucuran kredit tentunya PermataBank akan mematuhi. Sebab ketentuan regulasi perbankan tersebut akan menjadi acuan pada penyaluran kredit.
"Sehubungan aturan BI, saya jawab kami PermataBank porsi kita gak jauh dari acuan BI. Kita lihat seharusnya memiliki sekitar itu," ucap Bianto.
Bianto sendiri untuk memacu pertumbuhan kredit hingga kisaran 15%, masih mengandalkan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Namun Bianto tidak menyebutkan sumbangan dari sektor itu. "Kalau kami PermataBank perlu seimbang terutama menekankan sektor UKM," jelas Bianto.
Sebelumnya, pada kuartal I-2013, PermataBank mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 100,7 triliun. Emiten berkode BNLI menargetkan pertumbuhan kredit 2013 sebesar 20%.