korea by dewanti

Wednesday, November 6, 2013

Cuma Naik Tipis, IHSG Satu-satunya yang Hijau di Asia

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik tipis 5 poin tapi menjadi satu-satunya yang menghijau di antara bursa Asia. Posisi indeks yang sudah jenuh jual dimanfaatkan investor untuk aksi beli.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat di posisi Rp 11.330 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.345 per dolar AS.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 5,533 poin (0.13%) ke level 4.428,821. Sedangkan Indeks LQ45 bertambah 1,412 poin (0,19%) ke level 739,654.
Mengawali perdagangan, Rabu (6/11/2013), IHSG dibuka menguat tipis 7,979 poin (0,18%) ke level 4.431,445. Indeks LQ45 dibuka naik 1,935 poin (0,26%) ke level 740,177.
Saham-saham yang valuasinya sudah murah jadi incaran investor. Meski aksi beli belum terlalu ramai namun sudah cukup mengantarkan indeks ke zona hijau.
Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG menguat 10,533 poin (0,24%) ke level 4.433,821. Sementara Indeks LQ45 bertambah 3.359 poin (0,46%) ke level 740,601.
Dua hari lalu IHSG melemah 9 poin setelah menjalani perdagangan yang tidak terlalu ramai. Investor tidak terlalu semangat bertransaksi di 'harpitnas' (hari kejepit nasional) jelang Tahun Baru Islam 1435 Hijriah.
Wall Street berakhir mixed setelah dua hari terakhir menguat. Investor masih menanti keluarnya data ekonomi terbarunya yang bisa penentu kebijakan moneter The Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan.
Bursa-bursa di Asia berjatuhan ke zona merah pagi ini didorong sentimen dari Wall Street semalam. Pelemahannya masih dalam rentang yang tipis.
 
Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai berkurang 7,84 poin (0,36%) ke level 2.149,40.
  • Indeks Hang Seng turun 43,57 poin (0,19%) ke level 22.995,38.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 33,99 poin (0,24%) ke level 14.191,38.
  • Indeks Straits Times menipis 0,18 poin (0,01%) ke level 3.205,36.
sumber: detik.com

Sudah Jenuh Jual, IHSG Diprediksi BIsa Menguat

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dua hari lalu melemah 9 poin setelah menjalani perdagangan yang tidak terlalu ramai. Investor tidak terlalu semangat bertransaksi di 'harpitnas' (hari kejepit nasional) jelang Tahun Baru Islam 1435 Hijriah.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (4/11/2013), IHSG melemah 9,301 poin (0,21%) ke level 4.423,288. Sementara Indeks LQ45 turun 1,042 poin (0,14%) ke level 738,242.
Wall Street berakhir mixed setelah dua hari terakhir menguat. Investor masih menanti keluarnya data ekonomi terbarunya yang bisa penentu kebijakan moneter The Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones berkurang 20,90 poin (0,13%) ke level 15.618,22. Indeks Standard & Poor's 500 turun 4,96 poin (0,28%) ke level 1.762,97. Indeks Komposit Nasdaq naik 3,27 poin (0,08%) ke level 3.939,86.
Hari ini IHSG diperkirakan bisa menguat jika melihat posisinya yang sudah jenuh jual. Menguatnya bursa-bursa Asia juga bisa memberikan dorongan.
 
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 8,18 poin (0,06%) ke level 14.233,55. 
  • Indeks KOSPI menguat 8,73 poin (0,43%) ke level 2.022,66. 
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
 
Mandiri Sekuritas
IHSG akan melemah dalam beberapa hari dan berada di sekitar support fibonacci retracement 61.8% di 4.425. Candle Chart membentuk doji yang mengindikasikan no control dalam perdagangan. Kisaran IHSG hari ini akan berada dalam support 4.400/4.380 dan resistance 4.445/4.470. IHSG berada dalam wave 5 impulse wave dengan target teoritis kenaikan menuju 4.697.
 
KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan awal pekan IHSG ditutup turun -9.30 poin (-0.21%) ke 4,423.29 dengan jumlah transaksi sebanyak 6.5 juta lot atau setara dengan Rp3.8 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+1.94%), sektor basic-industries (-0.31%), sektor construction and property (-0.96%), sektor consumer goods (-0.01%), sektor finance (-0.25%), sektor infrastructure (+0.28%), sektor mining (-0.19%), sektor misc-industries (-0.85%), dan sektor trade (-0.50%).
Tercatat sebanyak 102 saham mengalami penguatan, 156 saham mengalami penurunan, 103 saham tidak mengalami perubahan dan 123 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. TLKM (+1.09%), KLBF (+2.36%), TBIG (+5.26%), BBRI (+0.65%), dan AALI (+3.57%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BMRI (-1.20%), ASII (-0.77%), GGRM (-2.22%), BDMN (-3.53%), dan BMTR (-5.38%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp289 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BMRI, BBRI, GGRM, PGAS, dan BBCA. Mata uang Rupiah terdepresiasi 11,356 per Dollar AS.
Secara teknikal penurunan IHSG di awal pekan merupakan penurunan lanjutan, membuat stochastic tetap di area oversold, MACD downtrend, sehingga untuk hari ini kami perkirakan masih tetap melanjutkan penurunan namun mulai terbatas dikarenakan volume hari ini yang mulai menurun. Dengan support 4,403 dan resistance 4,521. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: AISA, HRUM, PNBN. (detik.com)

Akhiri Penguatan Dua Hari, Wall Street Mixed

New York -Wall Street berakhir mixed setelah dua hari terakhir menguat. Investor masih menanti keluarnya data ekonomi terbarunya yang bisa penentu kebijakan moneter The Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan.
Setelah penutupan perdagangan, Saham Tesla Motors Inc, melaporkan kinerja keuangan yang melampaui prediksi pasar. Sayangnya produsen mobil listrik itu memprediksi kinerja yang melambat di akhir tahun ini.
Saham-saham energu dan telekomunikasi memimpin pelemahan pasar. Indeks sektor energi berkurang 0,8% dan sektor telekomunikasi anjlok 1,9%.
"Meski sempat naik di awal pekan, pasar saham masih butuh konsolidasi lanjutan, melemah dulu sebelum bisa naik lagi," kata Robert Sluymer, analis dari RBC Capital Markets di New York dikutip Reuters, Rabu (6/11/2013).
Investor masih bertanya-tanya mengenai langkah The Fed terhadap program stimulus pembelian obligasi US$ 85 miliar per bulan mereka yang kabarnya akan mulai dikurangi. Program ini sudah memanjakan pasar modal sejak lama.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones berkurang 20,90 poin (0,13%) ke level 15.618,22. Indeks Standard & Poor's 500 turun 4,96 poin (0,28%) ke level 1.762,97. Indeks Komposit Nasdaq naik 3,27 poin (0,08%) ke level 3.939,86. (detik.com)