korea by dewanti

Monday, November 11, 2013

Inilah Agenda RUPS Bumi Plc

INILAH.COM, Jakarta - Bumi Plc akan menggelar rapat pemegang saham pada 4 Desember 2013 mendatang.
Beberapa agenda telah siap dan termasuk langkah strategis. Salah satu diantaranya adalah perseroan akan memisahkan keluarga Bakrie dalam daftar pemegang saham. Perseroan menyiapkan US$501 juta untuk 29,2 persen. Demikian mengolah rilis perseroan pada akhir pekan kemarin.
Agenda lain dalam rapat tersebut adalah perubahan nama menjadi Asia Resources Mineral Plc. Bumi Plc juga akan mengembalikan dana US$400 juta kepada pemegang saham lainnya.

Inilah Segmen Bisnis Andalan MPPA

INILAH.COM, Jakarta - Segmen Matahari Food Business menjadi penopang kinjera PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) pada kuartal ketiga 2013.
Kinerja perseroan cukup baik di tengah kondisi ekonomi makro Indonesia yang belum kondusif. Hal ini dengan peningkatan laba bersih PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) pada kuartal ketiga sebesar 177,6% menjadi Rp302,9 miliar dari Rp115,5 miliar. Demikian mengutip hasil riset ETrading Securities, akhir pekan ini.
Pada akhirnya laba bersih yang meningkat akan mempengaruhi nilai earning per share (EPS) perusahaan. "Selain itu, kami juga melihat pergerakan nilai return on equity (ROE) MPPA cenderung meningkat dari tahun ke tahun."
Pada periode tersebut, perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp8,71 triliun dari Rp7,57 triliun atau naik 15% dari kuartal ketiga 2012.

Data-data Eropa Batasi Pelemahan Rupiah

INILAH.COM, Jakarta – Dalam sepekan terakhir, nilai tukar rupiah mendapat tekanan negatif seiring mencuatnya isu pemangkasan stimulus The Fed. Tapi, positifnya beberapa data Eropa membatasi pelemahannya. Seperti apa?
Berdasrkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), dalam sepekan terakhir rupiah melemah 50 poin (0,44%) ke posisi 11.404 pada 8 November 2013 dibandingkan akhir pekan sebelumnya, 1 November di level 11.354 per dolar AS.
Reza Priyambada, kepala riset Trust Securities mengatakan, laju nilai tukar rupiah masih dalam tren melemah sepanjang sepekan kemarin. "Adanya rilis indeks manufaktur AS di awal pekan yang di atas estimasi membuat laju nilai tukar dolar AS masih terapresiasi sehingga makin menekan laju nilai tukar rupiah yang masih memperpanjang pelemahannya," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (10/11/2013).
Lebih jauh dia menjelaskan, dolar AS bergerak naik seiring semakin gencarnya spekulasi tappering off yang akan dipercepat. "Selain itu, imbas dari rilis kembali defisitnya neraca perdagangan Indonesia masih mewarnai laju pelemahan rupiah," ujarnya.
Apalagi, kata dia, rilis ISM Non manufacturing dan Redbook AS yang mengalami pertumbuhan positif juga menjadi batu sandungan bagi rupiah. "Sebab, data tersebut semakin memperkuat spekulasi tappering off stimulasi The Fed akan dipercepat," timpal dia.
Lalau, adanya rilis pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang melambat turut direspons negatif meski tidak sedalam sebelumnya. "Sebab, itu masih sesuai dengan estimasi akan terjadinya perlambatan," papar dia.
Pelemahan rupiah juga sempat terbatas setelah dilaporkan terjadinya peningkatan permintaan terhadap obligasi dalam negeri oleh bank asing. "Setelah rupiah dihantam penguatan dolar pasca dirilisnya data-data ekonomi AS yang sebagian besar menunjukkan pertumbuhan positif, rupiah pun sempat rebound seiring laju nilai tukar euro yang kembali mengalami penguatan," ucap Reza.
Kenaikan nilai tukar euro terjadi setelah rilis kenaikan indeks harga perumahan Inggris, pertumbuhan factory orders Jerman, dan peningkatan services PMI di sejumlah wilayah Zona Euro. "Meski sempat rebound, di akhir pekan rupiah kembali melemah setelah merespons data-data positif AS," imbuhnya.