korea by dewanti

Friday, March 7, 2014

Bursa Eropa Melemah Jelang Laporan Tenaga Kerja AS

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa bergerak melemah pada awal perdagangan Jumat (7/3/2014), menjelang pengumuman laporan data tenaga kerja AS.
Indeks Stoxx Europe 600 saat pembukaan hari ini berada di level 337,18, atau melemah dibandingkan dengan penutupan pada Kamis (6/3/2014) yang berhenti di angka 337,28.
Pada pukul 15.35 WIB, indeks tersebut bergerak ke level 336,02 atau makin melemah 0,39%%.
Dari 600 saham yang tercantum di data Bloomberg, 161 saham yang bergerak menguat, sementara 423 diantaranya melemah, dan 16 stagnan.
Laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang akan dilansir hari ini diperkirakan menunjukkan indikasi positif, sehingga memacu kepercayaan diri pasar.
Indeks Stoxx Europe 600 sepanjang minggu lalu fluktuatif cenderung melemah.
Pada Jumat (28/2/2014) indeks itu berhenti di angka 338,02 atau sempat menguat 0,24%. Pada Kamis (27/2/2014), indeks itu berhenti di angka 337,21 atau melemah 0,15%.

IHSG Ditutup Datar di Akhir Pekan

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menipis 1 poin setelah beberapa hari terakhir menguat di zona hijau. Di awal perdagangan, IHSG sempat berada di zona positif.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.422 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.472 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat ke level 4.700,415 atau 12,5 poin dari penutupan hari sebelumnya yang berada di 4.687,857.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG hanya mampu menguat 8,7 poin (0,19%) ke 4.696,595 dari pembukaan pagi tadi yang di level 4.700,415.
Kondisi bursa saham global positif semalam, baik Wall Street maupun sejumlah bursa saham di Asia. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat bolak balik di zona hijau dan merah.
Menutup perdagangan Jumat (7/3/2014), IHSG menipis 1,967 poin (0,04%) ke level 4.685,890. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 1,856 poin (0,24%) ke level 786,686.
Investor asing sempat hengkang gara-gara hubungan Ukraina-Rusia yang memanas. Namun beberapa hari ini, aksi beli asing di IHSG mendorong kinerja positif saham.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 226.321 kali pada volume 5,419 miliar lembar saham senilai Rp 7,594 triliun. Sebanyak 149 saham naik, 126 saham turun, dan 88 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia bergerak mixed pada sore ini. Investor masih menunggu data terbaru tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) yang akan diumumkan malam ini.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
  • Indeks Hang Seng turun 42,48 poin (0,19%) ke level 22.660,49.
  • Indeks Nikkei 225 naik 139,32 poin (0,92%) ke level 15.274,07.
  • Indeks Straits Times bertambah 4,28 poin (0,14%) ke level 3.133,41.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement Tunggal Prakarsa (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 22.500, Goodyear (GDYR) naik Rp 450 ke Rp 18.700, Metropolitan Kentjana (MKPI) naik Rp 400 ke Rp 10.300, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 200 ke Rp 15.300.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 600 ke Rp 19.400, HM Sampoerna (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 69.200, Asuransi Bina Dana Arta (ABDA) turun Rp 300 ke Rp 4.200, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 275 ke Rp 9.250. (detik.com)

Pan Brother Raup Untung US$10,55 Juta

INILAHCOM, Jakarta - PT Pan Brother Tbk (PBRX) mencatat laba bersih 2013 sebesar US$10,55 juta atau naik 41% dari perolehan tahun sebelumnya Rp7,48 juta.
Penjualan bersih sepanjang tahun lalu mencapai US$339,72 juta dari sebelumnya US$286,62 juta di 2012. Demikian mengutip laporan keuangan perseroan yang diterbitkan Jumat (7/4/2014).
Beban operasional meningkat jadi US$23,03 juta dari tahun sebelumnya US$17,75 juta. Beban lain-lain bersih melonjak jadi US$6,03 juta dari sebelumnya US$4,95 juta.
Sementara total aset perseroan hingga akhir Desember 2013 sebesar US$233,84 juta dari sebelumnya US$208,30 juta di akhir 2012.