korea by dewanti

Tuesday, December 3, 2013

Inalum Resmi Jadi Milik Indonesia 19 Desember 2013

Jakarta -Pemerintah Republik Indonesia dan Jepang telah sepakat dengan angka pengambilalihan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) sebesar US$ 556,7 juta. Termination agreement atau penghentian kerjasama ini akan dilakukan pada 9 Desember 2013.
Direktur Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahjana mengatakan, termination agreement ini merupakan akhir dari kesepakatan kerjasama antara Indonesia dan Jepang terkait Inalum.
"Isinya banyak hal, masalah kompensasi. Angka yang disetujui dan dibayarkan," kata Agus saat ditemui di kediaman Menteri Perindustrian MS Hidayat, di Jalan Sisingamangaraja Jakarta, seperti dikutip Senin (2/12/2013).
Agus mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyusun segala sesuatu yang akan dibahas dalam termination agreement. Menurut Agus, penandatanganan termination agreemant akan dilakukan pada tanggal 9 Desember 2013 di Indonesia.
"Rencana tanggal 9. Habis itu terminasi sebagai bagian dari pengakhiran itu, nanti dibayar. Setelah uangnya masuk resmi diserahkan sahamnya," katanya.
Lalu, proses selanjutnya setelah termination agrrement ditandatangani adalah pengambilalihan saham Inalum. Setidaknya membutuhkan waktu 10 hari untuk menjalankan proses tersebut. Sehingga, saham Inalum 100% akan dimiliki pemerintah Indonesia pada 19 Desember 2013.
"19 Desember saham sudah beralih. Kita minta doanya saja," harap Agus. (detik.com)

Saham-saham Tambang Berjatuhan, Wall Street Negatif

New York -Pasar saham Wall Street berakhir negatif menyusul jatuhnya harga komoditas yang membuat saham-saham tambang berguguran. Investor juga mulai mengambil untung atas reli saham-saham dalam delapan pekan terakhir ini.
Sudah beberapa perdagangan terakhir ini Wall Street terus-terusan cetak rekor tertinggi. Pada perdagangan kali ini juga hampir saja rekor baru terpecahkan kembali jika bukan karena aksi ambil untung menjelang penutupan perdagangan.
Lonjakan harga saham dalam beberapa pekan terakhir ini didorong harapan akan berlanjutnya stimulus The Federal Reserve. Indeks S&P 500 melaju delapan pekan berturut-turut, reli terpanjangnya sejak terakhir kali pada November 2003 sampai Januari 2004,
Sejak awal tahun ini Indeks S&P 500 sudah menguat 27%. Indeks Dow dan S&P 500 sudah beberapa kali menembus level tertingginya sepanjang masa.
"Kita tidak melihat adanya aksi ambil untung gede-gedean, tapi kita juga tak mau terjun ke pasar dengan kedua kaki sekaligus, makanya melihat situasinya sekarang ini belum ada lagi katalis penggerak," kata John Norris, managing director dari Oakworth Capital Bank di Birmingham, Alabama, dikutip Reuters, Selasa (3/12/2013).
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones berkurang 77,64 poin (0,48%) ke level 16.008,77. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 4,91 poin (0,27%) ke level 1.800,90. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 14,63 poin (0,36%) ke level 4.045,26. (detik.com)

China Buka Lagi Izin IPO, 760 Perusahaan Antre Masuk Bursa

Shanghai -Penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) perusahaan akan kembali dilakukan di China mulai bulan depan. Izin aksi korporasi ini dibuka kembali setelah satu tahun dilarang.
Sebanyak 760 perusahaan sudah mengantre untuk masuk lantai bursa di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu. Sebanyak 50 di antaranya akan melantai Januari 2014, menurut China Securities Regulatory Commission (CSRC).
Meski sudah terbebas dari lebih dari sepuluh tahun, namun pengaruh jeratan komunis masih terasa menguasai ekonomi di China, termasuk untuk menentukan perusahaan mana yang layak IPO dan kapan.
Sekitar satu tahun lalu larangan IPO sudah diberlakukan. Pemerintah ini perusahaan lokal punya peran lebih besar di dalam negeri ketimbang sahamnya dijual ke pasar dan berpotensi dibeli asing.
Sekarang ini CSRC punya pedoman baru untuk memperbesar peran bursa di dalam mekanisme pencatatan saham perdana perusahaan. Pedoman ini hasil usulan dari Partai Komunias yang baru saja menggelar pertemuan dua pekan lalu.
Partai Komunis sudah sepakat untuk menyerahkan pertumbuhan ekonomi sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Maraknya IPO yang akan digelar ini ditakutkan bisa membelokkan dana dari pasar sekunder.
"Tapi juga ada positifnya untuk pertumbuhan pasar dalam jangka panjang," kata Analis Zheshang Securities, Zhang Yanbing, kepada AFP, Selasa (3/12/2013).
Salah satu pedoman yang tertuang adalah perusahaan tak perlu punya untung untuk bisa masuk bursa, asalkan memenuhi persyaratan dan membuka seluruh informasi kepada investor yang akan menilai aset tingkat risikonya sesuai dengan hasil.
Namun pedoman ini membuat pemerintah kelabakan karena peran pemerintah dalam aksi korporasi ini sangat minim, karena semua diserahkan kepada mekanisme pasar. (detik.com)