korea by dewanti

Friday, October 25, 2013

IHSG Melaju ke 4.700-4.800 Sebelum Terkoreksi?

INILAH.COM, Jakarta – Para pemodal di bursa saham disarankan berpikiran terbuka tentang kemungkinan tercapainya resistance IHSG di level 4.700-4.800 sebelum terkoreksi. Mengapa?
Pada perdaganganKamis (24/10/2013), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 48,35 poin (1,06%) ke posisi 4.594,845. Intraday terendah 4.533,347 dan tertinggi 4.594,845.
Satrio Utomo, kepala riset PT Universal Broker Indonesia mengatkan, masalah hari ini ternyata harga saham sudah bergerak ke mana-mana. "Terpaksa, saya disiplin untuk positioning saham di harga yang sudah tinggi," kata dia di Jakarta, Kamis (24/10/2013).
Menurut dia, IHSG sebenarnya belum memberikan signal positif sebelum ditutup di atas resisten 4.609. "Hanya saja, keberhasilan IHSG kembali di atas resisten 4.550 setelah beberapa hari yang lalu suport itu ditembus, membuat saya harus segera waspada," ujarnya.
Ke depan, kata dia, karena IHSG sudah kembali di atas 4.550 lagi, pasar harus mengantisipasi kalau ternyata wave 5 ini berkepanjangan (extended). "Kita harus berpikiran terbuka tentang kemungkinan tercapainya resisten di 4.700-4.800 lagi sebelum ada koreksi," ucapnya.
Bagaimana dengan bursa saham regional? Menurut Satrio, Dow Joes Industrial Average (DJIA) memang belum ada sinyal bearish-nya. "Yang ngaco memang Hang Seng. Tapi, Hang Seng juga sudah seminggu lebih tidak kita lihat sehingga seharusnya tidak terpengaruh," timpal dia.
Saat IHSG di harga atas seperti saat ini, Satrio mengaku dipaksa untuk melakukan positioning. "Posisi saya terakhir, hanya ada sekitar 30%. Itulah yang namanya disiplin. Terkadang memang menyakitkan," imbuhnya.

IHSG Melaju ke 4.700-4.800 Sebelum Terkoreksi?INILAH.COM, Jakarta - Para pemodal di bursa saham disarankan berpikiran terbuka tentang kemungkinan tercapainya resistance IHSG di level 4.700-4.800 sebelum terkoreksi. Mengapa?

INILAH.COM, Jakarta – Para pemodal di bursa saham disarankan berpikiran terbuka tentang kemungkinan tercapainya resistance IHSG di level 4.700-4.800 sebelum terkoreksi. Mengapa?
Pada perdaganganKamis (24/10/2013), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 48,35 poin (1,06%) ke posisi 4.594,845. Intraday terendah 4.533,347 dan tertinggi 4.594,845.
Satrio Utomo, kepala riset PT Universal Broker Indonesia mengatkan, masalah hari ini ternyata harga saham sudah bergerak ke mana-mana. "Terpaksa, saya disiplin untuk positioning saham di harga yang sudah tinggi," kata dia di Jakarta, Kamis (24/10/2013).
Menurut dia, IHSG sebenarnya belum memberikan signal positif sebelum ditutup di atas resisten 4.609. "Hanya saja, keberhasilan IHSG kembali di atas resisten 4.550 setelah beberapa hari yang lalu suport itu ditembus, membuat saya harus segera waspada," ujarnya.
Ke depan, kata dia, karena IHSG sudah kembali di atas 4.550 lagi, pasar harus mengantisipasi kalau ternyata wave 5 ini berkepanjangan (extended). "Kita harus berpikiran terbuka tentang kemungkinan tercapainya resisten di 4.700-4.800 lagi sebelum ada koreksi," ucapnya.
Bagaimana dengan bursa saham regional? Menurut Satrio, Dow Joes Industrial Average (DJIA) memang belum ada sinyal bearish-nya. "Yang ngaco memang Hang Seng. Tapi, Hang Seng juga sudah seminggu lebih tidak kita lihat sehingga seharusnya tidak terpengaruh," timpal dia.
Saat IHSG di harga atas seperti saat ini, Satrio mengaku dipaksa untuk melakukan positioning. "Posisi saya terakhir, hanya ada sekitar 30%. Itulah yang namanya disiplin. Terkadang memang menyakitkan," imbuhnya.

Bank BRI Raih Laba Bersih Rp15,1 Triliun

INILAH.COM, Jakarta - Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) meraih laba Rp15,1 triliun pada kuartal ketiga 2013 dari Rp13,01 triliun pada periode yang sama 2012.
Kinerja tersebut mendapat dukungan dari pendapatan bunga bersih Rp30,3 triliun dari Rp25,9 triliun. Perseroan meraih pendapatan bunga sebesar Rp40,4 triliun namun menanggung beban bunga sebesar Rp10,3 triliun.
Untuk laba operasional mengalami kenaikan menjadi Rp17,6 triliun dari Rp15,5 triliun. Demikian juga dengan laba sebelum pajak naik menjadi Rp18,7 trilun dari Rp16,2 triliun. Dengan beban pajak 3,4 triliun maka laba bersih sebesar laba bersih menjadi Rp15,2 triliun dari Rp13,01 triliun.
Perseroan meraih kenaikan total aset menjadi Rp569 triliun dari Rp535,2 triliun per 31 Desember 2012. Untuk laba per saham menjadi Rp634,95 dari Rp542,64 per saham.