korea by dewanti

Monday, November 18, 2013

Per Oktober 2013, APLN Catat Penjualan Rp4,20T

INILAH.COM, Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatat penjualan periode Januari-Oktober 2013 sebesar Rp4,20 triliun.
Investor Ralations PT Agung Podomoro Land Tbk, Wibisono mengatakan, perolehan marketing sales sebesar Rp4,2 triliun disumbang dari The Podomoro City sebesar 44%, Metro Park Residence sebesar 14,4%.
"Lalu Vimala Hills 13,7 persen, The Borneo Bay Residences 9,4 persen, Grand Taruma 7,8 persen dan Soho@Pancoran 5,8 persen," kata Wibisono dalam keterangan tertulisnya, akhir pekan ini.
Sementara itu, anak usaha perseroan yakni PT Pandega Citra Niaga pada 7 November 2013 meluncurkan The Podium yang merupakan bagian dari menara di Borneo Bay Residences yaitu Marthadipura Mansion dan Kartanegera Mansion."Harga per unit di The Podium mulai dari Rp500 juta," ucap dia.

Kebijakan Ekonomi Tak Pasti, Rupiah Lesu

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (18/11/2013) diprediksi melemah seiring tak jelasnya realisasi paket kebijakan ekonomi Indonesia. Seperti apa?
Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian rupiah masih berisiko melemah hingga ada kepastian kapan paket kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia direalisasikan.
Selain itu, rupiah juga mendapat tekanan negatif dari data-data ekonomi China dan Jepang yang akan dirilis awal pekan ini. "Karena itu, awal pekan ini rupiah berpeluang melemah ke 11.650 dan kalaupun menguat akan terbatas di 11.580 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM.
Antara lain, lanjut dia, indeks harga rumah China yang diperkirakan positif dan laju inflasi yang naik ke level tertingginya dalam delapan bulan terkhir. Jepang akan merilis data defisit neraca perdagangan.
"Jika data-data di regional Asia positif sementara kebalikannya dengan outlook pertumbuhan Indonesia yang cenderung lemah seiring kenaikan BI rate secara agresif ke 7,50%, semakin memperlambat perekonomian," papar dia.
Kondisi itu, lanjut dia, bisa menambah risiko capital outflow. "Risiko keluarnya hot money Indonesia menuju ke negara kawasan Asia lainnya yang secara fundamental ekonomi lebih menarik," timpal Christian.
Apalagi, dia menegaskan, Indonesia menghadapi tahun pemilu sehingga ada ketidakpastian kepemimpinan di Indonesia. "Keseluruhan faktor ini menyebabkan hot money cenderung menghidar dari Indonesia dan jadi tekanan negatif bagi rupiah," imbuhnya.
Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS  di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (15/11/2013) ditutup melemah 70 poin (0,60%) ke posisi 11.605/11.635.

BI: Rencana Ubah Rp 1.000 Jadi Rp 1 Tak Molor Tapi Belum Ada Jadwal Pasti

Jakarta -Rencana redenominasi rupiah atau penyederhanaan tiga angka nol di mata uang rupiah dari Rp 1.000 jadi Rp 1 masih terkendala dalam penyusunan undang-undang di DPR. Bank Indonesia (BI) menegaskan rencana ini tak molor namun memang belum ada jadwal yang pasti soal kapan pelaksanaannya.
"Program redenominasi bukan molor tapi memang belum ada jadwal pastinya," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas ditemui disela acara Pencanangan Gerakan Ekonomi Syariah di Lapangan Silang Monas, Minggu (17/11/2013).
Ia mengakui meskipun rancangan undang-undang soal redenominasi sudah masuk dalam prioritas di DPR namun pembahasannya tak mudah, karena banyak aspek yang harus dipertimbangkan.
"Redenominasi itu kan dasarnya harus ada undang-undang, walau sudah menjadi Prolegnas (Program Legislasi Nasional) tahun ini tapi kan masih di DPR, DPR sendiri kan khususnya bidang keuangan masih banyak undang-undang yang dibahas," kata Ronald.
Ronald mengatakan implementasi mengubah Rp 1.000 jadi Rp 1 masih harus melihat kodisi perekonomian dunia yang belum stabil. "Kondisi perekonomian juga harus stabil dulu ketika menerapkan redenominasi, sementara sekarang kan global ekonomi belum stabil," ujarnya.
Selain itu, ia menambahkan tahun depan Indonesia akan menghadapi Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden. Hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan pembahasan UU Redenominasi tak akan berjalan mulus.
"Apalagi tahun depan kan tahun Pemilu, ada pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden," ungkapnya. (detik.com)