korea by dewanti

Tuesday, March 4, 2014

Timah Raih Kenaikan Laba 19% Jadi Rp515,1 M

INILAH.COM, Jakarta - PT Timah Tbk (TINS) mencatat laba bersih sepanjang 2013 sebesar Rp515,10 miliar atau naik 19% dari tahun sebelumnya sebesar Rp431,58 miliar.
Laba per saham naik 18,6% menjadi Rp102 dari akhir tahun sebelumnya Rp86 per saham. Demikian mengutip laporan keuangan yang diterbitkan perseroan, Selasa (4/3/2014).
Pendapatan perseroan menurun 20,5% menjadi Rp5,85 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp7,36 triliun. Volume penjualan menurun 19,6% dari 29.512 metric ton menjadi 23.718 metric ton logam timah.
Beban pokok pendapatan menurun 27,6% dari tahun sebelumnya Rp6,08 triliun menjadi Rp4,4 triliun. Total aset perseroan naik menjadi Rp7,88 triliun dari tahun sebelumnya Rp6,13 triliun.

Impor Minyak RI Nyaris Tembus 1 Juta Barel/Hari

Jakarta -Pemerintah pernah menargetkan produksi minyak nasional mencapai 1 juta barel per hari di tahun ini, namun tidak tercapai. Justru yang tercapai, impor minyak dan BBM nasional saat ini sudah mencapai 950.000 barel per hari atau nyaris 1 juta barel per hari.
"Impor BBM sekarang ini kira-kira 350.000 barel per hari, sedangkan impor crude (minyak mentah) sekarang ini sebesar 600.000 barel per hari," ungkap Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo, pada pertemuan dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKSI) di International Finance Centre, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Susilo mengatakan, untuk mengimpor total 950.000 barel per hari tersebut, dibutuhkan biaya mencapai US$ 120 juta per hari. "Uang yang diperlukan untuk impor sekarang ini US$ 120 juta per hari," ucapnya.
Di depan para Bupati, Susilo menegaskan, langkah pemerintah untuk mengurangi impor BBM melalui program catur dharma energi.
"Dalam catur dharma energi itu, pemerintah akan mengurangi ketergantungan pada impor minyak, mulai dari berpindah secara bertahap dari minyak ke gas, PLN kita larang membangun pembangkit baru yang menggunakan BBM dan meningkatkan produksi biodisel untuk menekan impor solar serta hemat energi," kata Susilo. (detik.com)

Menanjak Jelang Penutupan, IHSG Tembus Lagi 4.600

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tembus lagi level 4.600 setelah investor beli selektif saham-saham unggulan di perdagangan sesi sore. Tekanan jual membatasi penguatan IHSG.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 11.585 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.575 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 2,897 poin (0,06%) ke level 4.581,308. Indeks bergerak datar di tengah maraknya sentimen negatif dari pasar global. Penguatan bursa-bursa di Asia bisa jadi katalis pendorong indeks.
Pelaku pasar lakukan aksi tunggu terkait situasi politik dunia yang bisa mempengaruhi ekonomi. Tidak banyak investor yang berani bergerak pagi ini.
Indeks bergerak dalam rentang yang tipis dan fluktuatif. Indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya hari ini di 4.568,655.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berkurang 7,227 poin (0,16%) ke level 4.576,978. Investor masih ragu bertransaksi di tengah gejolak konflik Rusia-Ukraina.
Memasuki perdagangan sesi sore, aksi beli mulai muncul. Saham-saham unggulan jadi incaran, membuat indeks melambung sampai ke posisi tertingginya di 4.602,199.
Menutup perdagangan, Selasa (4/3/2014), IHSG naik 17,079 poin (0,37%) ke level 4.601,284. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,716 poin (0,35%) ke level 772,489.
Saat saham-saham lain kena koreksi, saham tambang justru diburu investor. Indeks sektor tambang berhasil naik hingga lebih dari satu persen, dibuntuti sektor konstruksi dan finansial yang juga menguat.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 200.664 kali pada volume 4,055 miliar lembar saham senilai Rp 5,034 triliun. Sebanyak 176 saham naik, 109 saham turun, dan 83 saham stagnan.
Rata-rata bursa di Asia ditutup positif meski terkena tekanan jual pagi tadi. Investor mulai berani masuk lagi lantai bursa meski konflik Ukraina dan Rusia masih panas.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sorea hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai menipis 3,76 poin (0,18%) ke level 2.071,47.
  • Indeks Hang Seng bertambah 156,96 poin (0,70%) ke level 22.657,63.
  • Indeks Nikkei 225 naik 69,25 poin (0,47%) ke level 14.721,48.
  • Indeks Straits Times menguat 13,15 poin (0,43%) ke level 3.100,62. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Pioneerindo (PTSP) naik Rp 500 ke Rp 5.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 475 ke Rp 25.875, Bank Mega (MEGA) naik Rp 430 ke Rp 2.430, dan Adira Finance (ADMF) naik Rp 300 ke Rp 9.450.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 25.000 ke Rp 1,06 juta, Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 500 ke Rp 1.800, Asuransi Bina Dana (ABDA) turun Rp 500 ke Rp 4.025, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 375 ke Rp 5.200. (detik.com)