korea by dewanti

Tuesday, February 11, 2014

Asing Masih Getol Borong Saham, IHSG Rebound 19 Poin

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound 19 poin berkat aksi borong saham oleh investor asing. Dana asing terus mengalir masuk lantai bursa dalam beberapa perdagangan terakhir.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 12.157 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.165 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 7,028 poin (0,16%) ke level 4.457,725. Indeks LQ45 dibuka tumbuh 1,774 poin (0,24%) ke level 749,604.
Saham-saham yang kemarin melemah kini jadi incaran aksi beli. Indeks sempat menanjak sampai ke 4.475,148 tertinggi hari ini sebelum mulai melambat.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 13,828 poin (0,31%) ke level 4.464,576 bertahan di zona hijau sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Aksi beli cukup ramai mendorong indeks hampir capai 4.500.
Saham-saham bank memimpin penguatan, indeks sektor finansial pun melaju hingga lebih dari satu persen. Di posisi berikutnya ada saham-saham komoditas.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (10/2/2014), IHSG ditutup menguat 19,442 poin (0,44%) ke level 4.470,190. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 4,309 poin (0,58%) ke level 752,139.
Penguatan indeks sedikit terhambat oleh koreksi saham-saham konsumer yang kemarin sudah naik tinggi. Pelaku pasar juga masih menanti pidato Janet Yellen pada Selasa waktu setempat yang diprediksi bisa mempengaruhi pergerakan bursa-bursa utama dunia.
Namun aksi beli asing mampu mendorong indeks terus menanjak. Transaksi asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 492,65 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 134.500 kali pada volume 2,086 miliar lembar saham senilai Rp 2,722 triliun. Sebanyak 140 saham naik, sisanya 94 saham turun, dan 85 saham stagnan.
Sentimen positif juga datang dari bursa Asia yang kompak menguat tutup perdagangan hari ini. Bursa saham Hong Kong dan Jepang melaju kencang, naik lebih dari satu persen.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 17,60 poin (0,84%) ke level 2.103,67. 
  • Indeks Hang Seng melonjak 383,72 poin (1,78%) ke level 21.962,98. 
  • Indeks Nikkei 225 menanjak 255,93 poin (1,77%) ke level 14.718,34. 
  • Indeks Straits Times bertambah 12,80 poin (0,42%) ke level 3.030,00. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 750 ke Rp 23.125, United Tractor (UNTR) naik Rp 574 ke Rp 18.450, Mandom (TCID) naik Rp 325 ke Rp 12.925, dan Indocement (INTP) naik Rp 325 ke Rp 22.050.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 27.250, Matahari (LPPF) turun Rp 725 ke Rp 12.025, Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 27.600, dan Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 26.750. (detik.com)

Rupiah Bertahan di Rp 12.200

Jakarta - Kurs jual rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) di bank Mandiri hari ini berada di angka Rp 12.200.
Berdasarkan informasi dari call center Bank Mandiri, Selasa (11/02) pukul 15.00 WIB, rupiah berada di kurs beli Rp 12.113 per 1 dolar AS. Adapun kurs jual rupiah per 1 dolar AS Rp 12.200.
Dibandingkan dengan posisi pada Senin (10/02), berdasarkan informasi dari call center Bank Mandiri, rupiah berada di kurs beli Rp 12.093 per 1 dolar AS atau melemah 20 poin. Adapun kurs jual rupiah per 1 dolar AS Rp 12.200.
 
Berikut pantauan nilai tukar rupiah terhadap mata uang lainnya :
  • Yen Jepang : kurs beli Rp 117,36 ; kurs jual Rp 120,57
  • Dolar Singapura : kurs beli Rp 9.487 ; kurs jual Rp 9.673
  • Euro Eropa : kurs beli Rp 16.502 ; kurs jual Rp 16.743
  • Poundsterling Britania Raya : kurs beli Rp 19.841 ; kurs jual Rp 20.104
  • Dolar Australia : kurs beli Rp 10.814 ; kurs jual Rp 11 042
sumber: detik.com

Investor Memburu Saham Bank

INILAH.COM, Jakarta - Industri perbankan masih mampu membukukan kinerja yang apik di tahun 2013. Makanya, saham ini menjadi incaran para investor.
Saham perbankan pekan ini diproyeksikanbakal menguat. Hal itu dipicu oleh banyaknya sentimen positif yang tengah menggelayuti industri ini. Seperti terkendalinya tingkat inflasi, kemungkinan BI mempertahankan BI rate di tingkat 7,5%, sertakinclongnya kinerja bank di tahun 2013.
Makanya, tak mengherankan jika Selasa ini (11/2) saham-saham perbankan menjadi buruan para investor. Salah satunya adalah saham Bank Mandiri (BMRI). Hingga siang ini, saham BUMN ini menguat 2% ke level Rp 8.925 per saham. Seperti diketahui, tahun lalu Mandiri berhasil membukukan laba bersih Rp 18,4 triliun ataun naik 17,4%.
Saham BCA (BBCA) adalah emiten berikutnya yang jadi buruan para investor. Meskipun belum menerbitkan laporan keuangannya, namun kinerja bank milik Grup Djarum ini diyakini tak kalah dari Mandiri maupun BRI (BBRI). Hari ini BBCA mencatat kenaikan 2,49% ke level Rp 10.300. Menurut peneropongan para analis, saham BBCA masih berpotensi menguat hingga terbitnya laporan keuangan 2013.
Para invetor juga tampaknya mulai mengoleksi sahambank-bank yang tidak lama lagi akan menerbitkan laporan keuangannya. Paling tidak, hal itu terlihat dari menguatnya sejumlah harga saham bank. Sebut saja saham BNI (0,35%), Bank Permata (1,63%), dan Bank Danamon (0,22%). Menariknya, kenaikan juga dialami oleh saham-saham bank papan tengah seperti Bank ICB Bumi Putera (0,74%) dan Bank Capital Indonesia (1,23%).