korea by dewanti

Wednesday, March 26, 2014

GJTL Rugi Kurs Capai Rp889,9 M di 2013

INILAHCOM, Jakarta - PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mencatat laba bersih mencapai Rp120,33 miliar per 31 Desember 2013 dari Rp1,1 triliun pada periode yang sama 2012.
Padahal kinerja penjualan bersih hanya turun tipis menjadi Rp12,3 triliun dari Rp12,5 triliun. Demikian juga dengan beban pokok penjualan turun tipis menjadi Rp10,07 triliun dari Rp10,2 triliun. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (26/3/2014).
Untuk laba kotor menjadi Rp2,2 triliun dari Rp2,3 triliun. Sedangkan laba sebelum pajak jatuh menjadi Rp166,4 miliar dari Rp1,4 triliun. Namun rugi kurs menjadi Rp889,9 miliar dari Rp218,1 miliar.
Padahal perseroan hanya membayar pajak penghasilan sebesar Rp46,1 miliar dari Rp325,1 miliar. Jadi laba bersih sebesar Rp120,3 miliar dari US$1,1 triliun.
Unutk total liabilitas perseroan mencapai Rp9,6 triliun dari Rp7,3 triliun. Sedangkan total aset perseroan naik menjadi Rp15,3 triliun dari Rp12,8 triliun.

Bursa Eropa Naik Tunggu Stimulus Moneter

INILAHCOM, Jakarta - Saham Eropa menguat pada perdagangan Rabu (26/3/2014). Investor mengharapkan stimulus moneter dari European Central Bank (ECB) dan People's Bank of China (PBoC).
Peningkatan saham Eropa disebabkan sentimen positif dari Wall Street dan menyebabkan kepercayaan investor menjadi yang tertinggi selama enam tahun terakhir.
Menurut IG, indeks FTSE naik 17 poin pada level 6.621, indeks DAX Jerman naik lebih tinggi dengan 43 poin di level 9.381 . Indeks CAC di Paris naik 21 poin pada level 4.365. Demikian mengutip cnbc.com.
Penguatan bursa Eropa juga berpengaruh positif pada indeks Dax Jerman dan memacu kepercayaan dari investor. Sementara, PBoC yang memotong prospek rasio persyaratan cadangan membuat kecewa aktivitas investor di pasar modal.
"Taruhan yang berkembang untuk stimulus di Eropa dan China akan terus selama beberapa bulan mendatang. ECB dan PBoC akan terus memberikan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar analis pasar dari IG, Evan Lucas.

Saham Manufaktur Bantu IHSG Menguat 25 Poin

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound ditopang setelah hari sebelumnya jatuh. Saham manufaktur memimpin IHSG ke level positif.
IHSG, dibuka di level 4.708,254 atau naik 5 poin dari penutupan hari sebelumnya yang berada di level 4.703,091.
Sampai sesi I, IHSG hanya mampu bertahan di level 4.722,644 atau naik 19 poin (0,42%). IHSG sempat menyentuh level tertingginya di 4.732,347 dan level terendahnya di 4.707,860.
Akhirnya, Rabu (26/3/2014), IHSG parkir di level 4.728,240 atau lompat 25 poin (0,53%).
Sebanyak 168 saham bergerak naik dan 100 saham emiten jatuh. Sedangkan 93 saham emiten tak bergerak.
Frekuensi perdagangan sampai sore hari ini mencapai 201.430 kali dengan volume mencapai 5,5 miliar. Nilai transaksinya sebesar Rp 5,7 triliun.
Sektor manufaktur, consumer goods dan pertanian membawa IHSG bertengger di zona positif, Masing-masing menguat 40 poin, 30 poin dan 24 poin sendiri.
Indeks LQ45 juga terlihat naik 5 poin ke 793,093.
Nilai tukar rupiah hari ini ditutup melemah terhadap dolar AS dari hari sebelumnya. Dolar bergerak di US$ 11.400 atau lebih tinggi dari hari sebelumnya di US$ 11.365.
 
Berikut daftar saham yang menjadi pendongkrak bursa atau Top Gainers:
  • GGRM naik Rp 2.400 ke level Rp 47.500
  • UNVR naik Rp 475 ke level Rp 28.725
  • AALI naik Rp 475 ke level Rp 25.400
  • MKPI naik Rp 400 ke level Rp 13.800
Sementara ini daftar saham yang masuk jajaran Top Losers:
  • MERK turun Rp 7.000 ke level Rp 200.000
  • UNTR turun Rp 650 ke level Rp 20.100
  • GMTD turun Rp 275 ke level Rp 5.400
  • SUPR turun Rp 250 ke level Rp 8.550
sumber: detik.com