korea by dewanti

Wednesday, February 19, 2014

Asing Borong Saham Rp 1 Triliun, IHSG Nyaris Tembus 4.600

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak cukup tinggi dan hampir menembus level 4.600. Aksi borong saham investor asing mencatat nilai hingga Rp 1 triliun.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.770 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.830 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 6,860 poin (0,15%) ke level 4563,051 melanjutkan reli yang sudah terjadi sejak pekan lalu. Posisi IHSG yang sudah jenuh beli tidak membuat pelaku pasar berhenti berburu saham.
Secara perlahan indeks terus menanjak di zona hijau. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona merah sepanjang perdagangan hari ini.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 18,748 poin (0,41%) ke level 4.574,939. Indeks masih mampu naik meski sudah jenuh beli.
Aksi beli asing terus terjadi, membuat dana asing mengalir masuk tanpa henti ke lantai bursa sejak pekan lalu. Saham-saham blue chip jadi sasaran aksi beli investor asing.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (19/2/2014), IHSG ditutup menanjak 36,460 poin (0,80%) ke level 4.592,651. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 7,080 poin (0,92%) ke level 773,540.
Sembilan sektor berhasil menguat, dipimpin oleh sektor aneka industri. Hanya sektor konstruksi yang masih merah. Aksi beli didominasi investor asing.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreing net buy) senilai Rp 1,058 trilun di pasar reguler dan negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 251.182 kali pada volume 5,308 miliar lembar saham senilai Rp 7,038 triliun. Sebanyak 151 saham naik, sisanya 131 saham turun, dan 104 saham stagnan.
Hanya bursa saham Jepang yang ketinggalan di zona merah. Bursa-bursa Asia lainnya berhasil menguat dibantu sentimen positif dari bursa global.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 23,49 poin (1,11%) ke level 2.142,55.
  • Indeks Hang Seng naik 76,80 poin (0,34%) ke level 22.664,52.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 76,71 poin (0,52%) ke level 14,766.53.
  • Indeks Straits Times bertambah 16,53 poin (0,54%) ke level 3.087,31. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.250 ke Rp 46.750, Mandom (TCID) naik Rp 800 ke Rp 13.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 650 ke Rp 23.850, dan Pool Advista (POOL) naik Rp 500 ke Rp 2.500.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 400 ke Rp 19.000, Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 225 ke Rp 6.750, Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 200 ke Rp 2.300, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 26.700. (detik.com)

Rapat dengan DPR, Chatib Sebut Ekonomi Indonesia Paling Rentan di Dunia

Jakarta -Pemerintah diwakili Menteri Keuangan Chatib Basri dan Menteri PPN/Bappenas siang ini rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Rapat ini membahas terkait perkembangan terakhir dari ekonomi Indonesia.
Chatib mengatakan Indonesia masih masuk dalam kategori lima negara dengan ekonomi paling rentan di dunia. Bersama dengan negara berkembang lainnya yaitu Brasil, Afrika Selatan, Turki dan India.
"Ada lima negara dalam kategori yang rentan. Brazil, Afsel, Turki, India dan Indonesia. Indonesia masuk di sini," kata Chatib dalam rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2014) 
Akan tetapi, kata Chatib, Indonesia sudah sudah lebih baik jika dibandingkan negara lainnya. Terlihat pada pertumbuhan ekonomi di akhit tahun 2013 yang sebesar 5,8%. Beberapa pengamat pun mengungkapkan hal yang senada, kata Chatib.
"Alhamdulillah dalam 2014 ini posisi kita jauh lebih baik dibandingkan dengan empat negara lainnya. Sehingga beberapa analis menilai Indonesia akan meningggalkan empat negara itu," ujarnya
Namun, Chatib menilai perlu ada kewaspadaan menghadapi hal itu. Perbaikan negara maju, seperti Amerika Serikat (AS) masih menjadi ancaman bagi pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia. 
"Kita masih tetap harus berhati-hati dan waspada," imbuhnya
Seperti diketahui rapat dimulai eskitar pukul 14.30 WIB. Rapat dibuka oleh Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit. Selain pembahasan ini, nantinya juga akan diputuskan siklus pemahsaan pelaksanaan APBN 2014.(detik.com)

Rapat dengan DPR, Chatib Sebut Ekonomi Indonesia Paling Rentan di Dunia

Jakarta -Pemerintah diwakili Menteri Keuangan Chatib Basri dan Menteri PPN/Bappenas siang ini rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Rapat ini membahas terkait perkembangan terakhir dari ekonomi Indonesia.
Chatib mengatakan Indonesia masih masuk dalam kategori lima negara dengan ekonomi paling rentan di dunia. Bersama dengan negara berkembang lainnya yaitu Brasil, Afrika Selatan, Turki dan India.
"Ada lima negara dalam kategori yang rentan. Brazil, Afsel, Turki, India dan Indonesia. Indonesia masuk di sini," kata Chatib dalam rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2014)
Akan tetapi, kata Chatib, Indonesia sudah sudah lebih baik jika dibandingkan negara lainnya. Terlihat pada pertumbuhan ekonomi di akhit tahun 2013 yang sebesar 5,8%. Beberapa pengamat pun mengungkapkan hal yang senada, kata Chatib.
"Alhamdulillah dalam 2014 ini posisi kita jauh lebih baik dibandingkan dengan empat negara lainnya. Sehingga beberapa analis menilai Indonesia akan meningggalkan empat negara itu," ujarnya
Namun, Chatib menilai perlu ada kewaspadaan menghadapi hal itu. Perbaikan negara maju, seperti Amerika Serikat (AS) masih menjadi ancaman bagi pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia.
"Kita masih tetap harus berhati-hati dan waspada," imbuhnya
Seperti diketahui rapat dimulai eskitar pukul 14.30 WIB. Rapat dibuka oleh Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit. Selain pembahasan ini, nantinya juga akan diputuskan siklus pemahsaan pelaksanaan APBN 2014. (detik.com)