korea by dewanti

Thursday, April 17, 2014

IHSG Naik 24 Poin Sambut Jumat Agung

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 24 poin di perdagangan terakhir pekan ini sebelum Jumat Agung. Dana asing masih terus mengalir masuk ke lantai bursa.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.420 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.430 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 24,186 poin (0,50%) ke level 4.897,197. Indeks tembus lagi 4.900 setelah beberapa kali ini hanya mendekati level psikologis tersebut. Sentimen positif datang dari bursa global dan regional.
Laju indeks sedikit melambat setelah muncul aksi ambil untung di saham-saham unggulan. Indeks terpaksa kembali ke level 4.800 setelah mencapai titik tertingginya hari ini di 4.906,287.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 11,838 poin (0,24%) ke level 4.884,849. Indeks masih bertahan di zona hijau, tapi laju penguatannya terhambat aksi ambil untung. Saham-saham unggulan yang kemarin naik tinggi mulai dilepas.
Aksi ambil untung terjadi di saham-saham di sektor finansial, konstruksi, industri dasar, dan aneka industri. Indeks bisa bertahan positif berkat penguatan saham konsumer dan komoditas.
Mengakhiri perdagangan terakhir pekan ini, Kamis (17/4/2014), IHSG ditutup naik 24,041 poin (0,49%) ke level 4.897,052. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 6,178 poin (0,75%) ke level 829,603.
Indeks berhasil menghindari zona merah hari ini berkat aksi beli yang cukup marak. Transaksi investor asing hingga sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 650,24 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 211.858 kali pada volume 3,561 miliar lembar saham senilai Rp 5,089 triliun. Sebanyak 164 saham naik, 132 turun, dan 84 saham stagnan.
Rencana The Federal Reserve menahan tingkat suku bunga AS di titik terendah sempat memberi dorongan positif terhadap bursa-bursa regional. Tapi sore ini rata-rata bursa di Asia malah jatuh ke zona merah.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun 6,24 poin (0,30%) ke level 2.098,88.
  • Indeks Hang Seng naik 53,86 poin (0,24%) ke level 22.749,87.
  • Indeks Nikkei 225 menipis 0,15 poin (0,00%) ke level 14.417,53.
  • Indeks Straits Times berkurang 1,70 poin (0,05%) ke level 3.251,50.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.450 ke Rp 50.600, Astra Agro (AALI) naik Rp 1.250 ke Rp 28.350, Asuransi Bina Dana (ABDA) naik Rp 725 ke Rp 5.725, dan Unilever (UNVR) naik Rp 700 ke Rp 30.800.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Golden Energy (GEMS) turun Rp 440 ke Rp 1.500, Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 150 ke Rp 6.200, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 125 ke Rp 9.850, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 125 ke Rp 15.825. (detik.com)

Inilah Tujuan Lain Mandiri Akuisisi BTN

INILAHCOM, Jakarta - Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengatakan akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) ke PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.
"Iya termasuk itu untuk persiapan MEA,"ujar Dahlan usai Rapim di PT Reindo di Jakarta, Kamis (17/4/2014).
Ia juga menginginkan di bank-bank terutama bank BUMN bisa membantu perusahaan Indonesia yang terus berkembang pesat. "Indonesia karena itu kita perlu bank yang sangat besar untuk melayani perkembagan perusahan-perusahaan Indonesia yang akan terus semakin besar," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, dia mengimbau agar perbankan pemerintah dapat bersaing dengan bank-bank asing. Untuk itu bank BUMN harus lebih besar agar tidak kalah saing dengan bank-bank asing.
"Maka nanti bank-bank asing yang akan bisa melayani perusahaan-perusahaan Indonesia yang kian besar berarti porsi bank-bank asing akan semakin dominan di Indonesia karena itu kita perlu bank yang sangat besar," jelasnya.
Dengan demikian, bank BUMN bisa melayani perusahaan-perusahaan yang sedang mengalami perkembangan luar biasa. Termasuk untuk menuju MEA 2014. "Jadi mampu melayani perusahan-perusahaan yang besar. Tetapi kalau nggak melakukan ini maka bank-bank asing yang menguasai," tuturnya.

Sari Roti Remajakan Pabrik Senilai Rp120 M

INILAHCOM, Jakarta - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) sepanjang tahun ini menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp120 miliar.
Public Relation PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Stephen Orlando mengatakan, dana tersebut untuk peremajaan dan pemeliharaan pabrik perseroan, guna meningkatkan kapasitas produksi.
"Sumber dana dari operasional perseroan dan pinjaman perbankan," kata Stephen seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Jakarta, Kamis (17/4/2014).
Menurut Stephen, untuk pinjaman perbankan perseroan sudah memperolehnya dari Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp150 miliar. Dana tersebut, sebagian dialokasikan untuk belanja modal.
Tercatat pada 3 April 2014, perseroan meraih fasilitas kredit investasi III dari BCA dengan plafon sebesar Rp150 miliar. Adapun, jangka waktu 6 tahun dan suku bunga sebesar 9,75 persen.
Tujuan fasilitas ini untuk mengalihkan Rp50 miliar dari kredit lokal menjadi kredit investasi III. Kemudian untuk proyek pembangunan pabrik dan atau refinancing Rp100 miliar.