korea by dewanti

Wednesday, June 18, 2014

IHSG Anjlok, Rupiah Rontok

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh lagi ke level 4.800-an. Tidak ada sentimen positif yang bisa mendorong indeks ke zona hijau.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 11.995 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.885 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG tercatat 4.906,545, melemah 0,06%. Indeks langsung terseret ke teritori negatif. Minimnya sentimen positif menyebabkan investor masih cenderung wait and see.
Indeks bergerak negatif sepanjang perdagangan sesi I. Hampir seluruh sektor terjerembab di zona merah, hanya indeks sektor agrikultur yang masih bisa menguat.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG parkir di level 4.895,969 setelah melemah 13,548 poin (0,28%). Minimnya sentimen negatif membuat IHSG sulit bergerak ke atas.
Indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya hari ini di level 4.881,950. Saham-saham lapis dua menjadi target aksi jual yang paling gencar hari ini.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (18/6/2014), IHSG ditutup melemah 21,657 poin (0,44%) ke level 4.887,860. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 4,512 poin (0,54%) ke level 824,862.
Aksi jual tak henti-hentinya terjadi sejak pembukaan perdagangan. Baik investor lokal maupun asing sama-saham melepas saham.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 183.721 kali pada volume 4,951 miliar lembar saham senilai Rp 6,362 triliun. Sebanyak 116 saham naik, 145 turun, dan 109 saham stagnan.
Bursa regional berakhir mix menutup perdagangan hari ini. Konflik di Irak dikhawatirkan mendorong tingginya harga minyak dunia, hal ini membuat investor waspada.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:
  • Indeks Nikkei 225 menguat 139,83 poin (0,93%) ke level 15.115,80.
  • Indeks Hang Seng menipis 21,87 poin (0,09%) ke level 23.181,72.
  • Indeks Komposit Shanghai turun 11,18 poin (0,54%) ke level 2.055,52.
  • Indeks Straits Times naik 7,04 poin (0,21%) ke level 3.281,48.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mandom (TCID) naik Rp 650 ke Rp 15.700, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 28.075, Minna Padi (PADI) naik Rp 170 ke Rp 850, dan Siantar Top (STTP) naik Rp 145 ke Rp 3.120.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 750 ke Rp 24.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 10.525, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 225 ke Rp 15.200, dan ABM Investama (ABBM) turun Rp 190 ke Rp 2.850. (detik.com)

BURSA HONG KONG: Indeks Hang Seng Berakhir Melemah 0,42%

Bisnis.com, JAKARTA--Bursa saham Hong Kong  kembali ditutup melemah pada perdagangan Rabu (18/6/2014).
Hong Kong Hang Seng Index pada akhir perdagangan hari ini tercatat melemah 0,09% ke level 23,181,72, setelah penutupan hari sebelumnya, Selasa (17/6/2014) berhenti di angka 23.23,59 dan melemah 0,42%.
Sepanjang hari ini indeks bergerak di kisaran 23.128,22 – 23.299,36. Dari 50 saham yang ditampilkan data Bloomberg, 14 menguat, 33 melemah, dan 3 yang stagnan.
Saham China Life Insurance Co Ltd dan Want Want China Holdings Ltd menjadi penekan indeks dengan koreksi masing-masing 1,16% dan 2,29%. Sementara itu, saham Tencent Holdings Ltd dan HSBC Holdings Plc menguat 0,52% dan 0,25%.

Bursa Saham Asia Tetap Mixed

INILAHCOM, Hong Kong - Bursa saham Asia melanjutkan pergerakan mixed pada akhir perdagangan Rabu (18/6/2014). Para pelaku pasar masih wait and see, menantikan keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed).
Indeks Nikkei naik 139,83 poin atau 0,93% ke 15.115,80, indeks Hang Seng melemah 21,87 poin atau 0,09% menjadi 23.181,72, indeks Kospi turun 12,06 poin atau 0,60% ke 1.989,49 dan indeks ASX200 melemah 17,95 poin atau 0,33% menjadi 5.382,72.
Sementara itu, bursa saham AS justru bergerak di zona hijau pada penutupan perdagangan dini hari tadi. Indeks S&P500 naik 4,21 poin atau 0,22% ke 1.941,99, indeks Dow Jones naik 27,48 poin atau 0,16% menjadi 16.808,49 dan indeks Nasdaq menguat 16,13 poin atau 0,37% ke 4.337,23. Demikian mengutip dari cnbc.com.
Menguatnya bursa AS seiring dengan data inflasi yang lebih tinggi. Kondisi tersebut, mampu mengimbangi kekhawatiran terhadap konflik yang sedang berlangsung di Irak. Indeks harga konsumen naik 0,4% di bulan Mei atau lebih besar dari yang diperkirakan.