korea by dewanti

Tuesday, February 18, 2014

Waterfront Securities: IHSG Masih Berpotensi Menguat

Jakarta -IHSG pada perdagangan Senin 17 Februari 2014 ditutup menguat 1,05% pada level 4555. Semua sektor menguat dengan kontribusi penguatan terbesar pada sektor properti dan konstruksi. Investor asing net buy Rp1,08 triliun. Bursa Wall Street libur President Day. Indeks di bursa Eropa ditutup menguat yang dipicu oleh penguatan pada saham properti, pertambangan dan telekomunikasi. Pekan lalu, indeks di bursa Eropa juga menguat yang dipicu oleh sentimen positif dari pernyataan The Fed dimana kebijakannya akan tetap responsif terhadap data ekonomi. Selain itu laporan kinerja keuangan yang lebih baik dari perkiraan, juga menjadi pendorong kenaikan indeks. Sementara itu data pengucuran kredit baru di China pada bulan Januari meningkat pada level tertinggi yaitu sebesar 1,32 triliun yuan. Sedangkan total kredit tercatat sebesar 2,58 triliun yuan. Sementara itu dollar AS melemah terhadap mayoritas mata uang lainnya, karena data ekonomi AS yang cenderung melemah dibandingkan dengan membaikn ya data ekonomi di area euro dan China. Data output manufaktur AS yang secara tak terduga turun pada bulan Januari, mendorong adanya pertanyaan apakah The Fed akan memperlambat pemangkasan stimulusnya. Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak menguat. IHSG diperkirakan akan bergerak pada kisaran level 4510 — 4592. Rekomendasi: BBNI, BMRI, BBRI, PGAS, ASII, BBTN, JSMR, INDF, SMGR.(detik.com)

Mandiri Sekuritas: Masih Ada Ruang untuk IHSG Naik

Jakarta -Pasar saham AS kemarin tidak diperdagangkan (libur) dalam rangka memperingati hari ulang tahun kota Washington. Meski begitu, kalangan investor tetap fokus pada rilis data ekonomi Paman Sam dan notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC Meeting) The Fed yang akan dirilis Rabu, (19/02).
Di sisi lain, indeks saham di berbagai negara Asia pagi ini dibuka menguat. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat naik +0,94%, sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan menguat +0,07%.
Pada pasar komoditas, harga minyak mentah WTI Crude Oil berbalik arah melemah -0,05% ke level US$100,30 per barel, setelah tiga hari berturut-turut menguat. Bertolak belakang dengan harga minyak, kontrak berjangka emas Comex terapresiasi +1,41% ke posisi US$1.319 per troy ounce.
Dari dalam negeri, investor asing terus masuk ke pasar modal Indonesia, seiring membaiknya makro ekonomi dalam negeri. Penguatan rupiah, turunnya defisit neraca perdagangan berjalan dan estimasi inflasi yang terjaga juga menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengatakan, kemarin IHSG bergerak mantap di zona hijau pada sepanjang sesi, dan dibarengi lonjakan signifikan value maupun volume perdagangan.
Meski Stock sudah berada cukup tinggi di teritori overbought, namun dengan masih adanya ruang kenaikan bagi akumulasi yang dilakukan pelaku pasar, dapat menjadi katalis pendorong indeks untuk menguji resistance 4.563-4.575.(detik.com)

Trust Securities: Waspada Aksi Ambil Untung

Jakarta -Laju IHSG ternyata masih mampu mengalami kenaikan di awal pekan ini meskipun sempat membuat kami khawatir dengan posisinya yang hampir menyentuh batas overbought. Apalagi penguatan pada akhir pekan sebelumnya terlihat terbatas dan seperti mengindikasikan adanya peluang pelemahan. Itulah dalam ulasan sebelumnya kami tuliskan bahwa pertarungan kekuatan beli dan jual masih akan mewarnai IHSG di awal pekan. Meski peluang kenaikan tipis namun, tetap waspadai pelemahan lanjutan IHSG. Akan tetapi, rilis surplusnya neraca pembayaran dan berkurangnya defisit transaksi berjalan Q4-13 BI yang disertai kenaikan Rupiah karena kebijakan BI serta dibarengi dengan berita kenaikan kredit di China membuat IHSG melesat.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4560,10 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level 4524,53 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4555,37. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Selasa (18/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4500-4540 dan resistance 4580-4588. Berpola menyerupai white marubozu dekati upper bollinger bands (UBB). MACD masih bertahan naik dengan histogram positif yang sedikit memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih uptrend terbatas. IHSG mampu bertahan di kisaran resisten (4520-4527) dan bahkan mampu melewatinya sehingga memberikan efek positif bila ingin melanjutkan kenaikannya yang juga didukung laju bursa saham global. Akan tetapi, bila sebagian besar pelaku pasar memanfaatkan kenaikan ini untuk ambil untung masif maka potensi kenaikan lanjutan itu pun bisa sangat berkurang.(detik.com)