korea by dewanti

Monday, June 23, 2014

IHSG Stagnan di Tengah Perdagangan yang Sepi

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir stagnan di tengah perdagangan yang sepi. Pelaku pasar memilih aksi tunggu menjelang pilpres yang hanya tinggal menghitung hari.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di posisi Rp 11.975 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 11.970 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 10,222 poin (0,21%) ke level 4.857,923. Indeks membuka perdagangan awal pekan di zona hijau. Sentimen positif dari bursa global dan regional mendorong IHSG naik.
Indeks terus menanjak perlahan sejak pembukaan perdagangan. Beberapa saham-saham masih ada yang terkena tekanan jual tapi tidak banyak.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 4,155 poin (0,09%) ke level 4.851,856. Indeks bergerak stagnan setelah aksi jual menghadang laju penguatannya.
Indeks mulai melemah semenjak sampai di posisi tertingginya 4.868,020. Indeks pun terus melemah sampai ke titik terendahnya hari ini di 4.840,979.
Menutup perdagangan, Senin (23/6/2014), IHSG menipis 5,572 poin (0,11%) ke level 4.842,129. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,340 poin (0,04%) ke level 817,862.
Tak banyak pergerakan terjadi di lantai bursa hari ini. Investor juga tidak terlalu bersemangat dalam bertransaksi. Hanya empat sektor yang berhasil menguat, yaitu agrikultur, aneka industri, infrastruktur, dan manufaktur.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 163.169 kali pada volume 5,05 miliar lembar saham senilai Rp 4,341 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 162 turun, dan 93 saham stagnan.
Mayoritas bursa Asia sore ini menutup perdagangan di zona merah. Aksi jual terjadi di tengah kekhawatiran konflik di Irak yang bisa mendorong naiknya harga minyak dunia.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:
  • Indeks Nikkei 225 naik 19,86 poin (0,13%) ke level 15.369,28.
  • Indeks Hang Seng anjlok 389,25 poin (1,68%) ke level 22.804,81.
  • Indeks Komposit Shanghai berkurang 2,31 poin (0,11%) ke level 2.024,37.
  • Indeks Straits Times menipis 1,05 poin (0,03%) ke level 3.257,75.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Saratoga (SRTG) naik Rp 225 ke Rp 4.800, United Tractor (UNTR) naik Rp 175 ke Rp 22.7825, Link Net (LINK) naik Rp 150 ke Rp 5.775, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 125 ke Rp 10.725.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 11.500, Matahari (LPPF) turun Rp 475 ke Rp 13.500, Indocement (INTP) turun Rp 250 ke Rp 23.100, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 200 ke Rp 6.800. (detik.com)

BURSA HONG KONG: Indeks Hang Seng Ditutup Anjlok 1,68%

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Hong Kong  ditutup melemah signifikan pada perdagangan Senin (23/6/2014).
Hong Kong Hang Seng Index pada akhir perdagangan hari ini tercatat anjlok 1,68% ke level 22.804,81, setelah penutupan hari sebelumnya, Jumat (20/6/2014) berhenti di angka 23.23.194,06 dan naik 0,11%.
Sepanjang hari ini indeks bergerak di kisaran 22.802,1 – 23.393,81. Dari 50 saham yang ditampilkan data Bloomberg, 3 menguat, 47 melemah, dan tidak ada yang stagnan.
Saham HSBC Holdings PLC dan China Mobile LTd menjadi penekan indeks dengan koreksi 1,3% dan 2,24%. Sementara itu, saham Hutchison Whampoa Ltd dan Henga International Group Co Ltd masih menguat 0,1% dan 0,19%.

Bursa Eropa Negatif Abaikan Data China

INILAHCOM, London - Bursa saham Eropa melemah pada awal perdagangan Senin (23/6/2014), Indeks manufaktur China yang positif tidak mampu menaikkan bursa yang masih terus dibayangi kekhawatiran terhadap konflik di Irak.
Indeks Stoxx Europe 600, melemah tipis dan berada di level 348 atau turun 0,03% dibandingkan dengan penutupan Jumat akhir pekan lalu di level 348,09 dan terkoreksi 0,02%. Pada pukul 14.02 WIB atau 08.02 waktu London, indeks itu masih stagnan, dan bergerak di kisaran 347,88 hingga 348,14.
Sementara itu, indeks FTSE di London turun 31,67 poin atau 0,46% ke 6.793,53, indeks DAX di Jerman turun 78,39 poin atau 0,78% ke 9.908,85 dan indeks CAC di Prancis turun 30,39 poin atau 0,67% ke 4.510,95. Demikian mengutip dari cnbc.com.
Sedangkan, PMI sektor manufaktur China dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economics berada pada 50.8, melebihi estimasi analis sebesar 49.7 dan hasil sebelumnya di bulan Mei pada 49.4. Angka di atas 50 mensinyalkan ekspansi.
Para pelaku pasar tampaknya masih tetap bersikap hati-hati dan perdagangan terus bergerak fluktuatif antara kerugian maupun keuntungan. Dari data baru untuk Prancis menunjukkan, sektor manufaktur dan jasa negara tersebut mencapai 48 di bulan Mei atau jauh di luar ekspektasi sebelumnya yang sebesar 49.3.