korea by dewanti

Tuesday, June 24, 2014

Rupiah Jatuh, IHSG Menguat

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat 20 poin berkat cukup ramainya aksi beli investor. Indeks mampu kompak menguat bersama bursa-bursa regional.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 11.988 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.975 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 5,297 poin (0,11%) ke level 4.847,426 di tengah aksi tunggu (wait and see) investor. Belum ada katalis positif yang bisa mendorong IHSG naik tinggi.
Saham-saham yang kemarin dilepas investor asing kini jadi incaran. Indeks pun berhasil menghindari zona merah dan menanjak ke posisi tertingginya hari ini di 4.869,018.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 17,514 poin (0,36%) ke level 4.859,643 bersamaan dengan menguatnya bursa-bursa regional. Saham-saham komoditas jadi target aksi beli.
Hampir semua indeks sektoral di lantai bursa pun kompak menguat. Saham-saham perkebunan melesat cukup tinggi, memimpin penguatan di antara saham-saham lain.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (24/6/2014), IHSG ditutup tumbuh 20,111 poin (0,42%) ke level 4.862,240. Sementara Indeks LQ45 ditutup bertambah 2,100 poin (0,26%) ke level 819,962.
Saham tambang dan industri dasar kena aksi ambil untung, 2 sektor pun jatuh ke zona merah. Aksi beli kali ini banyak dilakukan oleh investor domestik.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 165.663 kali pada volume 4,259 miliar lembar saham senilai Rp 4,075 triliun. Sebanyak 164 saham naik, 117 turun, dan 82 saham stagnan.
Bursa-bursa regional berhasil mempertahankan momentum penguatan sejak pagi tadi dan kompak menutup perdagangan di zona hijau. Data manufaktur Tiongkok yang naik cukup tinggi menjadi katalis penggerak.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 6,96 poin (0,05%) ke level 15.376,24.
  • Indeks Hang Seng naik 75,83 poin (0,33%) ke level 22.880,64.
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 9,57 poin (0,47%) ke level 2.033,93.
  • Indeks Straits Times tumbuh 7,44 poin (0,23%) ke level 3.264,84.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 1.000 ke Rp 28.400, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp 53.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 27.300, dan Dharma Sarya (DSNG) naik Rp 400 ke Rp 3.400.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 10.425, Multi Prima (LPIN) turun Rp 240 ke Rp 4.760, Indocement (INTP) turun Rp 200 ke Rp 22.900, dan Surya Toto (TOTO) turun Rp 100 ke Rp 6.825. (detik.com)

BURSA HONG KONG: Indeks Hang Seng Ditutup Rebound 0,33%

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Hong Kong  ditutup rebound pada perdagangan Selasa (24/6/2014).
Hong Kong Hang Seng Index pada akhir perdagangan hari ini tercatat menguat 0,33% ke level 22.880,64, setelah penutupan hari sebelumnya, Senin (23/6/2014) berhenti di angka 23.804,81 dan anjlok 1,68%.
Sepanjang hari ini indeks bergerak di kisaran 22.832,91 – 22.946,1. Dari 50 saham yang ditampilkan data Bloomberg, 35 menguat, 10 melemah, dan 5 stagnan.
Saham AIA Group Ltd dan Bank of China  Ltd menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,91% dan 1,48%. Sementara itu, saham CNOOC Ltd dan China Petroleum&Chemical Corp melemah 1,16% dan 0,83%.

Garuda Indonesia Lunasi Utang US$62,5 Juta

INILAHCOM, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melaporkan, telah melakukan percepatan pelunasan utang (voluntary prepayment) atas pinjaman Export Credit Agency (ECA) dan Commercial Lenders (CL) sebesar US$62,5 juta pada tanggal 23 Juni 2014.
Direktur Keuangan GIAA, Handrito Hardjono mengatakan, percepatan pelunasan itu untuk pinjaman yang didapat dari sindikasi lebih dari 15 bank antara lain, Lloyds Bank Plc sebagai agent dan security trustee, BNP Paribas dan Credit Agricole Corporate and Investment Bank pada tahun 1996 dan telah direstrukturisasi sepenuhnya pada tahun 2010.
Handrito menjelaskan, dana tersebut dijaminkan dalam berbagai bentuk di rekening kreditur serta memperoleh 6 unit pesawat tipe A330-300 yang menjadi underlying asset atas pinjaman tersebut. Selain itu, lanjut Handrito, jaminan berupa kas dan dana maintanance reserve tersebut senilai ekuivalen US$14 juta.
"Dengan percepatan pelunasan utang ini, kami tidak lagi terikat dengan covenant dari ECA dan CL. Salah satunya adalah pembatasan pembagian dividen," imbuhnya. Demikian mengutip laporan keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/6/2014).
Emiten BUMN tersebut mengharapkan, melalui aksi korporasinya itu dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan.