korea by dewanti

Tuesday, January 28, 2014

SHID akan pertahankan angka pertumbuhan 20%

JAKARTA. PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) optimistis mampu menjaga kinerja keuangannya tahun ini. Dengan beberapa ekspansi yang dilakukan sepanjang tahun lalu, manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan yang positif.
"Tahun ini kami targetkan pertumbuhan minimal 20%," ujar Yana Aditya, Corporate Secretary SHID belum lama ini. Dengan estimasi perolehan pendapatan Rp 270 full year 2014, artinya tahun ini manajemen membidik pendapatan Rp 324 miliar.
Tahun ini, SHID bakal me-manage tambahan lima hingga enam hotel. Namun, bukan ini yang menjadi cara perusahaan untuk mengejar targetnya. Manajemen justru akan memaksimalkan okupansi kamar hotel.
SHID memiliki target okupansi 10.000 hotel hingga 2016 mendatang. "Hingga saat ini, separuh dari target kami sudah tercapai," pungkas Yana.
Informasi saja, saham SHID saat ini ada di level Rp 390 per saham. Belum ada transaksi yang melibatkan saham SHID sepanjang sesi I tadi. (kontan.co.id)

IHSG Menguat 18 Poin Meski Asing Lepas Saham Rp 600 Miliar

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu naik 18 poin meski asing lepas saham hingga lebih dari setengah triliun rupiah. Aksi beli investor domestik yang menopang penguatan kali ini.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 12.210 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.225 per dolar.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG terkoreksi 21,245 poin (0,49%) ke level 4.301,535. Indeks masih terkena tekanan jual meski tidak sedalam kemarin.
Giliran saham-saham lapis dua yang kena koreksi cukup dalam. Saham-saham unggulan yang kemarin anjlok kini mulai dilirik investor membuat indeks balik arah ke zona hijau.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 30,549 poin (0,71%) ke level 4.353,329 setelah pagi tadi sempat jatuh ke teritori negatif. Penguatan saham-saham unggulan yang berperan banyak dalam penguatan indeks siang ini.
Saham komoditas masih negatif gara-gara aksi jual, tapi saham konsumer dan perbankan yang menguat sempat mendorong indeks hingga ke posisi tertingginya hari ini di level 4.353,862.
Menutup perdagangan, Selasa (27/1/2014), IHSG naik 18,871 poin (0,44%) ke level 4.341,651. Sementara Indeks LQ45 menguat 4,854 poin (0,67%) ke level 727,253.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net buy) senilai Rp 667,26 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 202.986 kali pada volume 4,09 miliar lembar saham senilai Rp 5,285 triliun. Sebanyak 152 saham naik, sisanya 121 saham turun, dan 82 saham stagnan.
Bursa-bursa regional berakhir mixed setelah melewati perdagangan yang fluktuatif. Meski dibayangi sentimen negatif melemahnya Wall Street semalam, masih ada bursa Asia yang bisa positif.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 5,21 poin (0,26%) ke level 2.038,51. 
  • Indeks Hang Seng menipis 15,46 poin (0,07%) ke level 21.960,64. 
  • Indeks Nikkei 225 turun 25,57 poin (0,17%) ke level 14.980,16. 
  • Indeks Straits Times menguat 19,98 poin (0,66%) ke level 3.062,41. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya (CTBN) naik Rp 1.125 ke Rp 5.625, Indocement (INTP) naik Rp 1.025 ke Rp 21.250, Unilever (UNVR) naik Rp 575 ke Rp 27.700, dan Inti Bangun (IBST) naik Rp 575 ke Rp 5.975.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.650 ke Rp 66.050, SMART (SMAR) turun Rp 575 ke Rp 6.625, Century Textile (CNTX) turun Rp 500 ke Rp 6.500, dan Selamat Sempurna (SMSM) turun Rp 190 ke Rp 3.060. (detik.com)

Agung Podomoro Catat Penjualan Rp6,35 T di 2013

INILAH.COM, Jakarta - PT Agung Podomoro Land (APLN) catat marketing sales (penjualan) sepanjang 2013 sebesar Rp6,35 triliun atau naik 9,4% dari perolehan tahun sebelumnya Rp5,8 triliun.
Investor Relations PT Agung Podomoro Land, Wibisono mengatakan perolehan Rp6,35 triliun dikontribusi terbesar dari The Podomoro City extension sebesar 30% dan kemudian diikuti Podomoro City Deli Medan 28,2%, Vimala Hills and Metro Parkt Residence Both 10,6%.
"Kemudian, The Borneo Bay Residences 6,8 persen, Grand Taruna 6,1 persen dan Soho@ Pancoran sebesar 4,3 persen," kata Wibisono dalam keterangan resmi perseroan, Selasa (28/1/2014).
Lebih lanjut Wibisono mengatakan, ke depan perseroan akan membangun pusat perdagangan dan hotel budget di daerah Glodok, Jakarta, di lahan seluas hampir satu hektar.
"Lahan tersebut hasil akuisisi oleh perusahaan afiliasi perseroan, yaitu PT Wahan Sentra Sejati (WSS) pada Desember 2013 senilai Rp166 miliar," kata Wibisono.