korea by dewanti

Wednesday, June 4, 2014

Saham Komoditas dan Finansial Seret IHSG ke Zona Merah

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 9 poin gara-gara koreksi di saham-saham komoditas dan finansial. Saham-saham tersebut kena aksi ambil untung.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 11.850 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.795 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 9,039 poin (0,18%) ke level 4.933,118 kena aksi ambil untung. Penguatan IHSG kemarin membuatnya masuk ke posisi jenuh beli.
Sejak perdagangan dibuka indeks terus meluncur di zona merah. Namun jelang istirahat siang IHSG sempat naik sampai ke titik tertingginya di 4.946,887 tapi hanya sebentar.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terpangkas 16,173 poin (0,33%) ke level 4.925,984. Indeks bergerak fluktuatif cenderung melemah hingga siang tadi
Hampir saja indeks kembali ke kisaran 4.800 akibat aksi jual tersebut setelah indeks jatuh ke posisi terendahnya hari ini di 4.919,916.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (4/6/2014), IHSG ditutup berkurang 9,593 poin (0,19%) ke level 4.932,564. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 3,211 poin (0,38%) ke level 832,089.
Saham-saham unggulan di sektor komoditas dan finansial jadi sasaran aksi jual. Aksi jual ini banyak dilakukan investor domestik. Investor asing masih konsisten berburu saham dan tempatkan dana di pasar modal.
Dana asing masuk terus mengalir masuk lantai bursa. Transaksi investor asing hingga penutupan perdagangan sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai lebih dari Rp 900 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 200.699 kali pada volume 4,346 miliar lembar saham senilai Rp 5,482 triliun. Sebanyak 129 saham naik, 151 turun, dan 96 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih bergerak variatif hingga siang hari ini. Bursa saham Tiongkok dan Singapura terjebak di zona merah sejak pagi tadi.
 
Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 bertambah 33,71 poin (0,22%) ke level 15.067,96.
  • Indeks Hang Seng berkurang 159,64 poin (0,69%) ke level 23.131,40.
  • Indeks Komposit Shanghai turun 13,47 poin (0,66%) ke level 2.024,83.
  • Indeks Straits Times melemah 17,89 poin (0,54%) ke level 3.278,78.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 1.600 ke Rp 9.600, Bida Dana (ABDA) naik Rp 450 ke Rp 5.500, Lippo Insurance (LPGF) naik Rp 350 ke Rp 4.450, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 53.800.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 500 ke Rp 7.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 29.600, Tower Bersama (TBIG) turun Rp 225 ke Rp 7.725, dan BCA (BBCA) turun Rp 200 ke Rp 11.050. (detik.com)

Bursa Eropa Lanjutkan Pelemahan

INILAHCOM, London - Bursa saham Eropa melemah pada awal perdagangan Rabu (4/6/2014). Para pelaku masih menantikan pengumuman kebijakan moneter Bank Sentral Eropa.
Selain itu, pasar turut memperhatikan data ekonomi lanjutan AS yang akan merilis laporan non pertanian ketenagakerjaan pada akhir pekan ini.
Indeks FTSE di London turun 2,75 poin atau 0,04% menjadi 6.833,54, indeks DAX di Jerman melemah 1,77 poin atau 0,02% ke 9.917,82 dan indeks CAC di Prancis turun 29,20 poin atau 0,27% ke 10.747,40. Sementara indeks Stoxx 600 melemah 0,04 poin atau 0,01% menjadi 343.44.
Pasar memprediksi Presiden Mario Draghi akan menerapkan kebijakan stimulus moneter yang baru pada pertemuan Kamis pekan ini. Segala kemungkinan dapat terjadi antara lain, penurunan suku bunga, pemberian pinjaman murah dari bank dan program The Fed untuk membeli aset lagi.
Sementara itu, analis memperkirakan, pada bulan Mei angka ketenagakerjaan akan mencapai sebanyak 218.000 yang masih belum mendapatkan pekerjaan. Angka ini merupakan penurunan dibandingkan bulan April yang mencapai 288.000 orang.
"Pasar tidak berani mengambil spekulasi apapun. Semua masih wait and see, menantikan hasil pertemuan Bank Sentral Eropa," kata analis di Capital Spreads seperti mengutip dari cnbc.com.
Sementara bursa saham Asia juga sudah menunjukkan pergerakan mixed pada awal perdagangan hari ini. Indeks Nikkei menguat 0,08% ke 15.045,39, indeks Hang Seng melemah 0,15% menjadi 2.035,17, indeks Kospi menguat 0,33% menjadi 2.008,56 dan indeks ASX 200 melemah 0,28% ke 5.464,40.
Dari bursa saham AS pada perdagangan Selasa (3/6/2014) berakhir negatif. Indeks S$P 500 melemah 0,73 poin atau 0,04% ke 1.924,24, indeks Dow Jones melemah 21,29 poin atau 0,13% menjadi 16.722,34 dan indeks Nasdaq melemah 3,12 poin atau 0,07% ke 4.234,08.

BURSA HONG KONG: Indeks Hang Seng Ditutup Melemah 0,55%

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Hong Kong ditutup kembali melemah pada perdagangan Rabu (4/6/2014).
Hong Kong Hang Seng Index pada akhir perdagangan hari ini tercatat melemah 0,55% ke level 23.163,34, setelah penutupan hari sebelumnya, Selasa (3/6/2014) berhenti di angka 23.291,04.
Sepanjang hari ini indeks bergerak di kisaran 23.110,85 – 23.284,17. Dari 50 saham yang ditampilkan data Bloomberg, 12 menguat, 36 melemah, dan 2 yang stagnan.
Saham Tencent Holdings Ltd dan China Mobile Ltd menjadi penekan indeks dengan koreksi masing-masing 2,32% dan 0,91%. Sementara itu, saham AIA Group Ltd dan Industrial&Commercial Bank of China Ltd menguat 0,25% dan 0,19%.