korea by dewanti

Thursday, June 19, 2014

INDEKS BEI: IHSG Ditutup Melemah 0,48%

Bisnis.com, JAKARTA--Indeks harga saham gabungan (IHSG) saat penutupan perdagangan Kamis (19/6/2014) melemah 23,6 poin atau 0,48% ke level 4.864,27.
Sepanjang hari ini, indeks bergerak pada kisaran 4.859,2 hingga 4.900,32. Dari 496 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 80  saham menguat,  210 saham melemah, dan 206 saham stagnan.
Dari 9 sektor yang ada, semuanya melemah. Penurunan paling tajam terjadi pada sektor properti dan real estat yakni 1,39%. Sementara itu, sektor barang konsumsi terkoreksi paling randah, yakni 0,01%.
Pada saat yang sama indeks Bisnis 27 juga melemah 0,65% atau 2,76 poin ke level 421,14. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,52% ke level Rp11.935/US$.

Terkena Tekanan Jual Lagi, IHSG Berkurang 16 Poin

Jakarta -Tekanan jual kembali muncul setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik cukup tinggi pagi tadi. Saham-saham yang naik langsung dimanfaatkan untuk ambil untung.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 8,104 poin (0,17%) ke level 4.895,964 membuntuti penguatan bursa global dan regional. Aksi beli selektif terjadi di saham-saham yang sudah murah.
Indeks langsung bergerak di zona hijau sejak pembukaan perdagangan. Saham-saham lapis dua yang kemarin turun jadi incaran aksi beli investor.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (19/6/2014), IHSG melemah 16,302 poin (0,33%) ke level 4.871,558. Sementara Indeks LQ45 turun 3,608 poin (0,44%) ke level 821,254.
Aksi jual menghantam IHSG setelah menanjak ke titik tertingginya di 4.868,138. Hanya saham-saham perkebunan yang masih jadi incaran, selebihnya kena tekanan jual.
Perdagangan siang hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 106.144 kali pada volume 2,323 miliar lembar saham senilai Rp 2,006 triliun. Sebanyak 71 saham naik, 193 turun, dan 65 saham stagnan.
Bursa-bursa regional rata-rata masih bertahan di zona hijau hingga siang hari ini. Sentimen positif ini tidak bisa diterima dengan baik oleh pelaku pasar domestik yang memilih melepas saham.
 
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 232,29 poin (1,54%) ke level 15.348,09.
  • Indeks Hang Seng naik 68,84 poin (0,30%) ke level 23.250,56.
  • Indeks Komposit Shanghai turun 10,03 poin (0,49%) ke level 2.045,49.
  • Indeks Straits Times menguat 3,45 poin (0,11%) ke level 3.280,25.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 600 ke Rp 68.500, Siantar Top (STTP) naik Rp 280 ke Rp 3.400, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 250 ke Rp 2.950, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 27.350.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITGM) turun Rp 275 ke Rp 27.800, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 225 ke Rp 14.975, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 200 ke Rp 52.800, dan Sona Topas (SONA) turun Rp 200 ke Rp 4.000.(detik.com)

UTANG LUAR NEGERI: Pertumbuhan Melambat pada April

Bisnis.com, JAKARTA--Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri Indonesia pada April 2014 sebesar US$276,6 miliar.
Angka tersebut  berarti tumbuh 7,6%  dibandingkan dengan posisi pada April 2013.
Posisi ULN pada April 2014 terdiri atas ULN sektor publik sebesar US$131,0  miliar  dan ULN sektor swasta sebesar  US$145,6 miliar. Dari data tersebut, pertumbuhan tahunan ULN pada April 2014 mengalami perlambatan dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2014 yang sebesar 8,7% (yoy).
Seperti dikutip dari situs resmi BI, perlambatan pertumbuhan ULN pada April 2014 dipengaruhi oleh perlambatan  pertumbuhan ULN sektor publik yang hanya tumbuh sebesar 2,2% (yoy) atau  lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya 5,1% (yoy).
Sementara itu, ULN sektor swasta tumbuh 13% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 12,2% (yoy).
Jika dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya, ULN April 2014 relatif tidak berubah. Pertumbuhan ULN sektor publik hanya sebesar 0,3%  (mtm), sementara ULN sektor swasta mengalami kontraksi sebesar 0,2%(mtm).