korea by dewanti

Monday, February 24, 2014

Sudah Naik Tinggi, IHSG Kena Profit Taking

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kena profit taking sehingga melemah 9 poin. Indeks sudah naik tinggi sejak pagi tadi dan menjadi sasaran empuk investor untuk ambil untung.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 8,402 poin (0,18%) ke level 4.655,724. Indeks masih mampu melanjutkan penguatan meski sudah masuk area jenuh beli.
Aksi beli masih dikuasai investor asing yang sejak dua pekan terakhir ini terus-terusan berburu saham. Indeks sempat menanjak ke level tertingginya 4.665,267 sebelum akhirnya kena koreksi.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (24/2/2014), IHSG menipis 9,726 poin (0,21%) ke level 4.636,427. Sementara Indeks LQ45 turun 2,729 poin (0,35%) ke level 782,167.
Pagi tadi aksi beli di saham-saham unggulan mendorong indeks bergerak di zona positif. Sayangnya, aksi ambil untung mulai muncul di saham-saham yang sudah naik tinggi tersebut.
Perdagangan siang hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 116.200 kali pada volume 2,176 miliar lembar saham senilai Rp 2,678 triliun. Sebanyak 115 saham naik, 133 saham turun, dan 90 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih bergerak mix hingga siang hari ini. Bursa saham China dan Hong Kong melemah paling dalam hingga siang hari ini.
 
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 43,60 poin (2,06%) ke level 2.070,10.
  • Indeks Hang Seng anjlok 263,20 poin (1,17%) ke level 22.305,04.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 15,05 poin (0,10%) ke level 14.880,72.
  • Indeks Straits Times bertambah 1,01 poin (0,03%) ke level 3.100,94.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 20.000 ke Rp 1,08 juta, Astra Agro (AALI) naik Rp 475 ke Rp 23.975, Multi Prima (LPIN) naik Rp 175 ke Rp 5.275, dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 125 ke Rp 9.550.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 525 ke Rp 26.125, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 22.375, Surya Toto (TOTO) turun Rp 250 ke Rp 7.450, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 200 ke Rp 6.800. (detik.com)

Broker Ini Ramal IHSG Bisa Tembus 5.500 di Akhir Tahun Pemilu

Jakarta -Pesta demokrasi 5 tahunan yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden nampaknya tidak akan berpengaruh besar terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Mandiri Sekuritas meramal jika IHSG hingga akhir tahun 2014 akan menembus level 5.550.
Head of Equity Research Mandiri Sekuritas John Rachmat mengatakan, secara historis, apabila Presiden yang terpilih sesuai dengan ekspektasi pasar, maka pengaruh pemilu berdampak positif ke pasar modal (election rally) dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir 2014 diprediksi akan menuju 5.550
"Pemilihan umum sepanjang pengalaman tahun 1999, 2004, 2009, IHSG tumbuh dengan kuat, tahun ini juga akan kuat tapi syaratnya presiden yang terpilih yang market friendly. Hingga akhir tahun akan naik 30% menjadi 5.550," ujar John saat acara Mandiri Sekuritas Group Investor Forum 2014 dengan tema "Strategi Investasi di Tahun Politik," di Hotel Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Senin (24/2/2014).
Dia menyebutkan, mendekati pesta pemilu parlemen di April mendatang juga diperkirakan bakal bisa menggenjot pergerakan IHSG di level 4.800.
"IHSG ke April bisa ke 4.800. Mungkin akan ada gangguan sedikit tapi indeks masih akan bertumbuh," terangnya.
Menurut John, kondisi perekonomian Indonesia dinilai sudah perlahan pulih ditandai dengan membaiknya beberapa data ekonomi seperti inflasi yang tetap terjaga, neraca perdagangan yang surplus, dan rupiah yang mulai menguat.
"Kita jauh lebih yakin dibanding semester dua kemarin karena saat ini melihat dalam dua bulan data ekonomi positif baik inflasi, neraca peradagangan dan rupiah," tandasnya. (detik.com)

Dolar AS Pagi Ini Melemah ke Rp 11.700

Jakarta -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat. Pagi tadi dolar berada di kisaran Rp 11.700 per dolar AS.
Mengutip data perdagangan Reuters, Senin (24/2/2014), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah di posisi Rp 11.750 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 11.735 per dolar AS.
Namun secara perlahan rupiah terus menguat hingga posisi dolar pun sempat menyentuh kembali terendahnya hari ini di Rp 11.690 per dolar AS. Sebelumnya sempat naik hingga Rp 11.760 per dolar AS.
Hingga pukul 11.11 WIB, dolar AS diperdagangkan di kisaran Rp 11.700 per dolar AS. Meski sudah berada di kisaran tersebut, bank masih menjualnya di kisaran Rp 11.800 per dolar AS.
Seperti di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dolar dijual dengan kurs Rp 11.807 per dolar AS. Sedangkan kurs belinya sebesar Rp 11.643 per dolar AS.
Sementara di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), kurs jual dolar sebesar Rp 11.875 per dolar AS dengan kurs beli Rp 11.575 per dolar AS. (detik.com)