korea by dewanti

Tuesday, March 25, 2014

IHSG Bertahan di Zona Merah, Turun 17 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah. IHSG hari ini turun 17 poin.
Pada pembukaan preopening, IHSG jatuh ke 4.706,255 atau melemah 14 poin (0,30%), dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di 4.720,420.
Penurunan IHSG terjadi sampai Sesi I, di mana IHSG turun 20 poin (0,42%), ke level 4.700,414.
Menutup perdagangan hari ini, Selasa (25/3/2014), IHSG melorot ke level 4.703,091 atau turun 17 poin (0,37%) dari penutupan hari sebelumnya yang berada di level 4.720,420.
Sebanyak 103 saham tercatat naik dan 187 saham turun. Sebanyak 68 saham emiten tak bergerak atau stagnan.
Total frekuensi perdagangan hari ini mencapai 195.816 dengan volume mencapai 4,9 miliar saham yang diperdagangkan. Sementara total nilainya mencapai Rp 5,3 triliun.
Saham LQ45 pun berada di zona merah dengan turun 4 poin ke 788,032.
Penurunan IHSG didorong sektor pertanian yang anjlok hingga 65 poin diikuti infrastruktur yang turun 15 poin.
 
Bursa Asia pun bergerak bervariasi. Berikut situasi bursa Asia sampai sore ini:
  • Nikkei 225: 14,423.19 (-52.11)
  • Hang Seng Index: 21,732.32 (-114.13)
  • SSE Composite Index: 2,067.31 (+1.03)
  • Straits Times Index: 3,107.20 (-4.63)
  • S&P/ASX 200: 5,336.60 (-10.30)
Berikut daftar saham yang masuk jajaran Top Gainers atau pendorong bursa:
  • MERK naik Rp 7.000 ke level Rp 207.000
  • UNTR naik Rp 350 ke level Rp 20.750
  • MKPI naik Rp 350 ke level Rp 13.400
  • TRIO naik Rp 205 ke level RP 1.305
Sementara ini daftar saham yang masuk jajaran Top Losers:
  • AALI turun Rp 1.400 ke level Rp 24.925
  • GGRM turun Rp 1.150 ke level Rp 45.100
  • LPCK turun Rp 275 ke level Rp 7.100
  • ITMG turun Rp 275 ke level Rp 23.625
sumber: detik.com

CNKO Sudah Alokasikan Rp205 Miliar untuk Pendirian PLTU

Bisnis.com, JAKARTA—Hingga Februari 2014 PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk. (CNKO) telah mengeluarkan sekitar Rp205,77 miliar untuk merampungkan dua proyek PLTU masing-masing di Rengat dan di Tembi Lahan.
Perseroan telah menggelontorkan sebesar Rp143,17 miliar untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Tembilahan. Pembangkit itu ditargetkan beroperasi pada Desember tahun ini. Untuk menyelesaikan proyek tersebut perseroan masih harus merogoh sekitar Rp52,19 miliar lagi.
Dalam laporan tertulisnya yang dirilis Selasa (25/3/2014), manajemen CNKO menguraikan tahap pembebasan lahan sudah meningkat 23% secara year-to-date (y-t-d). Saat ini perseroan tengah membangun akses jalan yang nantinya menghubungkan jalan raya dengan PLTU.
Sementara itu tahap penyediaan perlengkapan sudah mencapai 68% dan kini sedang dilakukan fabrikasi peralatan utama PLTU, yaitu generator dan boiler.
Adapun untuk proyek PLTU Rengat, CNKO sudah mengeluarkan dana sebesar Rp62,63 miliar. Agar proyek bisa dioperasikan pada April tahun depan, perusahaan harus menggelontorkan sekitar Rp104,09 miliar lagi.

Indeks Hang Seng: Pelemahan Dipicu Aksi Profit Taking

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan Hong Kong Hang Seng Index pada perdagangan Selasa (25/3/2014), dipicu oleh aksi beli para pelaku pasar.
Francis Lun, CEO Geo Securities Ltd, mengatakan ada tekanan aksi profit-taking dari para investor karena kenaikan indeks pada Senin (24/3/2014) lebih didorong oleh arus masuk dari hot money.
"Selain itu, melambatnya data maufaktur AS juga memberikan sentimen negatif tambahan di pasar," ujarnya seperti dilansir oleh Bloomberg, Selasa (25/3/2014).
Hong Kong Hang Seng Index hari ini ditutup pada angka 21.732,32 atau melemah 0,52%.
Pada Senin (24/3/2014), indeks itu berhenti di level 21.846,45 atau melejit 1,91%. Saham Tencent Holdings Ltd dan CNOOC Ltd menjadi penekan indeks dengan koreksi masing-masing 4,68% dan 1,8%.