korea by dewanti

Tuesday, March 25, 2014

Semesta Indovest: IHSG Berpeluang Menguat

Jakarta -Indeks bursa Wallstreet kembali ditutup melemah pada tadi malam dengan indeks Dow Jones turun 26,08 poin atau 0,16%, S&P 500 turun 0,49%, dan Nasdaq melemah 1,18%. Turunnya indeks dipicu oleh aksi profit taking pada sejumlah saham-saham sector teknologi yang telah outperform seperti Facebook, Netflix, Google, dan Tesla Motor. Sementara itu dari data ekonomi, indeks manufaktur AS pada maret tercatat melemah ke level 55 dari sebelumnya 57,1.
Bursa eropa ditutup melemah terimbas kekhawatiran pada data ekonomi China yang menunjukan pelemahan, dan juga krisis Crimea yang belum berakhir. Data manufaktur China bulan Maret turun ke level 48,1 dari sebelumnya 48,5. Sementara itu indeks aktivitas bisnis di Jerman dilaporkan juga mengalami pelambatan. Indeks FTSE turun 0,56%, CAC turun 1,36%, dan DAX turun 1,65%.
Bursa Indonesia hari ini diperkirakan masih berpeluang untuk menguat ditopang oleh mulai munculnya minat beli investor, namun turunnya busra regional pagi ini dapat menahan laju kenaikan indeks untuk sementara. Saham-saham yang dapat diperhatikan hari ini antara lain MPPA, PWON, KLBF, CPIN, VIVA.
 
Indonesia News Highlight
• Laba BWPT Turun 30,66% Jadi Rp181,78 M
• Laba Pakuwon Menggelembung 48%
• Laba Indofood Terpangkas 23,2%
• Laba ICBP Naik 2,1% Menjadi Rp2,23 T
 
Trading Counter – Technical Analysis
• MPPA - Trading Buy (S1= 2.650, R1= 2.700)
• PWON – Trading Buy (S1= 353, R1= 360)
• KLBF – Trading Buy (S1= 1.435, R1= 1.460)
• CPIN – Trading Buy (S1= 4.155, R1= 4.235)
• VIVA – Trading Buy (S1= 312, R1= 317)
 
sumber: detik.com

IHSG Dibuka di Zona Merah, Melemah 14 Poin

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela kehilangan 14 poin di pembukaan hari ini. Sentimen negatif datang dari Wall Street yang terjadi koreksi ketika ketegangan dengan Rusia atas Ukraina membuat investor menjadi khawatir.
Pada pembukaan preopeing, Selasa (25/3/2014) IHSG jatuh ke 4.706,255 atau melemah 14 poin (0,30%) dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di 4.720,420.
Sementara indeks LQ45 juga melemah 3 poin di level 788,441.
Sebanyak 3.142 kali transaksi terjadi di pembukaan pagi ini dengan total volume saham mencapai 65,1 miliar. Adapun total nilanya mencapai Rp 113 miliar.
Sebanyak 36 saham emiten naik dan 53 saham lainnya turun. Sementara 60 saham yang ikut diperdagangkan pagi ini masih stagnan.
Indeks hanya mampu menembus level tertingginya di 4.712. Dan seluruh sektor terlihat merah ditopang pelemahan terbesar di sektor pertanian.
Tepat pada pukul 09.05 JATS, IHSG terus melorot hingga 4.701,556 atau melemah 20 poin.
 
Pelemahan juga terjadi di bursa Asia lainnya. Mayoritas bursa Asia melemah pagi ini, diantaranya :
  • Nikkei 225 14,400.86 (-74.44)
  • Hang Seng Index 21,810.04 (-36.41) 
  • Straits Times Index 3,109.77 (-2.06)
  • S&P/ASX 200 5,319.50 (-27.40)
  • FTSE Bursa Malaysia KLCI 1,830.11 (-3.74)
  • KOSPI (Korea) 1,943.67 (-1.88)
sumber: detik.com

Waterfront Securities: IHSG Mix

Jakarta -IHSG pada perdagangan Senin 24 Maret 2014 ditutup menguat 0,43% pada level 4720. Sektor industri dasar mengalami kenaikan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp268,35 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah. Pelemahan indeks disebabkan oleh data awal indeks PMI manufaktur AS yang menunjukkan penurunan pada level 55,5 di bulan Maret dari bulan sebelumnya 57,1. Survey awal oleh HSBC dan Markit Economics juga menunjukkan indeks PMI manufaktur China bulan Maret kembali mengalami penurunan untuk kelima kalinya berturut-turut pada level 48,1 dari bulan sebelumnya 48,5, dan lebih rendah dari estimasi yang sebesar 48,7. Survey awal indeks PMI manufaktur dan jasa area euro juga mengalami penurunan pada level 53,2 pada bulan Maret dari bulan sebelumnya 53,3. Menambah sentimen negatif, beberapa bank menyatakan ekonomi Rusia akan mengalami resesi akibat sanksi yang dijatuhkan oleh AS dan Uni Eropa kepada Rusia. Resesi di Rusia diperkirakan akan terjadi paling s edikit dalam dua kuartal, karena sanksi tersebut berakibat menghalangi investasi dan meningkatkan biaya pinjaman. Sanksi yang saat ini fokus pada larangan visa dan pembekuan aset individu, nantinya akan diperluas pada area ekonomi tertentu. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan bergerak mixed. IHSG diperkirakan akan bergerak pada kisaran level 4667 — 4750. Rekomendasi: INTP, WIKA, BBRI, ADHI, MPPA, BBTN, UNTR, LPCK, SMGR (detik.com)