korea by dewanti

Wednesday, May 7, 2014

BURSA HONG KONG: Indeks Hang Seng Ditutup Anjlok 1,05%

Bisnis.com, JAKARTA--Bursa saham Hong Kong ditutup melemah signifikan pada perdagangan Rabu (7/5/2014), pasca rilis negatifnya Indeks Purchasing Managers China.
Hong Kong Hang Seng Index pada akhir perdagangan hari ini anjlok 1,05% ke level 21.746,26, setelah penutupan hari sebelumnya, Senin (5/5/2014) berada di angka 21.976,33.  Tidak ada perdagangan pada Selasa (6/5/2014) karena libur nasional.
Sepanjang hari ini indeks bergerak di kisaran 21.680,33 – 21.923,15. Dari 50 saham yang ditampilkan data Bloomberg, hanya 13 diantaranya menguat, sementara 35 melemah, dan 2 yang stagnan.
Saham Tencent Holdings Ltd dan AIA Group Ltd menjadi penekan indeks dengan koreksi 3,78% dan 1,86%. Sedangkan saham China Unicom Hong Kong Ltd dan HSBC Holdings Plc masih menguat 2,83% dan 0,13%.
Sepanjang minggu lalu, indeks Hang Seng bergerak cukup fluktuatif. Sempat melejit 1,45% pada Selasa (29/4/2014), indeks itu kembali anjlok 1,42% pada hari berikutnya.

Sandiaga Uno Umumkan Saratoga Investama Tak Bagi Dividen

Jakarta -Perusahaan investasi, PT Saratoga Sedaya Investama Tbk (SRTG) tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk laba tahun buku 2013. Hasil ini tertuang di dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Saratoga Investama yang digelar hari ini.
RUPST mendukung usulan manajemen untuk memanfaatkan kembali seluruh laba bersih pada tahun buku 2013 untuk memaksimalkan investasi di tahun ini.
"RUPST mendukung kita terus investasi, profit (laba) 2013 akan digunakan untuk menopang pertumbuhan investasi kita, terutama portofolio di 3 sektor (tambang, infrastruktur, dan consumer)," kata Presiden Direktur Saratoga Investama Sandiaga Uno saat acara RUPST di Tempo Scan Tower, Jakarta, Rabu (7/5/2014).
Saratoga Investama berhasil meraup pendapatan Rp 3,7 triliun di 2013. Pendapatan ini naik 55% dari perolehan tahun sebelumnya. Sedangkan Saratoga Investama mencatat laba bersih Rp 349 miliar. Sebanyak Rp 246 miliar diatribusikan untuk pemegang saham perusahaan.
"Kami bersyukur hingga saat ini, strategi investasi yang telah kami jalankan terbukti mampu meningkatkan nilai perusahaan melalui pertumbuhan bisnis sejumlah perusahaan investasi kami yang tumbuh di atas rata-rata industri," sebutnya.
Sandi menerangkan, Saratoga Investama sepanjang tahun fokus masuk 3 sektor bisnis yakni sektor produk dan jasa konsumen, sektor infrastruktur, dan sektor sumber daya alam. Setiap tahunnya mengkaji paling sedikit 100 peluang investasi di 3 sektor tersebut.
Dari 100 peluang yang dikaji hingga proses due diligent menyeluruh, Saratoga Investama memutuskan melakukan investasi baru di 2 perusahaan pada 2013. Perusahaan tersebut adalah Finders Resources Ltd yang tercatat di bursa saham Australia dengan nilai investasi Rp 69 miliar dan perusahaan infrastruktur PT Nusa Raya Cipta Tbk dengan nilai investasi Rp 120 miliar.
"Setiap tahun kita lihat 100 peluang. Akhirnya 2 yang investasi (2013)," jelasnya.
Pada triwulan I-2014, Saratoga Investama memperoleh pendapatan Rp 1,6 triliun. Pendapatan ini meningkat 169% dari perolehan tahun sebelumnya yang senilai Rp 583 miliar. Sedangkan laba bersih meningkat 383% menjadi Rp 444 miliar. (detik.com)

Bank Danamon Bagi-bagi Dividen Rp 1,2 Triliun

Jakarta -PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) akan membagikan dividen Rp 1,212 triliun atau 30% dari laba bersih 2013 lalu. Tiap lembar saham yang dipegang investor akan mendapatkan dividen Rp 126,5.
Keputusan ini diambil hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Bank Danamon hari ini. Selain itu, RUPST juga menyetujui, 1% dari laba bersih atau Rp 40,4 miliar akan digunakan untuk cadangan umum.
"Pembayaran dividen sebesar 30% menunjukkan kekuatan dari permodalan Perseroan, yang menjadi landasan untuk pertumbuhan berkesinambungan. Dengan fundamental permodalan yang kokoh, Perseroan dapat melanjutkan peningkatan kinerjanya baik dalam penyaluran kredit maupun pendanaan serta dalam optimalisasi jaringan layanan untuk nasabah," tutur Direktur Utama Bank Danamon Henry Ho dalam siaran pers, Rabu (7/5/2014).
 
Selain itu, RUPST ini juga menunjuk 2 Komisaris Independen baru yaitu Laoh Andriaan dan Made Sukada.
 
Berikut jajaran Dewan Komisaris Bank Danamon:
Ng Kee Choe sebagai Komisaris Utama
Prof. Dr. J.B. Kristiadi Pudjosukanto sebagai Wakil Komisaris Utama (Independen)
Gan Chee Yen sebagai Komisaris
Manggi Taruna Habir sebagai Komisaris (Independen)
Ernest Wong Yuen Weng sebagai Komisaris
Laoh Andriaan sebagai Komisaris (Independen)
Made Sukada sebagai Komisaris (Independen)
 
Sementara jajaran Direksi adalah:
Henry Ho sebagai Direktur Utama
Muliadi Rahardja sebagai Direktur
Vera Eve Lim sebagai Direktur
Herry Hykmanto sebagai Direktur
Kanchan Keshav Nijasure sebagai Direktur
Fransiska Oei Lan Siem sebagai Direktur (Independen)
Pradip Chhadva sebagai Direktur
Michellina Laksmi Triwardhany sebagai Direktur
Satinder Pal Singh Ahluwalia sebagai Direktur
Khoe Minhari Handikusuma sebagai Direktur
 
Untuk Dewan Pengawas Syariah Bank Danamon:
Din Syamsuddin sebagai Ketua
Karnaen A. Perwataatmadja sebagai Anggota
Hasanudin sebagai Anggota
 
sumber: detik.com