korea by dewanti

Friday, February 21, 2014

PT Timah (TINS) Berencana Bagikan Saham Bonus Rp120,7 Miliar

Bisnis.com, JAKARTA  - Produsen timah pelat merah PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) berencana membagikan saham bonus dari agio saham senilai Rp120,7 miliar.
Direktur Utama Timah Sukrisno menuturkan jumlah itu sesuai dengan jumlah agio saham per 31 Desember 2013 yang telah diaudit.
"Itu agio saham yang berasal dari IPO ," ungkapnya dalam keterbukaan informasi, Jumat (21/2/2014).
Namun, rencana tersebut akan diajukan perseroan terlebih dahulu dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang akan digelar 25 Maret 2014.
Menurutnya, jumlah saham yang dikeluarkan sehubungan dengan rencana tersebut adalah 2,414 miliar dengan nilai nominal Rp50.
Jumlah saham bonus yang akan dibagikan ditentukan berdasarkan nilai nominal saham perseroan. Setiap pemegang saham yang memiliki 544 saham lama dengan nilai nominal Rp50, maka akan memperoleh 261 saham bonus dengan nilai nominal Rp50.
Jika terjadi pecahan dalam penghitungan jumlah saham bonus yang akan dibagikan, maka akan dilakukan pembulatan ke bawah, baik untuk setiap pecahan lebih atau kurang dari setengah.
Setelah pembagian saham bonus, modal ditempatkan dan disetor perseroan akan meningkat dari 5,033 miliar saham atau sebesar Rp251,65 miliar menjadi 7,447 miliar (Rp372,38 miliar).

Harga Emas Batangan Naik-Turun, Perhiasan Justru Stabil

Jakarta -Harga emas perhiasan di toko-toko kawasan Cikini Gold Center, Jakarta Pusat terpantau stabil di kisaran Rp 380-490 ribu per gram. Namun di sisi lain, harga emas batangan justru sempat naik turun beberapa hari terakhir.
Linda, pemilik Toko Emas Dwijaya menyebutkan, harga emas 24 karat perhiasan masih stabil di angka Rp 380 ribu dan Rp 400 ribu per gram untuk emas dengan kadar 70%-75%. Arti persentase ini dalam satu bongkah perhiasan ada unsur lain selain emas murni.
"Harganya masih sama. Ada yang Rp 380 ribu per gram itu kadarnya 70%, ada yang Rp 400 ribu itu 75%, rata-rata 23 sama 24 karat," kata Linda saat disambangi detikFinance di Jakarta, Jumat (21/2/2014).
Sementara itu Hendra, pemilik Toko Emas Q juga menyebutkan, harga emas hari ini masih sama dari harga kemarin yaitu Rp 490 ribu per gram untuk emas 24 karat.
"Hari ini Rp 490 ribu per gram emas 24 karat masih sama kayak kemarin," ujar Hendra.
Hal yang sama diungkapkan Vivi, pemilik Toko Emas Mustika ini menyebutkan, harga emas perhiasan 24 karat masih belum bergerak dalam pekan ini di angka Rp 430 ribu per gram.
"Sama sih kayak kemarin Rp 430 ribu per gram, belum naik, itu 24 karat," kata dia.
Pemilik toko emas selanjutnya bernama Andi, ia menyebutkan harga emas 24 karat saat ini masih di harga yang sama Rp 430 ribu per gram.
"Kita di sini Rp 430 ribu per gram, ada yang Rp 380 ribu beda-beda tergantung kadar emasnya, yang Rp 430 ribu 24 karat yang Rp 380 ribu 23 karat," ujar dia.
Bandingkan dengan harga emas batangan Antam yang beberapa pekan terakhir sempat naik turun, meski cenderung naik hinggi ke titik Rp 551.000/gram. Jumat dua pekan lalu harga emas Antam pecahan 1 gram masih Rp 537.000/gram, akhir pekan ini mencapai Rp 549.000/gram. (detik.com)

Dana Asing Mengalir Deras, Rupiah dan IHSG Kompak Menguat

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 47 poin berkat ramainya aksi beli. Dana asing yang masuk kali ini mencapai Rp 600 miliar, mendorong rupiah juga ikut menguat.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.735 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.815 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menanjak 23,602 poin (0,51%) ke level 4.621,823. Indeks langsung menembus level 4.600. Meski IHSG sudah jenuh beli, investor masih berburu saham.
Aksi beli terjadi di seluruh sektor, seluruhnya kompak menghijau di zona hijau. Penguatan paling tinggi ada di sektor konstruksi.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 33 poin (0,72%) ke level 4.631. Indeks berhasil melanjutkan penguatannya. Transaksi bursa cukup ramai sampai dengan jeda siang tadi
Indeks mencapai titik tertingginya hari ini di perdagangan sesi sore, yaitu di 4.613,899. Aksi beli makin ramai terjadi menjelang penutupan perdagangan.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (21/2/2014), IHSG ditutup melesat 47,932 poin (1,04%) ke level 4.646,153. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 8,483 poin (1,09%) ke level 784,896.
Aksi beli didominasi investor asing. Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 607,29 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan siang hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 211.386 kali pada volume 5,014 miliar lembar saham senilai Rp 6,494 triliun. Sebanyak 192 saham naik, 100 saham turun, dan 83 saham stagnan.
Penguatan bursa AS semalam memberi sentimen positif pada pergerakan bursa-bursa di Asia. Memang tidak semuanya berhasil menguat, masih ada satu yang melemah yaitu bursa Shanghai di sore hari ini.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 25,09 poin (1,17%) ke level 2.113,69.
  • Indeks Hang Seng menguat 174,16 poin (0,78%) ke level 22.568,24.
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 416,49 poin (2,88%) ke level 14.865,67.
  • Indeks Straits Times naik 13,05 poin (0,42%) ke level 3.099,69.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.300 ke Rp 47.900, Waran Inovisi (INVS-W) naik Rp 800 ke Rp 1.500, Pool Advista (POOL) naik Rp 600 ke Rp 3.300, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 550 ke Rp 7.150.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Asuransi Bina Dana (ABDA) turun Rp 475 ke Rp 4.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 325 ke Rp 26.650, Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 23.500, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 200 ke Rp 68.700. (detik.com)