korea by dewanti

Thursday, March 6, 2014

Bank BUMN Boleh Beli Eks Bank Century

INILAH.COM, Tanggerang - Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak mempersalahkan kemungkinan bank BUMN membeli bekas Bank Century atau Bank Mutiara.
"Sepenuhnya saya serahkan ke Direksi-direksi, artinya saya tidak melarang. Kalau ambil saya mengizinkan ambil itu. Saya tidak akan memberikan arahan, tidak harus memberikan arahan begitu," ucap Menteri BUMN Dahlan Iskan seusai Rapim di Kantor Pusat PT Angkasa Pura 2 (AP) Kamis (6/3/2014). Hal itu menanggapi perkataan dari Pengamat Ekonomi Faisal Basri tentang Bank Mutiara atau bekas Bank Century dibeli oleh bank pemerintah.
Dahlan melanjutkan jika harganya murah untuk pembelian Bank Mutiara maka dapat memudahkan bank BUMN. Selain itu juga harus memikirkan risiko yang terjadi. "Kalau harganya murah, oke. Itu bisnis yang berrisiko besar, harus tahu. Kalau misalnya murah yang memang ada peluang, silahkan," katanya.
Dahlan juga menambahkan Direksi Mandri, BNI, BRI, mengerti arti kata murah. Mereka jugalebih pintar dibandingkan dirinya. Untuk itu, dia menyerahkan sepenuhnya kepada direksi bank BUMN.
Pengamat Ekonomi Faisal Basri sudah menilai saat ini kepemilikan asing di sektor perbankan mencapai 95%. Harga Bank Mutiara yakni harus Rp6,7 triliun atau setara dengan jumlah bailout pada 2008 lalu.
"Ada juga skenario, Mutiara dilebur dengan dua bank lainnya digabung menjadi bagian konsolidasi. Di Singapura, bank pemerintah cuma tiga. Ini kesempatan untuk exercise," tutur Faisal.

Rupiah Makin Kuat, Dolar AS Turun Sampai Rp 11.400

Jakarta -Nilai tukar rupiah semakin kuat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Siang ini dolar AS diperdagangkan di kisaran Rp 11.400.
Seperti dikutip dari data perdagangan Reuters, Kamis (6/3/2014), pagi tadi dolar dibuka di Rp 11.580 per dolar AS.
Secara perlahan rupiah pun semakin kuat sampai menekan dolar ke posisi terendahnya hari ini di Rp 11.440 per dolar AS. Hingga siang ini dolar AS berada di level Rp 11.485 per dolar AS.
Meski hari ini dolar melemah, namun perbankan masih menjualnya di kisaran Rp 11.500-11.700 setiap satu dolar AS. PT Bank Mandiri Tbk menjual dolar di harga Rp 11.682 sedangkan harga beli Rp 11.518.
Sementara di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), kurs dolar AS dijual di Rp 11.725 dengan harga beli Rp 11.425 per dolar AS. (detik.com)

Buntuti Pasar Asia, IHSG Naik 14 Poin

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 14 poin membuntuti penguatan pasar Asia. Aksi beli selektif terjadi di saham-saham unggulan.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat di posisi Rp 11.550 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.580 per dolar AS.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik 8,609 poin (0,18%) ke level 4.667,781. Sedangkan Indeks LQ45 menguat 2,232 poin (0,29%) ke level 785,319.
Membuka perdagangan, Kamis (5/3/2014), IHSG bertambah 14,944 poin (0,32%) ke level 4.674,116. Indeks LQ45 tumbuh 3,377 poin (0,43%) ke level 786,424.
Seluruh indeks sektoral berhasil menguat berkat aksi beli selektif. Indeks terus menanjak secara perlahan di zona hijau.
Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG menguat 13,103 poin (0,28%) ke level 4.672,275. Sementara Indeks LQ45 bertambah 2,635 poin (0,34%) ke level 785,722.
Kemarin IHSG melonjak 57 poin berkat aksi borong saham menyusul redanya ketegangan antara Ukraina dan Rusia. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona merah seharian.
Wall Street berakhir datar. Investor masih mencermati perkembangan di Ukraina setelah mendapat laporan data ekonomi AS yang kurang menggembirakan.
Bursa-bursa di Asia kompak menguat pagi hari ini. Meredanya ketegangan antara Rusia dan Ukraina membuat pelaku pasar kembali berburu saham.
 
Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:
Indeks Nikkei 225 menguat 48,66 poin (0,33%) ke level 14.946,29.
Indeks Straits Times naik 5,06 poin (0,16%) ke level 3.121,70.
 
sumber:detik.com