korea by dewanti

Wednesday, September 8, 2021

Meniup Makanan Panas Hukumnya Makruh


Banyak adab makan yang dicontohkan Rasulullah SAW, salah satunya melarang meniup makanan dan minuman panas. Dilihat dari sisi medis, meniup makanan panas ternyata berdampak pada kesehatan.

Bagi umat muslim, apapun yang diajarkan Rasulullah SAW merupakan contoh yang patut ditiru. Karena Rasulullah SAW sudah pasti mengajarkan dan mencontohkan hal yang baik dan benar, termasuk soal urusan makan.

Selain dilarang makan menggunakan tangan kiri dan makan minum sambil berdiri, ada juga anjuran untuk tidak meniup makanan dan minuman panas. Beberapa hadist menegaskan untuk meniup makanan dan minuman panas ataupun menghembuskan napas di dekatnya.

Diriwayatkan dalam hadits Ibnu Abbas yang menuturkan "Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya". (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Dari Asma binti Abu Bakr, sesunguhnya jika beliau membuat roti tsarid wadahnya beliau ditutupi sampai panasnya hilang kemudian beliau mengatakan, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar berkahnya".

Monday, June 7, 2021

Sering Mengupil Bisa Berujung Kematian



Mengupil atau mengorek hidung adalah sebuah kebiasaan aneh, namun banyak dilakukan. Hal itu pernah dibuktikan oleh penelitian yang terbit pada tahun 1995.

Dalam penelitian yang dilansir oleh healthline, disebutkan bahwa 91 persen orang yang menjadi responden mengaku pernah mengupil. 

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda pernah, atau sering mengupil? Jika ya, sebaiknya Anda berhati-hati saat melakukannya. Pasalnya, mengupil sembarangan dapat menyebabkan kematian.

Manfaat Pare untuk Kesehatan Tubuh, Diantaranya untuk Kurangi Risiko Kanker



Mungkin tak semua orang suka pare karena rasanya yang pahit. Padahal, sayuran ini memiliki berbagai manfaat, salah satunya bagi penyakit kanker. Pare untuk kanker dikatakan dapat bermanfaat dalam pencegahan dan pengobatannya.

Pare mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin C, dan beberapa mineral. Kandungan protein, seng, besi, kalsium, magnesium, fosfor, dan asam askorbat pada pare juga dikatakan lebih tinggi ketimbang tomat dan mentimun.

Lalu, apa saja manfaat pare untuk kanker? Berikut penjelasannya: