korea by dewanti

Thursday, February 20, 2014

BI: Utang Pemerintah Tahun 2013 Turun Jadi US$ 114 Miliar

Jakarta -Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Desember 2013 secara nominal mencapai US$ 264,1 miliar atau tumbuh 4,6% secara tahunan atau year on year (yoy).
Namun, jika dibandingkan dengan pertumbuhan tahun sebelumnya, utang luar negeri Indonesia melambat. Tahun lalu, pertumbuhan ULN Indonesia mencapai 12% secara yoy.
Direktur Eksekutif Departemen Statistik Bank Indonesia Hendy Sulistiowaty menyebutkan, perlambatan utang luar negeri disumbang oleh utang sektor publik yang terkoreksi sebesar 2% secara year on year dari US$ 116,8 miliar di tahun 2012 menjadi sekitar US$ 114 miliar di tahun 2013.
"Utang pemerintah turun karena kita lebih banyak membayar kewajiban daripada ngutang," ujar Hendy dalam acara BI Bareng Media, di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Kamis (20/2/2014).
Dia menjelaskan, ULN sektor publik jangka panjang berupa pinjaman bilateral, multilateral, dan fasilitas kredit ekspor serta obligasi pemerintah.
Sementara jangka pendek berupa surat utang jangka pendek SPN dan SBI dan kewajiban lainnya.
Sementara di sektor swasta mengalami peningkatan pertumbuhan 11,3% secara yoy dari 6,3% secara yoy dan 18,3% secara yoy di tahun sebelumnya.
Utang luar negeri jangka panjang memiliki porsi paling besar terhadap total keseluruhan ULN Indonesia, mencapai 82,1%. Utang jangka panjang tumbuh 4,1% pada 2013 secara tahunan. Nilai ini lebih lambat dibandingkan periode 2012 yang pertumbuhannya mencapai 11,2%.
Sementara itu, ULN jangka pendek memiliki porsi 17,9% dari total keseluruhan ULN Indonesia.
Nilai ini tumbuh 7,1% secara tahunan atau tumbuh melambat dibandingkan periode 2012 yang tumbuh mencapai 15,9% secara yoy.
Hendy mengungkapkan, rasio utang Indonesia terhdap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 30,24% di tahun 2013 atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya 28,70%. Angka ini dinilai masih aman.
"Rasio utang terhadap PDB kita masih aman. Jepang rasionya sampai 190% dan lebih banyak utang domestik, kalau kita kebanyakan utang luar negeri. Batas aman rasio utang itu 50%, kalau lebih dari 50% harus aware," pungkasnya. (detik.com)

Dana Asing Masuk Lagi Rp 900 Miliar, IHSG Naik 5 Poin

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 5 poin berkat aksi beli jelang penutupan perdagangan. Investor asing masih getol beli saham, dana asing hari ini masuk lebih dari Rp 900 miliar.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 11.815 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.770 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 5,383 poin (0,12%) ke level 4.587,268 akhirnya terkena koreksi juga setelah muncul aksi ambil untung. Koreksi ini wajar karena IHSG sudah menanjak cukup tinggi dalam beberapa perdagangan terakhir.
Tak semua saham unggulan kena aksi ambil untung. Saham-saham finansial dan infrastruktur bisa menguat dan membalikan arah IHSG ke zona hijau meski hanya sebentara saja.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 11,157 poin (0,24%) ke level 4.581,494 terkena aksi ambil untung. Pelemahannya bisa sedikit ditahan oleh penguatan saham-saham bank berkapitalisasi besar (big cap).
Jelang penutupan perdagangan, investor domestik mulai berburu saham mengekor investor asing. Alhasil IHSG pun balik arah positif.
Menutup perdagangan, Kamis (20/2/2014), IHSG naik 5,570 poin (0,12%) ke level 4.598,221. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,873 poin (0,37%) ke level 776,413.
Aksi ambil untung mulai ramai terjadi di saham-saham unggulan. Namun koreksi IHSG bisa tertahan atas pembelian saham-saham perbankan. Saham bank diburu atas kinerjanya yang positif.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 994,43 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 194.483 kali pada volume 6,343 miliar lembar saham senilai Rp 7,326 triliun. Sebanyak 111 saham naik, sisanya 183 saham turun, dan 72 saham stagnan.
Volume dan nilai transaksi perdagangan hari ini cukup besar karena terdorong aksi tutup sendiri alias crossing saham PT Cardig Aero Service Tbk (CASS) senilai Rp 1,1 triliun. Transaksi difasilitasi broker Deutsche Securities (DB) di pasar negosiasi.
Bursa regional terkena imbas kekhawatiran dipangkasnya stimulus AS sehingga sore ini kompak melemah. Hanya bursa Indonesia yang mampu menguat.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional hingga sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun 3,77 poin (0,18%) ke level 2.138,78.
  • Indeks Hang Seng jatuh 270,44 poin (1,19%) ke level 22.394,08.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 317,35 poin (2,15%) ke level 14.449,18.
  • Indeks Straits Times menipis 1,07 poin (0,03%) ke level 3.087,72.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 375 ke Rp 30.150, PT Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 275 ke Rp 26.975, Pool Advista (POOL) naik Rp 200 ke Rp 2.700, dan Dharma Satya (DSNG) naik Rp 195 ke Rp 2.600.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mandom (TCID) turun Rp 750 ke Rp 13.050, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 500 ke Rp 3.950, Selamat Sempurna (SMSM) turun Rp 440 ke Rp 3.560, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 175 ke Rp 5.100. (detik.com)

Nikkei 225 Ditutup Melemah 2,15%

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Jepang ditutup melemah signifikan pada perdagangan Kamis (20/2/2014).
Indeks Nikkei 225 pada penutupan hari ini terkoreksi 2,15% ke level 14.449,18. Pada Rabu (19/2/2014) indeks tersebut juga melemah 0,52% atau terhenti di angka 14.766,53.
Indeks Nikkei 225 hari ini dibuka pada level 14.701,14, dan sepanjang waktu perdagangan bergerak di kisaran 14.428,73 hingga 14.731, 48.  Dari 225 saham yang tercantum dalam data Bloomberg, hanya 8 di antaranya menguat, 215 melemah, dan 2 stagnan.
Saham Fast Retailing Co. Ltd. kembali terkoreksi 46,89 poin atau 3,35%, demikian juga FANUC Corp yang turun 17,66 poin atau 2,64%. Sedangkan saham yang masih berkinerja positif salah satunya adalah Denso Corp yang bertambah 1,33 poin atau 0,63%.
Pada Selasa (18/2/2014) indeks itu sempat melonjak 3,13%. Senin (17/2/2014) Indeks Nikkei 225 menguat 0,56%, dan Jumat (14/2/2014) melemah 1,53%.